Dalam kesadaran diri, kita memiliki kemampuan memonitor diri (membaca situasi sosial dalam memahami orang lain dan mengerti harapan orang lain terhadap dirinya). Orang yang bisa memonitor diri sendiri disukai banyak orang, tetapi bila berlebihan tidak bagus karena berarti tidak mempunyai pendirian. Kesadaran diri bisa dibedakan menjadi dua, yaitu : kesadaran diri publik dan kesadaran diri pribadi. Kesadaran diri publik lebih mengarah pada diluar dirinya, mis : melakukan sesuatu dengan harapan diketahui orang lain.
Kesadaran diri merupakan proses mengenali motivasi, pilihan dan kepribadian kita menyadari pengaruh faktor-faktor tersebut diatas. Penilaian interaksi kita dengan orang lain. Beberapa manfaat bila kita memiliki kesadaran diri, di antaranya :
• Memahami diri sendiri dalam berelasi dengan orang lain.
• Menyusun tujuan hidup dan karir.
• Membangun relasi dengan orang lain.
• Memahami nilai-nilai keberagaman.
• Memimpin orang lain secara efektif.
• Meningkatkan produktivitas.
• Meningkatkan kontribusi pada pekerjaan, masyarakat dan keluarga.
Cara mendapatkan kesadaran diri ini bisa kita dapatkan dengan menganalisa diri sendiri dan meminta orang lain untuk menilai diri kita serta menganalisa diri dengan cara reflek diri (pikiran dan perasaan) yang meliputi : perilaku, pribadi, sikap dan persepsi kita. Perilaku disini berhubungan erat dengan tindakan-tindakan kita, maka kitalah yang harus mengarahkan tiap tindakan yang terdiri dari empat hal, yaitu : pola pikir, pola tindakan dan pola interaksi dengan orang lain. Selain itu pengalaman juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan/meningkatkan kesadaran diri. Kita juga bisa belajar dari orang lain, peristiwa/kejadian yang hadir dalam lingkaran hidup.
Dengan kesadaran diri, kita bisa mengatur masa depan sendiri juga memiliki peranan penting dalam pembentukan kualitas hidup. Kesadaran diri tergantung dari pola pikir kita yang akan memproses semua informasi yang masuk ke dalam otak untuk selanjutnya direalisasikan. Dalam pembentukan pola pikir ini tergantung oleh berbagai faktor dan suatu kehidupan terbentuk dari pola pikir. Tanpa kesadaran diri ini, maka kita tidak bisa mencapai apa yang kita inginkan.
Bersyukurlah kita telah dibekali akal sehingga bisa memiliki satu pemahaman (pola pikir) untuk menyelesaikan segala permasalahan hidup. Kesadaran diri yang tinggi mampu membedakan perbuatan/tindakan yang baik dan buruk, yang patut atau tidak patut dikerjakan serta tahu halal atau haram. Hal ini menumbuhkan rasa malu baik kepada dirinya sendiri dan juga kepada Tuhan Sang Pencipta. Sedang orang yang tidak memiliki kesadaran diri akan kesulitan membedakan positif atau negatif dan hatinya tertutup, misal : tindakan kriminalitas.
Kesadaran diri diperlukan oleh semua orang tak pandang ia berlatar belakang apa, termasuk juga BMI. Sangat penting hal ini disadari sejak dini sebagai modal untuk menghadapi globalisasi dunia disegala bidang. Dengan kesadaran diri, kita tidak akan terombang-ambing dalam mengambil tindakan. Apapun masalah yang dihadapi masih memiliki pijakan yang benar. Tidak mudah terseret arus kehidupan yang menyimpang. Memiliki satu kepercayaan dan kenyakinan bahwa diri kita bisa! Pertanyaannya kini, apakah kesadaran diri itu sudah kita miliki dan pahami?
Mari sama-sama kita melihat fenomena kehidupan BMI di Hong Kong dengan segala pernik-perniknya. Dari situ, kita bisa mengambil kesimpulan diperlukan tidaknya tindakan untuk menumbuhkan kesadaran diri dalam masing-masing orang.
*Di muat di Koran Berita Indonesia Hong Kong*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar