Kamis, 16 Agustus 2012

Akibat Pergaulan Bebas

Pembaca BI tercinta, semakin hari permasalahan yang terjadi dikalangan BMI Hong Kong semakin berwarna. Banyak kasus-kasus yang diberitakan di media massa, dari masalah gaji underpayment, libur, kesehatan, penyiksaan, pelecehan, utang piutang dan yang lagi ramai-ramainya diberitakan media adalah kasus pembuangan bayi di tempat sampah. Kejadian ini tentu saja menyentakkan hati setiap insan yang membacanya.


Kasus ini dimuat pula di media lokal Hong Kong yang tentu saja semakin menambah citra buruk BMI, hanya karena ulah segelintir orang yang keblinger. Nasi sudah menjadi bubur, sikap saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan masalah. Yang harus dilakukan kini adalah menanamkan kesadaran diri pada setiap individu, bahwa keberadaan mereka di Hong Kong bukan saja sebagai pekerja namun mereka juga sebagai duta bangsa yang punya tanggungjawab membawa citra bangsa di mata dunia.

Kita semua tahu, Hong Kong adalah negara tujuan BMI yang menempati urutan terbaik dalam memberikan hak-hak pada pekerja asing bila dibanding dengan negara lain. Selain itu Hong Kong merupakan negara yang menghargai kebebasan. Sayangnya kebebasan ini malah justru membuat banyak BMI salah jalan. Menggunakan kebebasan secara berlebihan sehingga menimbulkan berbagai masalah yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Seperti halnya kasus pembuangan bayi di tempat sampah, sangat melukai hati BMI lain yang mayoritas kaum hawa.

Menjadi satu perenungan bersama agar hal seperti ini tidak terjadi lagi dimasa-masa mendatang. Mengakhiri satu kehidupan anak manusia yang tak berdosa adalah perbuatan yang dilarang oleh agama manapun, apapun alasannya. Menjadi tanggungjawab bersama untuk saling mengingatkan dikalangan BMI yang sudah mulai bergeser ke pola hidup individulis. Permasalahan ini adalah imbas dari akibat pergaulan bebas di antara BMI. Mereka cepat akrab satu dengan lainnya karena merasa senasib. Namun mereka lupa, bahwa bebas bukan berarti tanpa batas.

Pergaulan bebas adalah bentuk perilaku menyimpang yang mana telah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Hal ini dipicu oleh beberapa sebab, di antaranya : emosi yang masih labil, tidak bisa mengendalikan diri dengan benar dll. Semua ini karena ada sebab, bisa jadi mereka punya masalah dengan keluarga, sedang mengalami kekecewaan, pengetahuan yang minim, memasuki komunitas yang salah serta tidak memiliki pegangan hidup.

Pembaca BI tercinta, di Hong Kong tidak ada larangan bergaul dengan siapapun, tetapi kita tetap perlu melihat dampak dari pergaulan tersebut. Jangan justru membuat kita terperosok dalam pergaulan bebas yang meninggalkan norma-norma agama dan asusila. Mengingat kembali tujuan utama ke Hong Kong, bisa menjadi satu tameng kuat agar tidak terseret arus pergaulan bebas karena tatanan masyarakat modern tak akan lepas dengan hal yang bermuara pada arah kebebasan dalam banyak aspek kehidupan, misal : kebebasan berpendapat, berpikir dan berbuat. Solusi agar kita terhindar dari dampak buruk akibat pergaulan bebas di antaranya :

1. Memperbaiki atau mengubah cara pandang/pola pikir dengan sikap optimis.

2. Menjaga keseimbangan pola hidup.

3. Jujur pada diri sendiri.

4. Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga terbina hubungan baik dengan sesamanya.

5. Perlunya berpikir tentang masa depan.

Dengan lima hal tersebut, diharapkan bisa mengurangi permasalahan BMI yang dirasakan semakin kompleks. Mari samakan persepsi tentang makna bebas. Kita bebas berpikir, berbicara, berekspresi dan berbuat selama masih dalam kancah kepositivan. Tidak ada larangan bagi kita untuk bergaul dengan siapapun, namun tetaplah ingat satu hal akan dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh pergaulan tersebut. Jangan justru membuat kita salah arah dan salah kaprah.

Menjaga komunikasi dengan keluarga bisa merekatkan hubungan dan sebagai sarana melepas rindu. Tatanan masyarakat modern tak akan lepas dengan hal-hal yang bermuara pada arah kebebasan untuk segala aspek kehidupan. Dan kita sebagai makhluk sosial punya keinginan berinteraksi dengan setiap orang, namun kita perlu mengukur kadarnya. Dalam berinteraksi, ada satu ilmu yang harus dipahami, yaitu : etika atau sopan-santun.

Kawan, mari sejenak kita renungkan dan pertanyakan pada diri sendiri tentang segala kejadian yang menimpa, baik negatif ataupun positif. Pasti ada hikmah dan pelajaran tersembunyi didalamnya. Kedudukan kita sebagai wanita sangat mulia serta memiliki peranan penting sesuai dengan bingkai yang telah digariskan oleh Tuhan. Seorang wanita yang kelak akan menjadi ibu bagi generasi-generasi penerus bangsa. Seorang wanita bukanlah sosok yang lemah dan tidak berdaya, tetapi ia adalah sumber dari seluruh kekuatan yang pernah dimiliki seorang manusia, dan itu telah nyata-nyata terbukti dengan keberanian meninggalkan Tanah Air untuk mengubah masa depan. Cintai dan hargailah diri kita sebagai wanita dengan tetap menjaga apapun yang telah dititipkan Tuhan pada kita.

*Dimuat oleh Koran Berita Indonesia Hong Kong*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar