Kamis, 23 Agustus 2012

Hong Kong, Ku Terpesona

Bicara tentang HongKong membuat kita akan banyak berpikir, setidaknya akan membawa angan kita menuju ke Tanah Air. Sesuatu yang dulunya tidak berarti jadi sangat berarti. Yang dulunya tidak tahu jadi tahu. Yang dulunya benci jadi suka. Yach, Hong Kong negara dengan 1000 ilmu dan kekreativan, itu menurut saya.


Banyak benda-benda di Indonesia dibiarkan begitu saja, ternyata di Hong Kong mampu menghasilkan uang, misal : tumbuh-tumbuhan dan hewan tertentu yang sudah mati. Dijadikan ramuan jamu godok, bahan masakan dll. Kok bisa?

Karena orang Indonesia tidak tahu kegunaannya sedangkan orang Hong Kong tahu manfaatnya.

Ditilik dari wilayah, Hong Kong tak seluas Indonesia. Hong Kong tak sekaya Indonesia, tapi Hong Kong mampu menyedot tenaga kerja Indonesia. Hong Kong tidak memiliki kekayaan alam yang berarti dibanding Indonesia, namun kehidupan rakyatnya sejahtera. Peralatan serba listrik ada dimana-mana. Kemudahan-kemudahan baik dari segi peralatan dan pelayanan menjadi satu hal yang lumrah, misal : kereta bawah tanah (MTR). Kemanapun tujuan bepergian, bisa dicapai dengan mudah dan tepat waktu. Tidak ada istilah “jam karet”, itu hanya berlaku diwilayah Indonesia. Oh, mungkin MTR itu terlalu mewah mengingat situasi dan kondisi di Indonesia, kita ambil contoh lain yang di Indonesia juga ada : Bus

Di Hong Kong banyak tersedia alat transportasi ini, baik di perkotaan atau daerah pedesaan. Bedanya hanya bentuknya yang bertingkat, tidak pakai kondektur, ada halte disetiap pemberhentian dan tentunya tepat waktu. Bagaimana dengan di Indonesia? Kita harus siapkan diri sabar menunggu. Belum lagi cara supirnya yang ugal-ugalan ditengah jalan karena rebutan penumpang.

Hal lain lagi, tentang kebiasaan/sikap seperti : disiplin, jujur, kreatif dll. Semua berjalan dengan apik. Disiplin pada peraturan yang telah ditetapkan dan disepakati. Semua elemen patuh menjalankan, tak peduli dia pejabat atau rakyat biasa. Justru pejabat tidak berani sedikitpun melanggar peraturan tersebut kalau tidak mau malu karenanya. Tidak berbuat sewenang-wenang dengan kekuasaannya. Seperti masalah waktu, antre, menyeberang jalan, membuang sampah, merokok pada tempat yang disediakan dan amsih banyak lagi.

Dalam hal kejujuran, menjadi hal yang sangat penting. Tanpa kejujuran, semua jadi kacau karena banyak yang akan melakukan pencurian hak-hak orang lain seperti korupsi. Bila seorang pejabat di Hong Kong melakukan itu, pasti langsung mengundurkan diri daripada aibnya diketahui atau masyarakat yang akan menyuruhnya untuk turun. Kejujuran menjadi hal yang sangat mutlak adanya. Tidak bisa ditawar atau dibeli dengan kekuasaan. Semua patuh pada peraturan, siapa salah dia harus menanggung akibatnya. Apakah ini berlaku di Indonesia? Kekuasaan bukan menjadi alat untuk pengabdi pada negeri tetapi sebagai kendaraan pemuas nafsu pribadi.

Hong Kong, negara kecil yang terus berbenah untuk maju. Dengan segala kekreativitasan, kejujuran, kedisiplinan semua pasti bisa terwujud. Inilah yang perlu ditiru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar