Penulis ingin meluahkan buah pikirnya, pengalamannya, juga segala sesuatu yang terjadi disekitarnya yang mampu mengusik nalurinya sebagai manusia yang senantiasa ingin berbenah. Lewat tulisan, penulis ingin berbagi
Kamis, 23 Agustus 2012
Hong Kong, Ku Terpesona
Bicara tentang HongKong membuat kita akan banyak berpikir, setidaknya akan membawa angan kita menuju ke Tanah Air. Sesuatu yang dulunya tidak berarti jadi sangat berarti. Yang dulunya tidak tahu jadi tahu. Yang dulunya benci jadi suka. Yach, Hong Kong negara dengan 1000 ilmu dan kekreativan, itu menurut saya.
Banyak benda-benda di Indonesia dibiarkan begitu saja, ternyata di Hong Kong mampu menghasilkan uang, misal : tumbuh-tumbuhan dan hewan tertentu yang sudah mati. Dijadikan ramuan jamu godok, bahan masakan dll. Kok bisa?
Karena orang Indonesia tidak tahu kegunaannya sedangkan orang Hong Kong tahu manfaatnya.
Ditilik dari wilayah, Hong Kong tak seluas Indonesia. Hong Kong tak sekaya Indonesia, tapi Hong Kong mampu menyedot tenaga kerja Indonesia. Hong Kong tidak memiliki kekayaan alam yang berarti dibanding Indonesia, namun kehidupan rakyatnya sejahtera. Peralatan serba listrik ada dimana-mana. Kemudahan-kemudahan baik dari segi peralatan dan pelayanan menjadi satu hal yang lumrah, misal : kereta bawah tanah (MTR). Kemanapun tujuan bepergian, bisa dicapai dengan mudah dan tepat waktu. Tidak ada istilah “jam karet”, itu hanya berlaku diwilayah Indonesia. Oh, mungkin MTR itu terlalu mewah mengingat situasi dan kondisi di Indonesia, kita ambil contoh lain yang di Indonesia juga ada : Bus
Di Hong Kong banyak tersedia alat transportasi ini, baik di perkotaan atau daerah pedesaan. Bedanya hanya bentuknya yang bertingkat, tidak pakai kondektur, ada halte disetiap pemberhentian dan tentunya tepat waktu. Bagaimana dengan di Indonesia? Kita harus siapkan diri sabar menunggu. Belum lagi cara supirnya yang ugal-ugalan ditengah jalan karena rebutan penumpang.
Hal lain lagi, tentang kebiasaan/sikap seperti : disiplin, jujur, kreatif dll. Semua berjalan dengan apik. Disiplin pada peraturan yang telah ditetapkan dan disepakati. Semua elemen patuh menjalankan, tak peduli dia pejabat atau rakyat biasa. Justru pejabat tidak berani sedikitpun melanggar peraturan tersebut kalau tidak mau malu karenanya. Tidak berbuat sewenang-wenang dengan kekuasaannya. Seperti masalah waktu, antre, menyeberang jalan, membuang sampah, merokok pada tempat yang disediakan dan amsih banyak lagi.
Dalam hal kejujuran, menjadi hal yang sangat penting. Tanpa kejujuran, semua jadi kacau karena banyak yang akan melakukan pencurian hak-hak orang lain seperti korupsi. Bila seorang pejabat di Hong Kong melakukan itu, pasti langsung mengundurkan diri daripada aibnya diketahui atau masyarakat yang akan menyuruhnya untuk turun. Kejujuran menjadi hal yang sangat mutlak adanya. Tidak bisa ditawar atau dibeli dengan kekuasaan. Semua patuh pada peraturan, siapa salah dia harus menanggung akibatnya. Apakah ini berlaku di Indonesia? Kekuasaan bukan menjadi alat untuk pengabdi pada negeri tetapi sebagai kendaraan pemuas nafsu pribadi.
Hong Kong, negara kecil yang terus berbenah untuk maju. Dengan segala kekreativitasan, kejujuran, kedisiplinan semua pasti bisa terwujud. Inilah yang perlu ditiru.
Banyak benda-benda di Indonesia dibiarkan begitu saja, ternyata di Hong Kong mampu menghasilkan uang, misal : tumbuh-tumbuhan dan hewan tertentu yang sudah mati. Dijadikan ramuan jamu godok, bahan masakan dll. Kok bisa?
Karena orang Indonesia tidak tahu kegunaannya sedangkan orang Hong Kong tahu manfaatnya.
Ditilik dari wilayah, Hong Kong tak seluas Indonesia. Hong Kong tak sekaya Indonesia, tapi Hong Kong mampu menyedot tenaga kerja Indonesia. Hong Kong tidak memiliki kekayaan alam yang berarti dibanding Indonesia, namun kehidupan rakyatnya sejahtera. Peralatan serba listrik ada dimana-mana. Kemudahan-kemudahan baik dari segi peralatan dan pelayanan menjadi satu hal yang lumrah, misal : kereta bawah tanah (MTR). Kemanapun tujuan bepergian, bisa dicapai dengan mudah dan tepat waktu. Tidak ada istilah “jam karet”, itu hanya berlaku diwilayah Indonesia. Oh, mungkin MTR itu terlalu mewah mengingat situasi dan kondisi di Indonesia, kita ambil contoh lain yang di Indonesia juga ada : Bus
Di Hong Kong banyak tersedia alat transportasi ini, baik di perkotaan atau daerah pedesaan. Bedanya hanya bentuknya yang bertingkat, tidak pakai kondektur, ada halte disetiap pemberhentian dan tentunya tepat waktu. Bagaimana dengan di Indonesia? Kita harus siapkan diri sabar menunggu. Belum lagi cara supirnya yang ugal-ugalan ditengah jalan karena rebutan penumpang.
Hal lain lagi, tentang kebiasaan/sikap seperti : disiplin, jujur, kreatif dll. Semua berjalan dengan apik. Disiplin pada peraturan yang telah ditetapkan dan disepakati. Semua elemen patuh menjalankan, tak peduli dia pejabat atau rakyat biasa. Justru pejabat tidak berani sedikitpun melanggar peraturan tersebut kalau tidak mau malu karenanya. Tidak berbuat sewenang-wenang dengan kekuasaannya. Seperti masalah waktu, antre, menyeberang jalan, membuang sampah, merokok pada tempat yang disediakan dan amsih banyak lagi.
Dalam hal kejujuran, menjadi hal yang sangat penting. Tanpa kejujuran, semua jadi kacau karena banyak yang akan melakukan pencurian hak-hak orang lain seperti korupsi. Bila seorang pejabat di Hong Kong melakukan itu, pasti langsung mengundurkan diri daripada aibnya diketahui atau masyarakat yang akan menyuruhnya untuk turun. Kejujuran menjadi hal yang sangat mutlak adanya. Tidak bisa ditawar atau dibeli dengan kekuasaan. Semua patuh pada peraturan, siapa salah dia harus menanggung akibatnya. Apakah ini berlaku di Indonesia? Kekuasaan bukan menjadi alat untuk pengabdi pada negeri tetapi sebagai kendaraan pemuas nafsu pribadi.
Hong Kong, negara kecil yang terus berbenah untuk maju. Dengan segala kekreativitasan, kejujuran, kedisiplinan semua pasti bisa terwujud. Inilah yang perlu ditiru.
Minggu, 19 Agustus 2012
CERPEN
Demi Sahabat
Oleh : Abdul Mu’id
(putra Anna Nirwana)
Pagi itu, aku terbangun dengan mata yang sembab dan membengkak. Semalam aku menangis di kamar sampai ketiduran. Entah berapa lama aku berderai air mata. Yah, aku baru saja mengalami kejadian yang membuat aku begitu sakit. Seorang cewek yang tanpa sengaja masuk dalam kehidupanku kini malah menghancurkan semuanya......
Aku mengenal Dinda dari Husni, teman dekatku. Kebetulan tiap malam Dinda latihan silat di samping Pon Pes tempat ku mengaji kala malam hari. Awalnya aku biasa saja dengan kehadirannya.Tapi hari-hari berikutnya, Dinda memulai kedekatan kami dengan sekedar menitip salam padaku. Nggak ada yang spesial memang, tapi hari-hariku mulai terasa indah dengan keberadaanya.
Hanya saja kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Disaat aku mulai menyukainya, tak ku sangka Dinda malah mengalihkan perhatiannya pada Husni. Aku bener-bener nggak tau harus berbuat apa. Tentu saja aku tak bisa menyalahkannya karna ini memang hak mereka. Aku mencoba ikhlas dengan hubungan mereka. Aku berusaha tegar dan mendukung hubungan mereka meski sebenarnya hatiku begitu sakit. Itu semua aku lakukan karna aku masih menghargai Santi sebagai sahabatku.
Aku memilih mengalah daripada harus kehilangan sahabat hanya karna seorang cewek, tapi hati kecilku masih tetap mengharapkan Dinda . Meski pacaran sama Husni, tapi nyatanya Dinda nggak pernah absent menghubungiku, baik melalui sms ataupun telpon. Aku bingung harus bersikap bagaimana. Karna rasa ikhlasku lah yang kini menuntunku untuk tetap berhubungan dengan Dinda. Jujur saat itu aku benar-benar telah merelakan Dinda. jadi apa salahnya jika aku menerima telpon dan smsnya.
Sayangnya pikiranku masih terlalu dangkal untuk menyikapi hal itu. Kedekatanku dengan Dinda yang telah ku anggap “teman” itu membuat Husni cemburu. Ia mengira Dinda selingkuh dan akulah selingkuhannya! Kini antara aku dan Husni serasa ada pemisah yang membuat kami tak lagi bisa seakrab dulu. Ada rasa canggung saat kami ngobrol,seperti orang baru kenal.
Hampir dua tahun lamanya aku tak pernah bertemu lagi dengan Dinda sejak saat itu. Ia tak pernah lagi menghubungiku, atapun Husni. Dinda seperti menghilang di telan bumi. Akupun perlahan bisa menghapusnya dari ingatanku dan Husni juga telah kembali seperti sedia kala, meski sekarang ia agak tertutup soal cewek.
Kini hari-hariku semakin berwarna setelah berhasil lolos seleksi dan masuk di SMP favorit di kota ku. Yach, menjadi anak baru tentunya bukan hal yang gampang. Karna aku termasuk anak yang sulit beradaptasi. Aku terlalu cuek dengan apa yang ada di sekitarku, namun kini aku telah memiliki beberapa teman akrab, tapi hanya satu yang kurasa telah benar-benar akrab, namanya Alfandy. Dia temen sebangku ku.
Anaknya cukup asyik, meski terkadang ada saat-saat dimana aku merasa muak padannya. Ada bberapa sifatnya yang tak ku suka. Dia terlalu pede dan kalau ngomong asal njeplak aja. Uukh..! Yang paling bikin aku sebel saat bersamanya, bila bila melihat cewek cantik dikit aja langsung kayak ikan kena pancing. Klepek-klepek nggak jelas!,mending kalau di niati satu cewek, Nach ini, tiap ada cewek selalu saja tingkahnya begitu. Bikin aku tambah muak tapi mau diapain juga dia tetap temen terbaikku (untuk saat ini).
Entah mimpi apa yang ku dapat semalam, pagi itu aku shock setengah mati dengar cerita Alfandy soal cewek barunya. Cewek itu, Dinda!! Dinda yang ku kenal beberpa tahun lalu. Yang telah hilang dari kehidupanku setelah menorehkan luka di hatiku, aku tak habis pikir ! Aku memang telah mengenalkan Alfandy pada temanku yang posisinya juga sebagai temen akrabnya Dinda, tapi aku nggak pernah berpikir semua ini bakal salah alamat.
Justru Dindalah yang kini berpacaran dengan Alfandy. Oh God! Semoga waktu sedang bercanda..! Aku nggak mau kejadian itu terulang kembali. Aku takkan sanggup jika harus mengulangnya, berpura-pura tegar seperti dulu. Aku muak!! Tapi kenyataanya kini, mereka memang pacaran. Tak ada yang bisa ku lakukan selain merelakan mereka. Sama seperti yang ku lakukan dulu, demi sahabat !
Oleh : Abdul Mu’id
(putra Anna Nirwana)
Pagi itu, aku terbangun dengan mata yang sembab dan membengkak. Semalam aku menangis di kamar sampai ketiduran. Entah berapa lama aku berderai air mata. Yah, aku baru saja mengalami kejadian yang membuat aku begitu sakit. Seorang cewek yang tanpa sengaja masuk dalam kehidupanku kini malah menghancurkan semuanya......
Aku mengenal Dinda dari Husni, teman dekatku. Kebetulan tiap malam Dinda latihan silat di samping Pon Pes tempat ku mengaji kala malam hari. Awalnya aku biasa saja dengan kehadirannya.Tapi hari-hari berikutnya, Dinda memulai kedekatan kami dengan sekedar menitip salam padaku. Nggak ada yang spesial memang, tapi hari-hariku mulai terasa indah dengan keberadaanya.
Hanya saja kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Disaat aku mulai menyukainya, tak ku sangka Dinda malah mengalihkan perhatiannya pada Husni. Aku bener-bener nggak tau harus berbuat apa. Tentu saja aku tak bisa menyalahkannya karna ini memang hak mereka. Aku mencoba ikhlas dengan hubungan mereka. Aku berusaha tegar dan mendukung hubungan mereka meski sebenarnya hatiku begitu sakit. Itu semua aku lakukan karna aku masih menghargai Santi sebagai sahabatku.
Aku memilih mengalah daripada harus kehilangan sahabat hanya karna seorang cewek, tapi hati kecilku masih tetap mengharapkan Dinda . Meski pacaran sama Husni, tapi nyatanya Dinda nggak pernah absent menghubungiku, baik melalui sms ataupun telpon. Aku bingung harus bersikap bagaimana. Karna rasa ikhlasku lah yang kini menuntunku untuk tetap berhubungan dengan Dinda. Jujur saat itu aku benar-benar telah merelakan Dinda. jadi apa salahnya jika aku menerima telpon dan smsnya.
Sayangnya pikiranku masih terlalu dangkal untuk menyikapi hal itu. Kedekatanku dengan Dinda yang telah ku anggap “teman” itu membuat Husni cemburu. Ia mengira Dinda selingkuh dan akulah selingkuhannya! Kini antara aku dan Husni serasa ada pemisah yang membuat kami tak lagi bisa seakrab dulu. Ada rasa canggung saat kami ngobrol,seperti orang baru kenal.
Hampir dua tahun lamanya aku tak pernah bertemu lagi dengan Dinda sejak saat itu. Ia tak pernah lagi menghubungiku, atapun Husni. Dinda seperti menghilang di telan bumi. Akupun perlahan bisa menghapusnya dari ingatanku dan Husni juga telah kembali seperti sedia kala, meski sekarang ia agak tertutup soal cewek.
Kini hari-hariku semakin berwarna setelah berhasil lolos seleksi dan masuk di SMP favorit di kota ku. Yach, menjadi anak baru tentunya bukan hal yang gampang. Karna aku termasuk anak yang sulit beradaptasi. Aku terlalu cuek dengan apa yang ada di sekitarku, namun kini aku telah memiliki beberapa teman akrab, tapi hanya satu yang kurasa telah benar-benar akrab, namanya Alfandy. Dia temen sebangku ku.
Anaknya cukup asyik, meski terkadang ada saat-saat dimana aku merasa muak padannya. Ada bberapa sifatnya yang tak ku suka. Dia terlalu pede dan kalau ngomong asal njeplak aja. Uukh..! Yang paling bikin aku sebel saat bersamanya, bila bila melihat cewek cantik dikit aja langsung kayak ikan kena pancing. Klepek-klepek nggak jelas!,mending kalau di niati satu cewek, Nach ini, tiap ada cewek selalu saja tingkahnya begitu. Bikin aku tambah muak tapi mau diapain juga dia tetap temen terbaikku (untuk saat ini).
Entah mimpi apa yang ku dapat semalam, pagi itu aku shock setengah mati dengar cerita Alfandy soal cewek barunya. Cewek itu, Dinda!! Dinda yang ku kenal beberpa tahun lalu. Yang telah hilang dari kehidupanku setelah menorehkan luka di hatiku, aku tak habis pikir ! Aku memang telah mengenalkan Alfandy pada temanku yang posisinya juga sebagai temen akrabnya Dinda, tapi aku nggak pernah berpikir semua ini bakal salah alamat.
Justru Dindalah yang kini berpacaran dengan Alfandy. Oh God! Semoga waktu sedang bercanda..! Aku nggak mau kejadian itu terulang kembali. Aku takkan sanggup jika harus mengulangnya, berpura-pura tegar seperti dulu. Aku muak!! Tapi kenyataanya kini, mereka memang pacaran. Tak ada yang bisa ku lakukan selain merelakan mereka. Sama seperti yang ku lakukan dulu, demi sahabat !
CERPEN
Arti Persahabatan Bagiku
Oleh : Abdul Mu’id
(Putra Anna Nirwana)
Bagiku arti persahabatan adalah teman bermain dan bergembira. Aku juga sering berdebat saat berbeda pendapat. Anehnya, semakin besar perbedaan itu, aku semakin suka. Aku belajar banyak hal. tapi ada suatu kisah yang membuat aku berpendapat berbeda tentang arti persahabatan. Saat itu, papa mamaku berlibur ke Bali dan aku sendirian menjaga rumah...
“Hahahahaha!” aku tertawa sambil membaca.
“Beni! Katanya mau cari referensi tugas kimia, malah baca komik. ini aku menemukan buku dari rak sebelah, mau pinjam atau tidak? Kamu bawa kartukan? Pokoknya besok Kamis, semua tugas kelompok pasti selesai, asal kita kerjakan malam ini. Yuhuuuu... ,setelah itu bebas tugas. Play Station!”jelas Judi dengan nada nyaring.
Judi orang yang simpel, punya banyak akal, tapi banyak juga yang gagal, hehehe..
Dari kelas 1 SMP sampai sekarang duduk di kelas 2 - aku sering sekelompok, beda lagi kalau masalah bermain PlayStation – Judi jagoannya. Rasanya seperti dia sudah tahu apa yang bakal terjadi di permainan itu. Tapi entah kenapa, sekalipun sebenarnya aku kurang suka main Play Station, gara-gara Judi, aku jadi ikut-ikutan suka main game.
Sahabatku yang kedua adalah Bang Jon, nama sebenarnya Jonathan. Bang Jon pemberani,badannya besar karena sehari bisa makan lima sampai enam kali. Sebentar lagi dia pastidatang,nah,sudahkudugadiadatangkesini.
“Kamu gak malu pakai kacamata hitam itu?” tanyaku pada Bang Jon yang baru masuk ke perpustakaan. Sudah empat hari ini dia sakit mata, tapi tadi pagi rasanya dia sudah sembuh. Tapi kacamata hitamnya masih dipakai. Aku heran, orang ini benar-benar kelewat pede. Aku semakin merasa unik dikelilingi dua sahabat yang over dosis pada berbagai hal.
Kami pulang bersama berjalan kaki, rumah kami dekat dengan sekolah, Bang Jon dan Judi juga teman satu komplek perumahan. Saat pulang dari sekolah terjadi sesuatu.
Kataku dalam hati sambil lihat dari kejauhan,” Eh,itu..?”. Aku sangat kenal dengan rumahku sendiri. Aku mulai ketakutan saat seorang asing bermobil terlihat masuk rumahku diam-diam. Karena semakin ketakutannya, aku tidak berani pulang ke rumah.
“Ohh iya itu!” Judi dan Bang Jon setuju denganku. Judi melihatku seksama, ia tahu kalau aku takut berkelahi. Aku melihat Judi seperti sedang berpikir tentangku dan merencanakan sesuatu.
“Oke, Beni, kamu pergi segera beritahu satpam sekarang, aku dan Bang Jon akan pergoki mereka lewat depan dan teriak maling, pasti tetangga keluar semua” bisikan Judi terdengar membuatku semakin ketakutan tak berbentuk.
Karena semakin ketakutan, terasa seperti sesak sekali bernafas, tidak bisa terucapkan kata apapun dari mulut.
“Beni, ayo, satpam” Judi membisiku sekali lagi.
Aku segera lari ke pos satpam yang ada diujung jalan dekat gapura, tidak terpikirkan lagi apa yang terjadi dengan dua sahabatku. Pak Satpam panik mendengar ceritaku, ia segera memberitahu petugas lainnya untuk segera datang menangkap maling dirumahku.
Aku kembali kerumah dibonceng petugas dengan motornya. Sekitar 4 menit lamanya saat aku pergi ke pos satpam dan kembali ke rumahku.
“Ya Tuhan!” kaget sekali melihat seorang petugas satpam lain yang datang lebih awal dari pada aku saat itu sedang mengolesi tisu ke hidung Bang Jon yang berdarah. Terlihat juga tangan Judi yang luka seperti kena pukul. Satpam langsung menelpon polisi akibat kasus pencurian ini.
“Jangan khawatir, kita berdua berhasil menggagalkan mereka. Tadi saat kami teriak maling, ternyata tidak ada tetangga yang keluar rumah. Alhasil, maling itu terbirit-birit keluar dan berpapasan dengan ku. Ya akhirnya kena pukul dech. Judi juga kena serempet mobil mereka yang terburu-buru pergi” jawab Bang Jon dengan tenang dan pedenya kepadaku.
Kemudian Judi membalas perkataan Bang Jon “Rumahmu aman, kita memergoki mereka saat awal-awal, jadi tidak sempat ambil barang dirumahmu.”
Singkat cerita, aku mengobati mereka berdua. Mama Judi dan mamanya Bang Jon datang kerumahku dan kami menjelaskan apa yang tadi terjadi. Anehnya, peristiwa adanya maling ini seperti tidak pernah terjadi.
“Hahahahaha... “Judi malah tertawa dan melanjutkan bercerita tentang tokoh kesayangannya saat main Play Station. Sedangkan Bang Jon bercerita kalau dia masih sempat-sempatnya menyelamatkan kacamata hitamnya sesaat sebelum hidungnya kena pukul. Bagaimana caranya? aku juga kurang paham. Bang Jon kurang jelas saat bercerita pengalamannya.
“Hahahahaha... ” Aku tertawa dalam hati karena mereka berdua memberikan pelajaran berarti bagiku. Aku tidak mungkin menangisi mereka, malu dong sama Bang Jon dan Judi. Tapi ada pelajaran yang kupetik dari dua sahabatku ini.
Arti persahabatan bukan cuma teman bermain dan bersenang-senang. Mereka lebih mengerti ketakutan dan kelemahan diriku. Judi dan Bang Jon adalah sahabat terbaikku. Pikirku, tidak ada orang rela mengorbankan nyawanya jika bukan untuk sahabatnya ( Judi dan Bang Jon salah satunya ).
Oleh : Abdul Mu’id
(Putra Anna Nirwana)
Bagiku arti persahabatan adalah teman bermain dan bergembira. Aku juga sering berdebat saat berbeda pendapat. Anehnya, semakin besar perbedaan itu, aku semakin suka. Aku belajar banyak hal. tapi ada suatu kisah yang membuat aku berpendapat berbeda tentang arti persahabatan. Saat itu, papa mamaku berlibur ke Bali dan aku sendirian menjaga rumah...
“Hahahahaha!” aku tertawa sambil membaca.
“Beni! Katanya mau cari referensi tugas kimia, malah baca komik. ini aku menemukan buku dari rak sebelah, mau pinjam atau tidak? Kamu bawa kartukan? Pokoknya besok Kamis, semua tugas kelompok pasti selesai, asal kita kerjakan malam ini. Yuhuuuu... ,setelah itu bebas tugas. Play Station!”jelas Judi dengan nada nyaring.
Judi orang yang simpel, punya banyak akal, tapi banyak juga yang gagal, hehehe..
Dari kelas 1 SMP sampai sekarang duduk di kelas 2 - aku sering sekelompok, beda lagi kalau masalah bermain PlayStation – Judi jagoannya. Rasanya seperti dia sudah tahu apa yang bakal terjadi di permainan itu. Tapi entah kenapa, sekalipun sebenarnya aku kurang suka main Play Station, gara-gara Judi, aku jadi ikut-ikutan suka main game.
Sahabatku yang kedua adalah Bang Jon, nama sebenarnya Jonathan. Bang Jon pemberani,badannya besar karena sehari bisa makan lima sampai enam kali. Sebentar lagi dia pastidatang,nah,sudahkudugadiadatangkesini.
“Kamu gak malu pakai kacamata hitam itu?” tanyaku pada Bang Jon yang baru masuk ke perpustakaan. Sudah empat hari ini dia sakit mata, tapi tadi pagi rasanya dia sudah sembuh. Tapi kacamata hitamnya masih dipakai. Aku heran, orang ini benar-benar kelewat pede. Aku semakin merasa unik dikelilingi dua sahabat yang over dosis pada berbagai hal.
Kami pulang bersama berjalan kaki, rumah kami dekat dengan sekolah, Bang Jon dan Judi juga teman satu komplek perumahan. Saat pulang dari sekolah terjadi sesuatu.
Kataku dalam hati sambil lihat dari kejauhan,” Eh,itu..?”. Aku sangat kenal dengan rumahku sendiri. Aku mulai ketakutan saat seorang asing bermobil terlihat masuk rumahku diam-diam. Karena semakin ketakutannya, aku tidak berani pulang ke rumah.
“Ohh iya itu!” Judi dan Bang Jon setuju denganku. Judi melihatku seksama, ia tahu kalau aku takut berkelahi. Aku melihat Judi seperti sedang berpikir tentangku dan merencanakan sesuatu.
“Oke, Beni, kamu pergi segera beritahu satpam sekarang, aku dan Bang Jon akan pergoki mereka lewat depan dan teriak maling, pasti tetangga keluar semua” bisikan Judi terdengar membuatku semakin ketakutan tak berbentuk.
Karena semakin ketakutan, terasa seperti sesak sekali bernafas, tidak bisa terucapkan kata apapun dari mulut.
“Beni, ayo, satpam” Judi membisiku sekali lagi.
Aku segera lari ke pos satpam yang ada diujung jalan dekat gapura, tidak terpikirkan lagi apa yang terjadi dengan dua sahabatku. Pak Satpam panik mendengar ceritaku, ia segera memberitahu petugas lainnya untuk segera datang menangkap maling dirumahku.
Aku kembali kerumah dibonceng petugas dengan motornya. Sekitar 4 menit lamanya saat aku pergi ke pos satpam dan kembali ke rumahku.
“Ya Tuhan!” kaget sekali melihat seorang petugas satpam lain yang datang lebih awal dari pada aku saat itu sedang mengolesi tisu ke hidung Bang Jon yang berdarah. Terlihat juga tangan Judi yang luka seperti kena pukul. Satpam langsung menelpon polisi akibat kasus pencurian ini.
“Jangan khawatir, kita berdua berhasil menggagalkan mereka. Tadi saat kami teriak maling, ternyata tidak ada tetangga yang keluar rumah. Alhasil, maling itu terbirit-birit keluar dan berpapasan dengan ku. Ya akhirnya kena pukul dech. Judi juga kena serempet mobil mereka yang terburu-buru pergi” jawab Bang Jon dengan tenang dan pedenya kepadaku.
Kemudian Judi membalas perkataan Bang Jon “Rumahmu aman, kita memergoki mereka saat awal-awal, jadi tidak sempat ambil barang dirumahmu.”
Singkat cerita, aku mengobati mereka berdua. Mama Judi dan mamanya Bang Jon datang kerumahku dan kami menjelaskan apa yang tadi terjadi. Anehnya, peristiwa adanya maling ini seperti tidak pernah terjadi.
“Hahahahaha... “Judi malah tertawa dan melanjutkan bercerita tentang tokoh kesayangannya saat main Play Station. Sedangkan Bang Jon bercerita kalau dia masih sempat-sempatnya menyelamatkan kacamata hitamnya sesaat sebelum hidungnya kena pukul. Bagaimana caranya? aku juga kurang paham. Bang Jon kurang jelas saat bercerita pengalamannya.
“Hahahahaha... ” Aku tertawa dalam hati karena mereka berdua memberikan pelajaran berarti bagiku. Aku tidak mungkin menangisi mereka, malu dong sama Bang Jon dan Judi. Tapi ada pelajaran yang kupetik dari dua sahabatku ini.
Arti persahabatan bukan cuma teman bermain dan bersenang-senang. Mereka lebih mengerti ketakutan dan kelemahan diriku. Judi dan Bang Jon adalah sahabat terbaikku. Pikirku, tidak ada orang rela mengorbankan nyawanya jika bukan untuk sahabatnya ( Judi dan Bang Jon salah satunya ).
CERPEN
Kerajaan Langit
Oleh : Abdul Muid & Anna Nirwana
Pada zaman dahulu kala, hiduplah sepasang suami istri. Mereka berdua tinggal di tengah hutan bersama hewan-hewan yang ada di hutan. Si suami bernama Shino, sedangkan istrinya bernama Cauri. Mereka memelihara banyak hewan di hutan, diantaranya Kelinci, Jerapah, Gajah, Rusa, Tikus, dan masih banyak lagi. Anehnya, hewan tersebut bisa berbicara layaknya manusia. Mereka hidup rukun dan damai. Tak ada satupun manusia yang hidup di hutan tersebut, kecuali mereka berdua. Sudah dua tahun mereka menikah, tapi belum juga dikaruniai seorang anak.
Sang istri sangat sedih dan merasa bersalah karena tak bisa memberikan keturunan. Tapi, Shino terus menghibur istrinya dan selalu berdo’a agar mereka diberikan seorang anak. Pada suatu hari, Shino hendak pergi ke hutan untuk mencari buah dan sayuran segar. Ia tidak pergi sendiri, tapi ditemani oleh hewan lainnya. Tinggallah Cauri sendirian di rumah. Pada saat Cauri hendak menjemur pakaian, tiba-tiba saja ada cahaya dari langit yang menerangi Cauri. Cahaya tersebut menyinari Cauri dan membuat matanya menjadi silau. Cauri sangat kaget, dan lari ketakutan ke dalam rumah. Cahaya itupun menghilang dengan sekejap mata.
Tak lama sesudahnya, Shino sampai dirumah dengan membawa sekeranjang buah dan sayuran segar untuk disantap hari ini. Cauri sangat senang, sehingga ia lupa dengan kejadian yang tadi. “Suamiku, banyak sekali engkau mendapatkan buah dan sayuran ini,” kata Cauri senang
.“Benar, ini berkat si Jerapah yang membantuku memetik buah yang sangat tinggi,” jawab Shino.
“Terima kasih Jerapah, engkau baik sekali,” kata Cauri dengan tersenyum.
“Ah, itu belum apa-apa dibandingkan jasa kalian yang sudah merawat dan mau menampungku,” jawab Jerapah sedikit malu. Mereka tertawa bersama dan makan dengan riang gembira.
Esoknya, Cauri sangat kaget sekaligus gembira. Apa yang diidamkan Cauri dan Shino akhirnya terkabul. Sebentar lagi mereka akan mempunyai seorang anak. Mereka sangat gembira, karena akan adanya anggota baru dalam hidup mereka. Sembilan bulan kemudian, lahirlah seorang bayi laki-laki mungil dan sangat tampan. Anak yang mereka nantikan akhirnya datang juga. Anehnya, warna kulit bayi tersebut berwarna sangat terang, seperti cahaya. Oleh karena itu, mereka memberinya nama Akarui yang artinya terang. Hidup mereka sangat damai dan tenang. Cauri, Shino selalu merawat Akarui dengan hati-hati.
Ternyata kegembiraan dan kedamaian tidak berlangsung lama. Hutan yang mereka tempati sangatlah subur dan bagus untuk membangun suatu wilayah. Oleh karena itu, banyak sekali kerajaan yang ingin mengambil daerah tersebut. Tapi, yang berhasil masuk ke wilayah itu hanya tiga kerajaan. Merekapun berebut ingin menguasai daerah tersebut. Shino dan lainnya sangat resah dengan keberadaan tiga kerajaan itu. Sepertinya mereka ingin berperang. Shino tidak mau memberikan hutan itu kepada Raja. Hal itu membuat ketiga raja tersebut marah besar dan mengepung mereka. Raja mengancam Shino apabila ia tidak memberikan hutan itu.
“Kalau kau tak mau memberikan hutan ini kepadaku, maka kau, istrimu, anakmu, beserta hewan peliharaanmu akan kubunuh,” gertak Raja.
Shino hanya bisa diam, sebab tak mungkin ia melawan kepada Raja yang mempunyai banyak prajurit. Perangpun terjadi. Tiga kerajaan tersebut berperang di hutan tempat Shino tinggal.
Shino mencari akal, bagaimana supaya bisa terbebas dari kepungan perang. Ia tak mau anak dan istrinya terluka. Akhirnya Shino menemukan tempat yang aman untuk berlindung, yaitu di sebuah gunung yang sangat tinggi, tingginya melebihi langit.
“Istriku, aku punya ide,” kata Shino.
“Ide apa?” tanya Cauri sedikit ketakutan.
“Bagaimana kalau kita mendaki gunung itu sampai ke puncak, kita akan aman disana,” kata Shino sambil menunjuk ke gunung tersebut.
“Baiklah, tak ada pilihan. Walau bagaimanapun kita harus sampai ke puncaknya. Agar kita semua bisa selamat,” jawab Cauri.
Semua setuju, tanpa pikir panjang, mereka langsung menuju ke gunung tersebut dengan diam-diam. Saking sibuknya sang Raja, sehingga ia lupa kalau Shino dan lainnya sudah pergi. Akhirnya mereka sampai dipuncak gunung. Puncaknya sangat curam dan berbahaya. Banyak sekali awan berkumpul di puncak gunung, sehingga mereka tak bisa menyaksikan perperangan.
Sewaktu si Kelinci ingin berpindah tempat, ia terjatuh di atas awan yang lembut. Anehnya awan tersebut tidak lunak, melainkan keras dan bisa berdiri di sana. Shino dan lainnya sangat kaget, ini aneh bin ajaib. Awan tempat kelinci berdiri sama seperti tanah. Si Kelinci langsung memanggil Shino.
“Hai, kawan. Disini awannya sangat keras, aku bisa berdiri di sini,” kata si Kelinci riang.
Shino dan lainnya langsung melompat, meski awalnya merasa canggung, namun mereka merasa senang.
Ketiga Raja baru sadar kalau Shino dan keluarganya serta yang lain sudah pergi. Betapa marahnya ketiga Raja tersebut. Ketiganya menyuruh prajurit mereka untuk mencari Shino dan keluarganya. Setelah mencari beberapa jam, tak ada hasil. Sewaktu Raja melihat ke awan, ia melihat Shino dan lainnya di sana. Raja geram dan menyuruh prajuritnya untuk memanahi mereka.
Shino, Cauri, Akauri, dan para hewan langsung menunduk, karena mereka takut kalau terkena panah. Shino melindungi anak dan istrinya, agar mereka tak terluka. Akarui menangis karena terkejut. Shino tak bisa berbuat apa-apa.
“Tuhan, tolonglah kami,” kata Shino dengan bergelimang air mata. Shino terus menangis dan menangis. Akhirnya air mata mereka berkumpul di awan tempat mereka berpijak. Awan menjadi hitam, dan turunlah hujan yang sangat lebat sekali. Petir-petir berhamburan dengan liarnya, air bah datang dan menghanyutkan hutan tempat ketiga Raja berdiri. Mereka beserta prajuritnya hanyut terbawa air bah. Setelah hujan reda, Shino melihat Bumi seperti padang pasir yang kering dan tak ada satupun pohon yang berdiri. Semuanya telah hanyut terbawa air Bah. Shino dan lainnya ingin sekali turun dan kembali ke Bumi, tapi mereka tak tahu bagaimana cara turun. Akhirnya mereka memutuskan untuk tetap tinggal di awan yang sudah menolong mereka.
Ajaibnya, awan yang mereka tempati ditumbuhi banyak pepohonan, lama kelaman berubah seperti Bumi. Sayangnya mereka melayang di langit. Shino membangun rumah yang cukup besar. Rumah yang mereka buat berubah menjadi istana yang sangat megah. Akarui yang dulunya masih bayi, lama kelamaan berubah menjadi seorang pangeran yang sangat tampan. Akarui membangun sebuah kerajaan yang diberi nama “Kerajaan Langit.” Akhirnya hidup mereka menjadi tentram dan damai. Mereka yang dulunya manusia Bumi, sekarang menjadi manusia langit.
Demikianlah, kebaikan tidak akan pernah kalah oleh kejahatan. Dimanapun berada, akan menang. Sifat serakah yang dimiliki manusia bisa menghancurkan segalanya. Sifat ini muncul karena tidak adanya rasa syukur atas apapun yang telah diberikan Tuhan Sang Pencipta alam semesta. Maka dari itu, marilah kita selalu tanamkan rasa syukur dalam hati, contoh terkecil dan paling dekat : nafas kita!
Oleh : Abdul Muid & Anna Nirwana
Pada zaman dahulu kala, hiduplah sepasang suami istri. Mereka berdua tinggal di tengah hutan bersama hewan-hewan yang ada di hutan. Si suami bernama Shino, sedangkan istrinya bernama Cauri. Mereka memelihara banyak hewan di hutan, diantaranya Kelinci, Jerapah, Gajah, Rusa, Tikus, dan masih banyak lagi. Anehnya, hewan tersebut bisa berbicara layaknya manusia. Mereka hidup rukun dan damai. Tak ada satupun manusia yang hidup di hutan tersebut, kecuali mereka berdua. Sudah dua tahun mereka menikah, tapi belum juga dikaruniai seorang anak.
Sang istri sangat sedih dan merasa bersalah karena tak bisa memberikan keturunan. Tapi, Shino terus menghibur istrinya dan selalu berdo’a agar mereka diberikan seorang anak. Pada suatu hari, Shino hendak pergi ke hutan untuk mencari buah dan sayuran segar. Ia tidak pergi sendiri, tapi ditemani oleh hewan lainnya. Tinggallah Cauri sendirian di rumah. Pada saat Cauri hendak menjemur pakaian, tiba-tiba saja ada cahaya dari langit yang menerangi Cauri. Cahaya tersebut menyinari Cauri dan membuat matanya menjadi silau. Cauri sangat kaget, dan lari ketakutan ke dalam rumah. Cahaya itupun menghilang dengan sekejap mata.
Tak lama sesudahnya, Shino sampai dirumah dengan membawa sekeranjang buah dan sayuran segar untuk disantap hari ini. Cauri sangat senang, sehingga ia lupa dengan kejadian yang tadi. “Suamiku, banyak sekali engkau mendapatkan buah dan sayuran ini,” kata Cauri senang
.“Benar, ini berkat si Jerapah yang membantuku memetik buah yang sangat tinggi,” jawab Shino.
“Terima kasih Jerapah, engkau baik sekali,” kata Cauri dengan tersenyum.
“Ah, itu belum apa-apa dibandingkan jasa kalian yang sudah merawat dan mau menampungku,” jawab Jerapah sedikit malu. Mereka tertawa bersama dan makan dengan riang gembira.
Esoknya, Cauri sangat kaget sekaligus gembira. Apa yang diidamkan Cauri dan Shino akhirnya terkabul. Sebentar lagi mereka akan mempunyai seorang anak. Mereka sangat gembira, karena akan adanya anggota baru dalam hidup mereka. Sembilan bulan kemudian, lahirlah seorang bayi laki-laki mungil dan sangat tampan. Anak yang mereka nantikan akhirnya datang juga. Anehnya, warna kulit bayi tersebut berwarna sangat terang, seperti cahaya. Oleh karena itu, mereka memberinya nama Akarui yang artinya terang. Hidup mereka sangat damai dan tenang. Cauri, Shino selalu merawat Akarui dengan hati-hati.
Ternyata kegembiraan dan kedamaian tidak berlangsung lama. Hutan yang mereka tempati sangatlah subur dan bagus untuk membangun suatu wilayah. Oleh karena itu, banyak sekali kerajaan yang ingin mengambil daerah tersebut. Tapi, yang berhasil masuk ke wilayah itu hanya tiga kerajaan. Merekapun berebut ingin menguasai daerah tersebut. Shino dan lainnya sangat resah dengan keberadaan tiga kerajaan itu. Sepertinya mereka ingin berperang. Shino tidak mau memberikan hutan itu kepada Raja. Hal itu membuat ketiga raja tersebut marah besar dan mengepung mereka. Raja mengancam Shino apabila ia tidak memberikan hutan itu.
“Kalau kau tak mau memberikan hutan ini kepadaku, maka kau, istrimu, anakmu, beserta hewan peliharaanmu akan kubunuh,” gertak Raja.
Shino hanya bisa diam, sebab tak mungkin ia melawan kepada Raja yang mempunyai banyak prajurit. Perangpun terjadi. Tiga kerajaan tersebut berperang di hutan tempat Shino tinggal.
Shino mencari akal, bagaimana supaya bisa terbebas dari kepungan perang. Ia tak mau anak dan istrinya terluka. Akhirnya Shino menemukan tempat yang aman untuk berlindung, yaitu di sebuah gunung yang sangat tinggi, tingginya melebihi langit.
“Istriku, aku punya ide,” kata Shino.
“Ide apa?” tanya Cauri sedikit ketakutan.
“Bagaimana kalau kita mendaki gunung itu sampai ke puncak, kita akan aman disana,” kata Shino sambil menunjuk ke gunung tersebut.
“Baiklah, tak ada pilihan. Walau bagaimanapun kita harus sampai ke puncaknya. Agar kita semua bisa selamat,” jawab Cauri.
Semua setuju, tanpa pikir panjang, mereka langsung menuju ke gunung tersebut dengan diam-diam. Saking sibuknya sang Raja, sehingga ia lupa kalau Shino dan lainnya sudah pergi. Akhirnya mereka sampai dipuncak gunung. Puncaknya sangat curam dan berbahaya. Banyak sekali awan berkumpul di puncak gunung, sehingga mereka tak bisa menyaksikan perperangan.
Sewaktu si Kelinci ingin berpindah tempat, ia terjatuh di atas awan yang lembut. Anehnya awan tersebut tidak lunak, melainkan keras dan bisa berdiri di sana. Shino dan lainnya sangat kaget, ini aneh bin ajaib. Awan tempat kelinci berdiri sama seperti tanah. Si Kelinci langsung memanggil Shino.
“Hai, kawan. Disini awannya sangat keras, aku bisa berdiri di sini,” kata si Kelinci riang.
Shino dan lainnya langsung melompat, meski awalnya merasa canggung, namun mereka merasa senang.
Ketiga Raja baru sadar kalau Shino dan keluarganya serta yang lain sudah pergi. Betapa marahnya ketiga Raja tersebut. Ketiganya menyuruh prajurit mereka untuk mencari Shino dan keluarganya. Setelah mencari beberapa jam, tak ada hasil. Sewaktu Raja melihat ke awan, ia melihat Shino dan lainnya di sana. Raja geram dan menyuruh prajuritnya untuk memanahi mereka.
Shino, Cauri, Akauri, dan para hewan langsung menunduk, karena mereka takut kalau terkena panah. Shino melindungi anak dan istrinya, agar mereka tak terluka. Akarui menangis karena terkejut. Shino tak bisa berbuat apa-apa.
“Tuhan, tolonglah kami,” kata Shino dengan bergelimang air mata. Shino terus menangis dan menangis. Akhirnya air mata mereka berkumpul di awan tempat mereka berpijak. Awan menjadi hitam, dan turunlah hujan yang sangat lebat sekali. Petir-petir berhamburan dengan liarnya, air bah datang dan menghanyutkan hutan tempat ketiga Raja berdiri. Mereka beserta prajuritnya hanyut terbawa air bah. Setelah hujan reda, Shino melihat Bumi seperti padang pasir yang kering dan tak ada satupun pohon yang berdiri. Semuanya telah hanyut terbawa air Bah. Shino dan lainnya ingin sekali turun dan kembali ke Bumi, tapi mereka tak tahu bagaimana cara turun. Akhirnya mereka memutuskan untuk tetap tinggal di awan yang sudah menolong mereka.
Ajaibnya, awan yang mereka tempati ditumbuhi banyak pepohonan, lama kelaman berubah seperti Bumi. Sayangnya mereka melayang di langit. Shino membangun rumah yang cukup besar. Rumah yang mereka buat berubah menjadi istana yang sangat megah. Akarui yang dulunya masih bayi, lama kelamaan berubah menjadi seorang pangeran yang sangat tampan. Akarui membangun sebuah kerajaan yang diberi nama “Kerajaan Langit.” Akhirnya hidup mereka menjadi tentram dan damai. Mereka yang dulunya manusia Bumi, sekarang menjadi manusia langit.
Demikianlah, kebaikan tidak akan pernah kalah oleh kejahatan. Dimanapun berada, akan menang. Sifat serakah yang dimiliki manusia bisa menghancurkan segalanya. Sifat ini muncul karena tidak adanya rasa syukur atas apapun yang telah diberikan Tuhan Sang Pencipta alam semesta. Maka dari itu, marilah kita selalu tanamkan rasa syukur dalam hati, contoh terkecil dan paling dekat : nafas kita!
PUISI
15 tahun sudah kulewati
Perjalanan panjang hidupku bersamamu
Engkau berikan pelukan saat ku rapuh
Engkau berikan tawamu saat ku bersedih
Engkau ajarkan semua yang tak pernah kumengerti
Ketulusanmu mendampingiku……
takkan pernah kulupakan
Bunda,
Seandainya aku bisa,
Aku ingin tetap menjadi putramu
Yang selalu tidur dalam pangkuanmu
Yang selalu kan hapus air matanya saat ku bersedih
Kuingin engkau selalu ada bersamaku
Tapi mungkin tak bisa
Karena engkau harus pergi untuk sementara
Meninggalkan aku
Untuk mencari uang untuk hidupku
kau pergi jauh sekali……..
Harus kulalui hari tanpamu
Aku tak tahu apa aku mampu
Tapi kuyakin pasti bisa
Semua demi aku
Akan kusimpan sejenak kerinduanku padamu…….
Kuyakin semua itu……
Terbayangkan perjuanganmu di sana.....
Bunda,
Aku berjanji aku takkan menyerah
Tunggu aku Bunda…….
Aku akan menggapai cita-citaku…..
dengan membahagiankanmu nanti.....
Kan kubawa serta semua kisah
hidupku disini
Yang selalu bertahan dalam doamu.
Menjadi BMI Yang Berkarakter
“Aku jengkel banget hari ini, gara-gara tuyulku nakal, aku dimarahi lampirku. Masak karena masalah sepele saja, aku dimarahi. Dasar majikan bawel…!”
Seringkali kita mendengar kalimat-kalimat yang mengandung kemarahan, kekecewaan, ketakutan dan masih banyak hal lain, selama kita menjalani rutinitas kerja di rumah majikan. Suka duka menjadi satu hal yang tidak terpisahkan dan memang itulah kenyataannya. Namun, bila kita tahu, bahwa suka duka adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia, semua menjadi biasa-biasa saja. Sebenarnya, kenapa hal-hal seperti di ini bisa terjadi?
Kawan’s, selama ini, tanpa sadar, kita telah terbelenggu dalam rutinitas yang menghambat pencapaian cita-cita. Apa yang kita alami dalam keseharian kita, adalah buah dari pikiran. Kita telah menghabiskan waktu lebih banyak untuk memikirkan hal-hal yang bersifat negatif, maka, itu pula yang didapatkan. Kita menuntut lebih terhadap sesuatu hal namun kita tidak mau memberikan hal yang lebih alias perhitungan. Selalu mencari kekurangan dan membanding-bandingkan. Hasilnya adalah kekecewaan ketika mendapati fakta nasib kita lebih buruk dari orang lain.
Setiap waktu, kita hanya fokus pada keburukan dan ketidaknyaman di rumah majikan. Yang cerewetlah, banyak pekerjaanlah, anak asuh yang nakallah, pelitlah dlsb.
Semua ini hasil dari sebuah kefokusan yang terus-menerus kita pikiran ditambah dengan emosi intens, seperti marah, jengkel, kecewa, takut, khawatir dll. Selama kita masih berkubang dalam ranah ini, sulit untuk bisa keluar dari cengkraman ketidaknyaman dalam segala lini hidup. Berapa lama kita sanggup bertahan..?
Selain itu, ada hal lain yang membuat suasana kerja tidak nyaman, yaitu sikap kita. Sikap yang bagaimana? Mungkin itu pertanyaan yang ada di benak kita. Sikap kita suka membanding-bandingkan majikan dengan orang lain akan membuat rasa malas dalam bekerja. Rasa malas tidak akan menghasilkan sesuatu yang berkualitas.
Kawan’s, ketahuilah, bahwa sesungguhnya, sebuah kualitas terbentuk dari keberhasilan kita melewati berbagai kesulitan. Kita mampu melalui setiap ujian yang datang silih berganti, baik datangnya dari keluarga, teman atau majikan.
Apakah ujian itu? Ujian adalah tantangan, tekanan, kesulitan, penderitaan dan hal-hal yang tidak kita sukai. Pasti ada di antara kita yang akhirnya jadi pintar, wawasannya luas, punya banyak solusi penyelesaian hidup lalu terheran-heran. Kok bisa ya? Kok sekarang saya jadi pintar ya, dan sejuta kata kok lainnya. Kesimpulannya, ujian adalah sarana menjadi bisa karena tidak ada kualitas yang tidak diuji. Sikap yang kita pilih akan membentuk sebuah karakter dalam diri kita. Seperti halnya produk makanan, perabotan, elektronik terkenal, semua telah diuji coba.
OK-lah, kita merasa mampu bertahan sampai finis kontrak. Pertanyaannya enakkah hidup berteman ketidaknyaman karena memendam emosi? Kawan’s, hidup adalah pilihan, bila kita bisa dapat yang nyaman kenapa mesti pilih yang tidak nyaman? Banyak orang mencari kenyamanan di luar dirinya, padahal kenyamanan itu ada dalam dirinya. Ibarat kita kehilangan jarum jahit di ruang tamu, tetapi kita mencarinya di halaman depan rumah. Kita tidak akan pernah menemukannya!
Bagaimana kita menemukan kenyamanan itu? Cara paling mudah murah dan jitu adalah dengan mengubah cara berpikir kita terhadap ketidaknyamanan tersebut. Misalnya majikan kita sangat disiplin dalam urusan waktu sehingga kita merasa terkekang, solusinya adalah mencari sisi positif dari kedisiplinan itu. Nanti akan kita temukan jawaban yang di antaranya adalah, kita bisa menghargai waktu. Contoh lain lagi, ketika kita mendapati majikan yang sangat teliti dengan uang belanja dan minta kwitansi dari segala bentuk pembelian kebutuhan sehari-hari, sisi positif yang bisa kita ambil adalah, belajar teliti. Dan masih banyak lagi…
Kesimpulannya adalah, bahwa, kenyamanan tergantung dari bagaimana kita menyingkapi. Tergantung dari bagaimana kita menilainya. Tepatnya tergantung dari resppon kita terhadapnya. Bila respon kita jelek, maka ketidaknyamananlah yang didapat, dan bila respon kita bagus, kenyamananlah yang dirasakan. Respon kita akan membentuk karakter dan karakter ini berawal dari cara pandang/penilaian terhadap suatu kejadian. Beberapa karakter yang membantu kita berhasil, di antaranya adalah, kita memiliki empati terhadap sesama, tahan uji dan selalu bersyukur dalam segala keadaan serta beriman.
Karakter bukan diciptakan tetapi dibentuk oleh respon-respon kita dalam menghadapi hidup dan segala pernik-perniknya. Beberapa hal yang juga memicu terbentuknya karakter, yaitu : temperamen dasar, kenyakinan yang percayai, pendidikan/wawasan yang kita ketahui, motivasi hidup yang seperti apa yang kita miliki serta pengalaman hidup yang meliputi masa lalu, pola asuh dan lingkungan dimana kita berada. Nach, kawan’s, sekarang kita bisa mengambil kesimpulan dengan kalimat diawal tulisan ini.
Dalam bayangan saja, kita tahu tuyul itu seperti apa, dan lampir itu seperti apa. Yang kita tahu, dua panggilan tersebut di atas adalah sebutan buat sosok yang jahat meskipun hanya sebuah dongeng. Apapun yang kita masukan kedalam pikiran kita (baik/buruk), dalam jangka yang cukup lama akan menjadi sebuah program pikiran. Mari kita menyebut anggota keluarga majikan kita dengan panggilan yang mengenakkan hati dan menyejukkan telinga. Untuk sebuah kenyamanan, kitalah yang menciptakan. Make happy now…!!!
*Dimuat koran BERITA INDONESIS HONGKONG*
Jumat, 17 Agustus 2012
LAGUKU
NASIB PEMBANTU
By. Anna Nirwana
Ars. Dhio Dewi
Hari minggu adalah hari liburku
Pagi-pagi berdandan yang ayu
Janji berjumpa dengan teman karibku
Di Victoria tempat yang teduh
Kuhampar plastik sbagai alas duduk ku
Menunggu sambil termangu-mangu
Janji jam tujuh telah lama berlalu
Yang ditunggu kok nggak miscall aku
Sungguh terlaluu...
Reff. Kau terlalu..
Kau buat aku lama menunggu
O..o..o terlalu..
Kau terlalu..
Kau buat aku menjadi pilu senduu....
Akhirnya ku pulang dengan langkah lesu
Wajah ayu ku berubah sayu
Ternyata ia tak bisa jumpa aku
Hari liburnya diganti Sabtu
Nasib pembantuu..
(kembali ke reff..)
By. Anna Nirwana
Ars. Dhio Dewi
Hari minggu adalah hari liburku
Pagi-pagi berdandan yang ayu
Janji berjumpa dengan teman karibku
Di Victoria tempat yang teduh
Kuhampar plastik sbagai alas duduk ku
Menunggu sambil termangu-mangu
Janji jam tujuh telah lama berlalu
Yang ditunggu kok nggak miscall aku
Sungguh terlaluu...
Reff. Kau terlalu..
Kau buat aku lama menunggu
O..o..o terlalu..
Kau terlalu..
Kau buat aku menjadi pilu senduu....
Akhirnya ku pulang dengan langkah lesu
Wajah ayu ku berubah sayu
Ternyata ia tak bisa jumpa aku
Hari liburnya diganti Sabtu
Nasib pembantuu..
(kembali ke reff..)
LAGUKU
By. Anna Nirwana
Ars. Dhio Dewi
Aku hidup di gedung yang tinggi
Dikelilingi terali besi
Hanya sepi setia menemani
Hari-hari yang telah terlewati
Tak pernah hadir walau dalam mimpi
Hidup sebagai seorang BMI
Jarak waktu memisahkan diri
Dari orang-orang terkasih huu..huu..
Reff.
Demi sesuap nasi harus ku jalani
Demi hidup yang lebih berarti
Caci maki sudah tak aku peduli
Ku tanamkan ikhlas dalam hatii...
Pedih perih sudah tak terbilang lagi
Air matapun turut mewarnai
Namun satu ku yakinkan pada diri
Janji Illahi
Sakit itu memberiku arti
Pedih itu jadi motivasi
Suatu hari kan menjadi bukti
Tak lagi jadi orang yang tersisih
(kembali ke reff..)
Ars. Dhio Dewi
Aku hidup di gedung yang tinggi
Dikelilingi terali besi
Hanya sepi setia menemani
Hari-hari yang telah terlewati
Tak pernah hadir walau dalam mimpi
Hidup sebagai seorang BMI
Jarak waktu memisahkan diri
Dari orang-orang terkasih huu..huu..
Reff.
Demi sesuap nasi harus ku jalani
Demi hidup yang lebih berarti
Caci maki sudah tak aku peduli
Ku tanamkan ikhlas dalam hatii...
Pedih perih sudah tak terbilang lagi
Air matapun turut mewarnai
Namun satu ku yakinkan pada diri
Janji Illahi
Sakit itu memberiku arti
Pedih itu jadi motivasi
Suatu hari kan menjadi bukti
Tak lagi jadi orang yang tersisih
(kembali ke reff..)
MENGGAPAI KEBAHAGIAAN BERSAMA PASANGAN
Ketika banyak orang yang mengidam-idamkan kebahagiaan, tetapi penderitaan yang didapatkan, kenapa? Sebenarnya, dimanakah kebahagiaan itu? Kebahagiaan bukan dicari tetapi diciptakan dan itu berasal dari dalam diri sendiri. Sering terdengar disekitar kita, orang-orang yang berkata bahwa ia bahagia bila mempunyai harta, bisa menikah dengan seseorang yang ia suka, bahagia bila menjadi sang juara dll. Semua itu sah-sah saja, namun bila kebahagiaan yang kita inginkan karena alasan tertentu, apakah sudah bisa dipastikan bahwa kita akan benar-benar bahagia? Belum tentu!
Manusia hanya bisa berencana dan Tuhan penentu segala yang terjadi di alam semesta ini. Kebahagiaan itu bersifat sangat personal dan kita sendirilah yang bisa merasakan. Ketika kita telah mengijinkan kebahagiaan itu hadir dalam hidup, maka apapun kondisi kita, baik sedih maupun suka, kebahagiaan akan tetap ada. Caranya adalah dengan mengenali diri sendiri dengan segala keinginannya.
Kita tahu, bahwa hidup bagaikan roda yang berputar, kadang di atas dan kadang di bawah. Ada juga yang bilang, bahwa hidup penuh masalah, itupun benar adanya. Tetapi masalah bukan penghalang untuk menjadikan kita hidup dalam kebahagiaan. Selama makhluk ciptaan Tuhan yang bernama manusia ini menginjakkan kaki di planet Bumi, maka masalah itu akan tetap ada. Kuncinya adalah bagaimana kita bisa menyingkapi dan mengisi hidup, maka untuk bahagia, hadapilah hidup!
Bermacam bahagia yang diinginkan manusia dan salah satunya adalah bahagia bersama pasangan. Ketika kita sudah berumah tangga, itu artinya kita tidak memiliki hak sepenuhnya atas diri sendiri, tetapi ada hak orang lain atas diri kita, yaitu suami. Ada hak dan kewajiban yang harus kita selaraskan untuk meraih keharmonisan dalam rumah tangga yang kita bina. Keharmonisan adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan atau eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apapun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.
Kita ambil satu contoh warna hitam. Warna ini terkesan suram dan dingin. Jarang orang yang suka, tetapi bila dipadukan dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan warna hitam dan putih, bila ditata dengan apik, akan menumbuhkan kesan dinamis, gairah dan hangat. Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola.
Rumah tangga merupakan perpaduan barbagai warna karakter, yaitu : suami, istri, anak dan mertua. Tidak ada yang bisa menjamin, bahwa semua karakter itu sempurna, pasti ada kekurangan dan kelebihannya. Maka, karena itulah, suami-istri bisa saling melengkapi. Menciptakan keharmonisan dengan cara mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antara mereka. Keharmonisan rumah tangga bisa tercipta dengan beberapa cara, yaitu :
• Tidak melihat ke belakang, artinya kita tidak mengungkit alasan menikah. Hal tersebut bisa menyeret ketidakharmonisan hanya karena masalah sepele. Bila belarut-larut akan menjadi pelik dan kusut. Tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan perceraian. Oleh karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini harus dihadapi. Jangan lari dari masalah dan melongok ke belakang, apalagi membayangkan sosok lain diluar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan dengan terciptanya perselingkuhan.
• Berpikir objektif.
Kadang konflik bisa menyeret kita ke hal yang sebenarnya tidak harus terjadi ketika konflik disikapi dengan emosi. Apalagi bila sampai melibatkan orang ketiga yang mengetahui masalah internal tidak secara utuh. Mis : penghasilan suami kita belum bisa mencukupi seluruh kebutuhan hidup. Coba dibicarakan dan mencari solusinya bersama-sama, mungkin istri bisa membantu bekerja serta melatih anak-anaknya untuk mandiri. Tetapi bila kita menyikapi dengan emosi, seperti yang banyak terjadi sekarang ini, maka pihak suami bisa menuduh pihak pihak istri bawel, tidak pengertian dan materialistik.
• Melihat kelebihan pasangan. Untuk menumbuhkan keoptimisan, lihatlah kelebihan pasangan kita bukan malah mengungkit kekurangannya.
• Saling percaya.
Bagaimana rumah tangga bisa bahagia bila di antara keduanya tidak ada saling percaya tapi justru sebaliknya. Rasa ini akan menimbulkan kegelisahan, kecurigaan, kekhawatiran dan pada akhirnya akan saling menyalahkan serta menuduh. Rasa saling percaya akan menghantar kita pada rasa aman dan nyaman. Membangun rasa saling peercaya adalah perwujudan cinta yang dewasa.
• Kebutuhan biologis, adalah kebutuhan orang berumah tangga yang salah satu tujuannya untuk memperoleh keturunan. Prinsipnya adalah saling terbuka dalam mengungkapkan kebutuhan masing-masing. Jangan sampai mengeksploitasi pasangan.
• Menghindari pihak ketiga. Kehidupan berumah tangga mempunyai hak otonomi sendiri yang sebaiknya tidak dicampuri pihak lain. Kehadiran pihak ketiga hanya akan menciptakan bencana bagi rumah tangga tersebut. Sudah banyak kejadian rumah tangga yang hancur karena ikut campurnya pihak ketiga, mis : mertua, saudara ipar, kekasih simpanan, tetangga dll.
• Menjaga romantisme. Pasangan suami-istri yang sudah lama menikah terkadang lupa dengan hal ini. Tidak seperti diawal membina rumah tangga, mis : makan bersama, pujian tulus, jalan-jalan dll. Romantisme dibutuhkan sampai kapanpun.
• Komunikasi yang lancar. Komunikasi adalah pilar langgengnya rumah tangga dari sekian pilar-pilar lainnya. Hilangnya komunikasi berarti hilang pula salah satu pilar rumah tangga. Bagaimana hubungan bisa harmonis, menyapa saja enggan. Jika rumah tangga adalah mobil, maka komunikasi adalah rodanya. Banyak pasutri bersikap apatis karena kesibukan kerja. Ini sama halnya menaruh bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak. Bisa-bisa di antara keduanya mencari pelampiasan dengan mencari teman curhat dan tidak betah tinggal di rumah.
• Menyertakan spiritual.
Berumah tangga adalah salah satu perintah agama. Berumah tangga yang sesuai dengan petunjuk Rosulullah dan ajaran agama akan membuat kita bahagia di dalamnya. Menyadari akan fitrah masing-masing dengan menciptakan kebersamaan di antara anggota keluarga. Rumah tangga bagaikan sebuah organisasi tempat berkumpulnya lebih dari satu orang. Rumah tangga merupakan unit terkecil dalam kancah sosial. Salah satu pijakan utama seseorang berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah SWT. Kalau mau itung-itungan, berumah tangga itu melelahkan, dan justru disitulah pahala yang Allah janjikan. Ketika dalam rumah tangga menghadapi banyak masalah, tetaplah berprasangka baik pada-Nya dan jangan pernah bosan untuk berdoa.
*Dimuat di Majalah IQRO Dompet Dhuafa Hong Kong*
MENCARI MAKNA CINTA
Satu perkataan mengandung makna perasaan yang rumit, bisa dialami semua makhluk termasuk manusia. Mampu melahirkan kebencian yang merupakan emosi sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, permusuhan (antipati) untuk seseorang, sebuah hal/barang (fenomena) dan karenanya kita menghindari, menghancurkan/menghilangkan
Itulah cinta! Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam filosofi cinta terdapat sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas dan kasih sayang. Ada juga yang mengatakan, cinta adalah sebuah aksi/ kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, dan melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Cinta digunakan untuk meluapkan perasaan terhadap keluarga, teman, Tuhan, bangsa dan negara. Syarat mewujudkan cinta kasih adalah dengan perasaan, pengenalan, tanggungjawab, perhatian dan saling menghormati. Hal ini muncul secara seimbang dalam pribadi orang yang menyintai. Oleh karena itu, cinta kasih yang sudah ada perlu dijaga agar dapat dipertahankan keindahannya serta keutuhannya. Ekspresi cinta bisa kepada jiwa/pikiran, hukum/organisasi, badan, alam, makanan, uang, belajar, kekuasaan dan popularitas. Ini adalah cinta yang mengarah kepada konsep abstrak (ada terasa sulit dilihat, terasa tak tersentuh, aneh tapi nyata dan bisa membuat menangis serta tertawa), lebih mudah dialami daripada dijelaskan. Ada beberapa macam cinta yang bisa dilihat disekitar kita, yaitu :
• Perasaan sayang yang lebih cenderung kepada teman-teman dan keluarga (eros).
• Perasaan kasih yang cenderung kepada keluarga dan Tuhan (philia).
• Semangat nusa yang lebih cenderung kepada patriotisme, nasionalisme, narsisme (agape).
Menurut Erich Fromm, cinta adalah perasaan simpati melibatkan emosi yang mendalam. Namun ada juga yang beranggapan, kata cinta lebih cenderung kepada romantisme, asmara dan hawa nafsu. Cara terbaik memaknai cinta adalah dengan memberi. Cinta tidak datang karena kita menerima, tetapi cinta akan datang ketika kita bisa memberikan sesuatu yang terbaik yang kita punya untuk kebaikan, kemajuan dan kesuksesan orang lain (baca:positif). Cinta juga berarti mengerti dan memberi tanpa ingin dipahami dan diberi. Menurut hadist Nabi, orang yang sedang jatuh cinta, cenderung mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (wanahabba syai’an katsu ra dzikruhu). Tapi orang juga bisa diperbudak cintanya (man ahabba syai’an fatuha’abduhu). Ada tiga ciri cinta sejati, yaitu :
• Ia lebih suka berbicara dengan yang dicintainya dibanding dengan yang lain.
• Ia suka berkumpul dengan yang dicintainya dibanding dengan yang lain.
• Ia lebih suka mengikuti kemauan yang dicintainya dibanding kemauan orang lain atau diri sendiri.
Orang yang telah jatuh cinta kepada Allah Swt, maka ia lebih suka berbicara, berkumpul dan mengikuti kemauan Allah (berbicara : membaca firman-Nya, bercengkrama : I’tikaf).
Cinta adalah masalah yang dialami oleh semua orang. Tiada pernah habis untuk diperbincangkan, tidak termakan oleh zaman, sumber perdebatan yang tidak pernah kehilangan momentumnya. Bahkan cintapun bisa menjadi sumber inspirasi yang tiada habisnya. Yach, cinta memiliki arti yang sangat luas dan sulit diartikan begitu saja. Ia adalah anugerah Allah, sebab itu sangat berharga. Allah akan menganugerahkan rasa cinta kepada mereka yang bersungguh-sungguh mencarinya. Tetapi tetap tidak boleh melebihi cintanya pasa Sang pemberi cinta itu sendiri.
Islam tidak melarang seseorang untuk menyintai sesuatu tapi harus ada batasnya. Jika rasa cinta itu membawa seseorang kepada perbuatan melanggar syariat, maka itu sudah salah. Mari sejenak kita melihat sejarah tentang manusia pertama di planet Bumi ini, yaitu Nabi Adam as. Allah paham kebutuhannya sebagai manusia, karena Dia-lah yang menciptakan, maka diciptakanlah Hawa sebagai pendampingnya. Dan kemudian mereka berbagi cinta kasih hingga memiliki keturunan. Allahpun tidak main-main ketika mentakdirkan Khadijah ra sebagai pendamping pasangan hidup Rasulullah Saw. Tidak sembarang perempuan yang ditunjuk-Nya sebagai pendamping seorang lelaki terbaik yang pernah ada di Bumi ini. Hubungan cinta Khadijah –Rasulullah, adalah kisah cinta paling manis yang pernah ditulis oleh sejarah. Cinta memang dahsyat dan paling indah dibicarakan, tapi cinta yang bagaimana ? Jawabannya adalah cinta yang berada di bawah keridho’an Allah.
Perasaan cinta tidak bisa dibuat-buat datangnya, ia datang dengan sendirinya. “Cinta adalah perasaan diluar kehendak dengan daya tarik yang kuat pada seseorang”, kutipan ini bisa ditemui di buku Mauqiful Islam Mina Hubb karya Muhammad Ibrahim Mubarak. Maka, cintailah sesama umat beriman karena dalam Islam kita adalah bersaudara. Tapi perlu diingat, menciintai seseorang janganlah sampai pada taraf lebih dari segala-galanya, sebab bisa saja yang kita cintai di dunia ini justru yang paling kita benci. Segala sesuatu yang berlebih-lebihan tidak akan baik hasilnya. Saling mencintai, bukanlah hal yang tabu dalam Islam, selagi hal itu tidak melanggar syariat. Jangan berkasih sayang hingga menimbulkan fitnah dan menjadi makanan empuk buat syetan. Cintailah seseorang karena Allah.
Cinta yang berlogikakan nafsu dan syahwat, semata-mata hanyalah cinta palsu yang penuh kehinaan, maka ungkapkanlah rasa cinta itu dengan memandang segala sesuatu karena Allah Swt karena kedudukan cinta dalam Islam tinggi dan mulia. Islam melihat cinta dan kasih sebagai fitrah dalam kejadian manusia. Ia adalah satu hubungan suci yang menautkan antara dua hati. Kesimpulannya, cinta adalah fitrah manusia sebagai makhluk Allah yang diciptakan untuk bersujud, bersyukur dan mengagungkan asma Allah, bahwa tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah. Ada delapan pengertian cinta menurut Al-qur’an, sbb :
1. Cinta Mawaddah ; jenis cinta menggebu-gebu, membara dan menggemaskan. Mau selalu ingin berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ingin memonopoli cintanya dan hampir tak bisa berpikir lain.
2. Cinta Rahmah ; jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban dan melindungi. Memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap dirinya sendiri. Baginya yang terpenting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahannya, mis : cinta orang tua terhadap anaknya dan sebaliknya. Bagi pasutri yang diikat cinta mawaddah dan rahmah sekaligus, biasanya saling setia lahir batin dunia akhirat.
3. Cinta Mail : jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Dalam Al-qur’an, cinta jenis ini masuk konteks orang poligami, ketika sedang dengan yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan yang lama.
4. Cinta Syaghaf : jenis cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang jenis ini bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari dengan apa yang dilakukannya ( kisah Zulaikhah, istri pembesar Mesir kepada Nabi Yusuf ).
5. Cinta Ra’fah : yaitu rasa kasih sayang yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, mis : kasihan pada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk sholat (membelanya walau salah).
6. Cinta Shobwah : yaitu cinta buta yang mendorong perilaku penyimpangan tanpa sanggup mengelak. (Dalam kisah Nabi Yusuf sampai meminta dimasukkan kedalam penjara untuk menghindari kejaran Zulaikha).
7. Cinta Syauq (rindu), dari hadist yang menafsirkan Al-qur’an surat An-Kabut ayat : 5) dan menurut Ibnu Al-Qoyyim Al Jauzi dalam kitab Raudlat Al Muhibbin Wa Al Musytaqin. Shauq (rindu) adalah penggembaraan hati kepada sang kekasih.
8. Cinta Kulfah; yaitu perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal positif meski sulit, mis : orang tua kepada anaknya.
Dari sekian banyak makna cinta di atas, manakah yang lebih cenderung akan kita tempuh? Sudahkah kita intropeksi diri dari segala kesalahan karena kita belum tahu atau belum menemukan makna dari kata cinta sehingga membuat kita salah kaprah ? Sahabat, marilah kita berbenah setelah memahami makna cinta yang luhur ini. Kita isi hidup kita dengan berbagi cinta kepada sesama. Kita tidak lagi melakukan perbuatan yang menyimpang dengan mengatas-namakan cinta.
Itulah cinta! Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam filosofi cinta terdapat sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas dan kasih sayang. Ada juga yang mengatakan, cinta adalah sebuah aksi/ kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, dan melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Cinta digunakan untuk meluapkan perasaan terhadap keluarga, teman, Tuhan, bangsa dan negara. Syarat mewujudkan cinta kasih adalah dengan perasaan, pengenalan, tanggungjawab, perhatian dan saling menghormati. Hal ini muncul secara seimbang dalam pribadi orang yang menyintai. Oleh karena itu, cinta kasih yang sudah ada perlu dijaga agar dapat dipertahankan keindahannya serta keutuhannya. Ekspresi cinta bisa kepada jiwa/pikiran, hukum/organisasi, badan, alam, makanan, uang, belajar, kekuasaan dan popularitas. Ini adalah cinta yang mengarah kepada konsep abstrak (ada terasa sulit dilihat, terasa tak tersentuh, aneh tapi nyata dan bisa membuat menangis serta tertawa), lebih mudah dialami daripada dijelaskan. Ada beberapa macam cinta yang bisa dilihat disekitar kita, yaitu :
• Perasaan sayang yang lebih cenderung kepada teman-teman dan keluarga (eros).
• Perasaan kasih yang cenderung kepada keluarga dan Tuhan (philia).
• Semangat nusa yang lebih cenderung kepada patriotisme, nasionalisme, narsisme (agape).
Menurut Erich Fromm, cinta adalah perasaan simpati melibatkan emosi yang mendalam. Namun ada juga yang beranggapan, kata cinta lebih cenderung kepada romantisme, asmara dan hawa nafsu. Cara terbaik memaknai cinta adalah dengan memberi. Cinta tidak datang karena kita menerima, tetapi cinta akan datang ketika kita bisa memberikan sesuatu yang terbaik yang kita punya untuk kebaikan, kemajuan dan kesuksesan orang lain (baca:positif). Cinta juga berarti mengerti dan memberi tanpa ingin dipahami dan diberi. Menurut hadist Nabi, orang yang sedang jatuh cinta, cenderung mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (wanahabba syai’an katsu ra dzikruhu). Tapi orang juga bisa diperbudak cintanya (man ahabba syai’an fatuha’abduhu). Ada tiga ciri cinta sejati, yaitu :
• Ia lebih suka berbicara dengan yang dicintainya dibanding dengan yang lain.
• Ia suka berkumpul dengan yang dicintainya dibanding dengan yang lain.
• Ia lebih suka mengikuti kemauan yang dicintainya dibanding kemauan orang lain atau diri sendiri.
Orang yang telah jatuh cinta kepada Allah Swt, maka ia lebih suka berbicara, berkumpul dan mengikuti kemauan Allah (berbicara : membaca firman-Nya, bercengkrama : I’tikaf).
Cinta adalah masalah yang dialami oleh semua orang. Tiada pernah habis untuk diperbincangkan, tidak termakan oleh zaman, sumber perdebatan yang tidak pernah kehilangan momentumnya. Bahkan cintapun bisa menjadi sumber inspirasi yang tiada habisnya. Yach, cinta memiliki arti yang sangat luas dan sulit diartikan begitu saja. Ia adalah anugerah Allah, sebab itu sangat berharga. Allah akan menganugerahkan rasa cinta kepada mereka yang bersungguh-sungguh mencarinya. Tetapi tetap tidak boleh melebihi cintanya pasa Sang pemberi cinta itu sendiri.
Islam tidak melarang seseorang untuk menyintai sesuatu tapi harus ada batasnya. Jika rasa cinta itu membawa seseorang kepada perbuatan melanggar syariat, maka itu sudah salah. Mari sejenak kita melihat sejarah tentang manusia pertama di planet Bumi ini, yaitu Nabi Adam as. Allah paham kebutuhannya sebagai manusia, karena Dia-lah yang menciptakan, maka diciptakanlah Hawa sebagai pendampingnya. Dan kemudian mereka berbagi cinta kasih hingga memiliki keturunan. Allahpun tidak main-main ketika mentakdirkan Khadijah ra sebagai pendamping pasangan hidup Rasulullah Saw. Tidak sembarang perempuan yang ditunjuk-Nya sebagai pendamping seorang lelaki terbaik yang pernah ada di Bumi ini. Hubungan cinta Khadijah –Rasulullah, adalah kisah cinta paling manis yang pernah ditulis oleh sejarah. Cinta memang dahsyat dan paling indah dibicarakan, tapi cinta yang bagaimana ? Jawabannya adalah cinta yang berada di bawah keridho’an Allah.
Perasaan cinta tidak bisa dibuat-buat datangnya, ia datang dengan sendirinya. “Cinta adalah perasaan diluar kehendak dengan daya tarik yang kuat pada seseorang”, kutipan ini bisa ditemui di buku Mauqiful Islam Mina Hubb karya Muhammad Ibrahim Mubarak. Maka, cintailah sesama umat beriman karena dalam Islam kita adalah bersaudara. Tapi perlu diingat, menciintai seseorang janganlah sampai pada taraf lebih dari segala-galanya, sebab bisa saja yang kita cintai di dunia ini justru yang paling kita benci. Segala sesuatu yang berlebih-lebihan tidak akan baik hasilnya. Saling mencintai, bukanlah hal yang tabu dalam Islam, selagi hal itu tidak melanggar syariat. Jangan berkasih sayang hingga menimbulkan fitnah dan menjadi makanan empuk buat syetan. Cintailah seseorang karena Allah.
Cinta yang berlogikakan nafsu dan syahwat, semata-mata hanyalah cinta palsu yang penuh kehinaan, maka ungkapkanlah rasa cinta itu dengan memandang segala sesuatu karena Allah Swt karena kedudukan cinta dalam Islam tinggi dan mulia. Islam melihat cinta dan kasih sebagai fitrah dalam kejadian manusia. Ia adalah satu hubungan suci yang menautkan antara dua hati. Kesimpulannya, cinta adalah fitrah manusia sebagai makhluk Allah yang diciptakan untuk bersujud, bersyukur dan mengagungkan asma Allah, bahwa tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah. Ada delapan pengertian cinta menurut Al-qur’an, sbb :
1. Cinta Mawaddah ; jenis cinta menggebu-gebu, membara dan menggemaskan. Mau selalu ingin berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ingin memonopoli cintanya dan hampir tak bisa berpikir lain.
2. Cinta Rahmah ; jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban dan melindungi. Memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap dirinya sendiri. Baginya yang terpenting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahannya, mis : cinta orang tua terhadap anaknya dan sebaliknya. Bagi pasutri yang diikat cinta mawaddah dan rahmah sekaligus, biasanya saling setia lahir batin dunia akhirat.
3. Cinta Mail : jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Dalam Al-qur’an, cinta jenis ini masuk konteks orang poligami, ketika sedang dengan yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan yang lama.
4. Cinta Syaghaf : jenis cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang jenis ini bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari dengan apa yang dilakukannya ( kisah Zulaikhah, istri pembesar Mesir kepada Nabi Yusuf ).
5. Cinta Ra’fah : yaitu rasa kasih sayang yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, mis : kasihan pada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk sholat (membelanya walau salah).
6. Cinta Shobwah : yaitu cinta buta yang mendorong perilaku penyimpangan tanpa sanggup mengelak. (Dalam kisah Nabi Yusuf sampai meminta dimasukkan kedalam penjara untuk menghindari kejaran Zulaikha).
7. Cinta Syauq (rindu), dari hadist yang menafsirkan Al-qur’an surat An-Kabut ayat : 5) dan menurut Ibnu Al-Qoyyim Al Jauzi dalam kitab Raudlat Al Muhibbin Wa Al Musytaqin. Shauq (rindu) adalah penggembaraan hati kepada sang kekasih.
8. Cinta Kulfah; yaitu perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal positif meski sulit, mis : orang tua kepada anaknya.
Dari sekian banyak makna cinta di atas, manakah yang lebih cenderung akan kita tempuh? Sudahkah kita intropeksi diri dari segala kesalahan karena kita belum tahu atau belum menemukan makna dari kata cinta sehingga membuat kita salah kaprah ? Sahabat, marilah kita berbenah setelah memahami makna cinta yang luhur ini. Kita isi hidup kita dengan berbagi cinta kepada sesama. Kita tidak lagi melakukan perbuatan yang menyimpang dengan mengatas-namakan cinta.
*Dimuat oleh KINDO Hong Kong*
Kamis, 16 Agustus 2012
A Man’s Life Is What His Thought Make Of It
(Kehidupan Manusia, Ialah Bagaimana Ia Memikirkannya)
BMI Hong Kong semakin exis dalam meningkatkan kualitas dirinya disegala bidang. Mereka semakin melek akan pentingya pendidikan walau harus berpacu dengan waktu yang tidak banyak memihak, namun hal itu justru membuat mereka semakin bersemangat. Mari kita lihat aktivitas mereka dihari libur yang notabene jatuh di hari Minggu. Taman Victory yang begitu luas tak mampu menampung keberadaannya. Akhirnya demam mencari ilmu inipun merentas ke daerah-daerah lain yang masih dalam lingkup Hong Kong, seperti Yuen Long, Tuen Mun, Sham Shui Po, Chaiwan dll. Karena tranportasi yang mudah, membuat semua kegiatan mereka bisa terlaksana.
Apa saja yang mereka pelajari? Banyak, meliputi ; spiritual, intelektual, wirausaha, kesehatan, advokasi, ketrampilan dan masih banyak lagi. Dari sekian puluh kegiatan itu, yang kini mulai santer jadi bahan pembicaraan dikalangan BMI adalah tentang kekuatan pikiran. Ada yang pernah dengar? Terasa aneh atau tenang-tenang saja?
Bicara tentang pikiran tidak bisa dipisahkan dengan organ tubuh manusia yang bernama otak. Proses berpikir manusia terjadi di organ ini (hasil penelitian dengan tehnologi EEG). Pikiran inipun masih terbagi menjadi dua, yaitu; pikiran sadar dan pikiran bawah sadar dan di antara keduanya selalu terjadi komunikasi. Pikiran inilah yang menjadi daya kekuatan manusia yang sangat luar biasa, mampu menciptakan mahakarya. Akan tetapi banyak dari manusia tidak menyadari bahwa di dalam dirinya memiliki sesuatu yang powerfull karena terjebak pada zona nyaman dan kebiasaan tertentu, sehingga mereka tidak dapat mencari/menemukan solusi untuk mengubah nasib.
Menurut penelitian tentang kinerja pikiran yang terbagi menjadi dua, pikiran bawah sadarlah yang lebih memiliki peran dalam kesuksesan seseorang, yaitu ; 88 % selebihnya adalah kekuatan pikiran sadar. Keinginan yang terekam dalam pikiran bawah sadar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luarbiasa. Keinginan-keinginan manusia merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Tidak peduli mau negatif atau positif, pikiran bawah sadar akan merespon, maka hati-hatilah dengan keinginan anda!
Seperti pepatah bilang, “ A man’s life is what his thought of life it” (kehidupan manusia, ialah bagaimana mereka memikirkannya). Jika anda melakukan sesuatu yang negatif, maka alam semesta akan memberikan feedback yang negatif dan sebaliknya. Dalam Islam disebut Sunnatullah. Apa yang diyakini, maka itulah yang akan terjadi. Dengan kata lain, pikiranlah yang mempengaruhi tubuh. Pikiran positif meliputi :
• Rasa simpati.
• Kebahagiaan.
• Belas kasih.
• Keikhlasan.
• Rasa percaya diri/ optimis.
• Keyakinan.
Sedang pikiran negatif meliputi :
• Kemarahan.
• Kebencian.
• Ketakutan.
• Kekhawatiran.
• Kesombongan.
• Iri hati.
• Keegoisan.
• Keputusasaan.
• Mengasihani diri sendiri.
• Rasa bersalah/pesimis/minder.
Lebih banyak mana yang anda masukan kedalam pikiran, maka itulah yang akan terjadi dalam hidup anda. Alam semesta akan mendukung mewujudkan keinginan anda dan itu tidak anda sadari! Pikiran manusia sangat rapuh dan mudah goyah. Cara memperkuatnya dengan memasukkan hanya hal-hal positif secara terus –menerus. Ingat, jika anda tidak bisa mengendalikan pikiran, maka andalah yang akan dikendalikannya. Dia hanya akan mendatangkan masalah, namun bila sebaliknya, maka ia akan membantu anda menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Jangan remehkan pikiran anda!
Jika anda tengah depresi dan menganggap diri sendiri orang gagal, hati-hatilah, karena pikiran anda akan mewujudkannya menjadi nyata. Ubahlah cara anda melihat sesuatu, tanamkanlah selalu, ada sisi positif dalam setiap kejadian dan gunakanlah! Bila anda sudah terlanjur berpikir negatif, segera program ulang dengan menanamkan hal-hal positif yang anda ingin raih. Kualitas pikiran seseorang mengarahkan perjalanan hidupnya. Pikiran sebagai pembentuk sudut pandangnya.
Kinerja pikiran bisa diibaratkan dengan kinerja komputer yang terdiri atas : software, brainware dan hardware.
• software (perangkat lunak) : sejumlah perintah khusus yang memerintahkan komputer melakukan proses komputasi.
• Brainware (program) : pemeran utama yang memungkinkan fungsinya dengan baik.
• Hardware : perangkat keras sistem IT (tehnologi informasi).
Jadi,untuk sebuah kinerja olah pikir yang prima dibutuhkan banyak pendukung seperti :kematangan emosi, asupan ilmu pengetahuan yang benar dan banyak, diskusi yang sehat/komunitas yang sevisi. Lalu, diposisi manakah anda sekarang? Asupan apa yang lebih banyak anda masukan ke otak, negatif atau positif? Yang jumlahnya banyak, itulah penentu arahan hidup anda!
* Dimuat oleh KINDO Hong Kong*
Maraknya Hutang Piutang di Kalangan BMI
Beberapa bulan yang lalu, ketika melewati penyeberangan dekat kantor Dompet Dhuafa, saya menemukan secarik kertas yang ternyata isinya adalah sebuah pengumuman dicari seseorang yang terlibat hutang. Bisa jadi dia lari dari tanggungjawab. Hal seperti ini sudah bukan menjadi rahasia umum. Masalah hutang piutang menjadi menu utama dimana-mana. Si A tidak bayar, si B diteror pihak Bank karena menjadi saksi, si C berantem dll
Sahabat Iqro, adakah pelajaran yang bisa kita ambil? Sebagai makhluk sosial, kita memang tidak bisa hidup sendirian, selalu membutuhkan bantuan orang lain. Butuh bantuan tenaga, waktu, pemikiran dan terkadang uang. Kali ini kita akan membahas masalah yang berkenaan dengan uang : hutang!
Rasa senasib diperantauan bisa menjadi satu alasan mudahnya keakraban di antara kita. Saling curhat masalah masing-masing, baik tentang pekerjaan, pribadi,majikan, keluarga atau bahkan tentang keuangan. Karena merasa senasib tadi, memicu rasa iba/ simpati sehingga tidak enak atau tidak tega untuk tidak membantu. Rasa tidak enak/pekewuh ini menjadi titik awal dari terjadinya segala ketidaknyamanan, dan rasa inilah yang akhirnya menjadi “bumerang” ketika salah satu di antara mereka berbuat aniaya terhadap yang lainnya, terlebih masalah uang.
Mudahnya proses hutang piutang dari Bank peminjaman yang ada di Hong Kong, menjadi daya tarik tersendiri bagi BMI dengan ditambah iming-iming hadiah. Cara ini menjadi solusi yang diminati daripada pinjam ke teman. Urusannya hanya antara si peminjam, saksi dan Bank itu sendiri, tidak sampai diketahui khalayak ramai, apalagi masalah hutang, masih menjadi sesuatu hal yang tabu bagi sebagian orang.
Menilik fakta di lapangan, alasan sampai terlibat hutang piutang ada beberapa hal, di antaranya :
• Membiayai anggota keluarga yang menderita sakit kronis yang membutuhkan perawatan intensif.
• Membeli sawah, tanah pekarangan, ternak, rumah yang bisa dikatagorikan sebagai harta benda. Hasil kerja dijadikan barang duluan (uang bila ditangan akan mudah habis). Ini adalah persepsi/keyakinan sebagian orang.
• Membeli barang-barang yang bersifat konsumtif, misal: baju, hp, komputer dll.
• Mengadopsi pola hidup bebas/mewah, misal: diskotik, shooping, chatting,hubungan cinta, plesiran yang tujuannya hanya untuk hura-hura.
• Terjebak pada suatu bisnis.
• Salah memanage/mengatur keuangan.
Sahabat Iqro, mungkin ada di antara kita yang saat ini sedang terlibat hutang piutang, terlepas melibatkan teman atau tidak, seyogyanya kita renungkan.Bertanya pada diri sendiri, perlukah kita berhutang? Ada sebab pasti ada akibat, itu sudah menjadi hukum alam.
Mungkin kita terlalu ego untuk mengakui kesalahan, namun apa untungnya bagi kita bila dipertahankan? Keberadaan kita sebagai BMI terbatasi oleh kontrak kerja yang sewaktu-waktu bisa terjadi pemutusan kerja. Kita sering lupakan itu sehingga mendorong kita bertindak gegabah. Sudah banyak hubungan silaturohmi yang terputus karena masalah hutang piutang yang tidak terselesaikan di antara kedua belah pihak. Banyak pula BMI yang menjadi korban, menjadi kurir melunasi hutang temannya selama sekian bulan. Ada yang harus rela diterminate karena ketahuan majikan tidak/telat bayar angsuran. Fenomena ini sudah menjadi trend di dunia BMI, apapun alasannya.
Apa yang seharuskan kita lakukan untuk mencegah, setidaknya mengurangi permasalahan ini? Kembali pada pola hidup sederhana yang dicontohkan Nabi Muhammad Saw. Sederhana bukan berarti tidak punya tetapi lebih mengarah pada sikap bisa mengendalikan kebutuhan, baik kebutuhan pribadi ataupun keluarga. Tanpa disadari, terkadang kitalah yang mengajari keluarga untuk memiliki pola hidup mewah dengan mengirim barang-barang yang sebenarnya tidak mereka dibutuhkan.
Niat sayang keluarga malah akhirnya menjebak langkah diri sendiri untuk maju, ketika keluarga kita terbiasa ongkang-ongkang kaki tidak mau kerja. Hanya mengandalkan kiriman dan menjadi manja. Mengingat kembali niat awal bekerja di Hong Kong untuk mengubah masa depan, baik buat diri sendiri, rumah tangga dan keluarga. Dengan sering mengingatnya, kita akan terhindar dari jebakan-jebakan hidup kota metropolitan ini.
Sahabat Iqro, ketahuilah, bahwasan beda antara keinginan dan kebutuhan itu sangat tipis. Kita harus benar-benar teliti memilah dan memilih. Kepada pakar keuangan manapun kita bertanya, jawabannya hanya itu. Mari kita hilangkan ilmu “ aji mumpung” yang mungkin telah meracuni pikiran dan hati, sehingga langkah hidup kita salah arah. Menjadikan hati kita membeku bagai batu, tega memakan hasil jerih payah sesama dengan masalah hutang piutang yang tak terbayarkan. Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang kekal abadi, kelak semua akan dimintai pertanggungjawaban.
* Dimuat di Majalah IQRO DOMPET DHUAFA Hong Kong*
Antara Sabar dan Syukur, mana yang harus didahulukan?
Pertanyaan diatas membuat kita berpikir tentunya. Kita sering mendengar dua kalimat tersebut, namun tidak semua paham akan makna yang ada didalamnya. Bahkan kita sering dibuat bingung karenanya. Tidak tahu harus mendahulukan yang mana. Ketika kita mendapat ketidakadilan dirumah majikan, ketika keluarga kita menyalahgunakan uang kiriman dan ketika bermacam-macam musibah datang bergantian.Sahabat IQRO, kepahitan hidup kadang membuat kita putus asa lalu mengambil jalan pintas. Banyak juga di antara kita yang hidup bagai zombi (mayat hidup) karena deraan masalah. Hidupnya hanya diisi dengan keluhan-keluhan dan kecengengan bahkan yang lebih parah menyalahkan Tuhan. Bisa kita saksikan disekitar kita, begitu banyaknya saudari-saudari kita yang selalu bangga dengan keluhan dan makian ketika menemukan ketidaknyamanan ditempat kerja. Ketenangankah yang didapat? Tidak! Namun hidup semakin terasa sempit.
Apakah yang membuat hidup kita terasa sempit? Ternyata keluhan dan kecengengan itu penyebabnya. Merasa diri yang paling sengsara dan berat permasalahannya. Cobalah kita tengok kekanan-kiri, pasti kita temui ada yang lebih parah penderitaannya, namun masih bisa tersenyum dan bahagia, tetap sabar dan senantiasa bersyukur. Ternyata dua hal inilah yang menjadi kunci rahasianya. Apakah sabar itu? Makna sabar yang sesungguhnya adalah tabah dalam menghadapi setiap bentuk keadaan yang sedang dialami. Tetap berbaik sangka pada Allah Swt, bahwasannya ada kebaikan yang tengah disiapkanNya.
Kita bisa menjalani proses tanpa paksaan karena paham, bahwa sesuatu itu memang harus terjadi demikian adanya. Sedangkan syukur adalah sikap dimana kita berterima kasih atas segala anugerah yang diberikan Tuhan sekecil apapun itu.Bisa dilakukan lewat ucapan dan perbuatan. Sabar dan syukur tidak bisa dilakukan oleh orang-orang yang tidak berilmu. Berarti untuk mengetahui cara agar bisa sabar dan syukur harus tahu ilmunya.
Tepat diawal 2012, digelar satu acara yang diharapkan mampu menciptakan kesadaran kepada kita sebagai hamba Tuhan (1-2/1). Belajar dari seorang musafir kehidupan Ary Ginanjar Agustian. Merefleksi diri untuk kembali mengingat hakikat sebagai hamba Tuhan. Mengingat kembali akan tujuan akhir dari sebuah perjalanan hidup, yaitu kembali kepada Tuhan (kematian). Menemukan makna sabar dan syukur dan tahu mana yang harus didahulukan. Ternyata, syukur dulu karena dengan bersyukur, maka Tuhan akan menambah nikmat kepada kita. Dan sebenarnya masalah adalah jalan Tuhan untuk mendidik kita lebih paham akan arti hidup dalam kehidupan. Seperti yang dituturkan oleh Ary Ginanjar tentang perjalanan hidup, karier dan hakikat hidupnya di acara Leadership Training ESQ.
Sahabat IQRO, pentingnya kita meluangkan waktu barang sejenak untuk merenung dan bertanya pada diri setelah sekian lama dirantau dengan segala pernik-pernik permasalahan. Dengan renungan diri, akan memudahkan kita menemukan jawaban akan kemana kita melangkah, dengan apa kita isi hidup yang berbatas dan bagaimana kita temukan cara mewujudkannya. Tidak lagi mengisi hidup dengan emosi (ketakutan, kegelisahan, benci, marah, dengki) dll. Tidak lagi menghambakan diri pada harta benda dan lupa pada Sang Pencipta. Tidak lagi mengagungkan pola hidup yang individualisme. Tetapi lebih peka pada sekitar terutama pada diri sendiri untuk senantiasa bersyukur.
Bersyukur bukan pada saat dapat jabatan, uang, ketenaran, tetapi bersyukur setiap saat dalam keadaan apapun. Perlu disadari, nafas kita ini,adalah hal besar yang patut disyukuri namun sering terlupakan. Perbanyak bersabar dalam menerima segala ujian/cobaan, tetap berbaik sangka pada Sang Pencipta, bahwanya itu yang terbaik buat kita.
* Dimuat di Majalah IQRO Dompet Dhuafa Hong Kong*
Pekewuh..!
Pembaca BI tercinta, beberapa bulan yang lalu, saya menerima sms dari seorang teman yang curhat berhubungan dengan uang, sebut saja namanya Lusi. Dia punya seorang teman bernama Diana yang tengah menderita kanker(kantong kering) he..he..
Diana terlibat hutang piutang yang tidak sedikit karena kesalahan memanage keuangan, sehingga ia harus gali lubang tutup lubang agar tetap bisa aman bekerja di majikan. Ia mempunyai tanggungjawab (angsuran)kepada perbank-an setiap bulan dan jumlahnya melebihi nilai gaji yang diterimanya. Sudah bisa dibayangkan betapa mumetnya dia bukan?
Melakukan peminjaman di tempat-tempat peminjaman uang yang ada di Hong Kong syaratnya sangat mudah dan inilah yang kerap kali menjadi boomerang bagi si peminjam dan orang yang bersangkutan dengannya. Sudah seringkali kita dengar tentang keluhan, curhatan dari seorang BMI yang harus rela menjadi kurir membayarkan hutang temannya, kerja rodi! Sekian bulan memeras keringat dan gaji melayang tiap bulannya untuk membayar angsuran. Karena permasalahan ini, teman jadi lawan, bahkan yang lebih ironis, sesama saudarapun tega memakan hasil jerih payah sesamanya. Ke-egoan sudah tidak pandang sebelah mata. Ke-individuan telah merambah BMI hanya untuk kepentingan pribadi. Walau sudah banyak dimuat di media tentang kasus-kasus utang piutang, ternyata korban masih saja berjatuhan.
Mau tak mau, demi keamanan kerja, angsuran harus tetap dilunasi. Bila tidak, ancaman pemutusan kerja dengan majikan akan terjadi. Kita mau mencaci, memaki, tidak akan mengubah nasi yang telah menjadi bubur. Ini satu fakta yang terjadi dalam kehidupan BMI Hong Kong. Menggelinding bak bola salju yang tak bisa dibendung karena terseret arus kehidupan bebas lepas tanpa batas. Kenapa semua ini bisa terjadi? Satu jawaban telak yang tidak bisa dihindari oleh mayoritas BMI : Pekewuh!
Pembaca BI tercinta, apakah sebenarnya pekewuh itu? Kenapa mampu menyeret BMI dalam kubangan hutang piutang yang berkepanjangan? Pekewuh adalah budaya khas ketimuran, istilah lainnya adalah sungkan! Rasa ini timbul karena alasan ingin menghormati orang lain. Bila masih dalam batas kenormalan akan meningkatkan tali silaturohmi dalam sebuah lingkungan, komunitas/ organisasi. Pekewuh adalah cerminan rasa menghargai orang lain, namun bila salah penerapan, maka pekewuh ini justru akan menimbulkan dampak kurang baik bagi diri sendiri, seperti kasus hutang-piutang dikalangan BMI tadi. Menghambat kemajuan yang ingin diraih baik dalam kehidupan pribadi maupun organisasi.
Ketika pekewuh telah berlebihan, mampu memicu seseorang untuk memiliki sikap : AKS ( asal kamu senang). Sikap pekewuh ini juga terjadi bukan hanya dalam soal utang piutang tetapi juga dalam lingkup pekerjaan, dimana banyak sekali BMI yang terpaksa melakukan tugas diluar yang tertulis dalam kontrak kerja. Sekali lagi karena sikap pekewuh! Sungkan, segan kepada orang lain untuk menjaga hubungan/perasaan/kedamaian. Sudah membudaya dan mendarah daging dikalangan orang Indonesia. Sikap ini berasal dari budaya Jawa karena orang-orang Jawa lebih dikenal akan keramah-tamahannya. Bersikap ataupun bertutur kata meskipun hatinya tidak suka.
Pembaca BI tercinta, pekewuh menjadi awal dari segala hal-hal yang tidak mengenakan. Tidak berani bersikap tegas hanya demi rasa tidak enak! Akhirnya, diri sendiri yang jadi korban. Pertanyaannya mau sampai kapan? Menjadi bulan-bulanan kawan sendiri yang tidak bertanggungjawab? Atau menjadi sapi perah majikan yang tidak manusiawi? Untuk menghindari hal tersebut berlarut-larut, alangkah bijaknya bila kita juga memiliki sikap kebalik dari pekewuh tadi, yaitu : Tegas!
Istilah lainnya adalah asertif. Sikap asertif ini terbagi menjadi dua macam, yaitu sikap mempertahankan hak sendiri dengan cara tidak mengorbankan hak orang lain dan mengekspresikan kebutuhan, keinginan, pendapat, perasaan dan keyakinan dengan cara langsung/terus terang tetap dalam kesopan-santunan. Asertif adalah sikap untuk menyatakan dan bertindak sesuai dengan hati nurani dan benar adanya. Orang yang bertingkah asertif, memiliki keberanian sungguh-sungguh untuk menyatakan kebenaran yang ada.
Asertif adalah sikap berani menyatakan apa yang benar kepada orang lain tanpa perlu merasa berhutang budi atas sebuah kebaikan. Orang asertif sangat selektif menerima pemberian orang lain (jika pemberian itu nantinya akan mengganggu idealisme-nya untuk menegakkan kebenaran). Asertif adalah sebuah ketegasan yang dibutuhkan sebelum bertindak. Sekarang pilihan kembali kepada masing-masing orang dalam memutuskan sebuah perkara, entah itu masalah keuangan maupun pekerjaan. Mari pertimbangkan!
Diana terlibat hutang piutang yang tidak sedikit karena kesalahan memanage keuangan, sehingga ia harus gali lubang tutup lubang agar tetap bisa aman bekerja di majikan. Ia mempunyai tanggungjawab (angsuran)kepada perbank-an setiap bulan dan jumlahnya melebihi nilai gaji yang diterimanya. Sudah bisa dibayangkan betapa mumetnya dia bukan?
Melakukan peminjaman di tempat-tempat peminjaman uang yang ada di Hong Kong syaratnya sangat mudah dan inilah yang kerap kali menjadi boomerang bagi si peminjam dan orang yang bersangkutan dengannya. Sudah seringkali kita dengar tentang keluhan, curhatan dari seorang BMI yang harus rela menjadi kurir membayarkan hutang temannya, kerja rodi! Sekian bulan memeras keringat dan gaji melayang tiap bulannya untuk membayar angsuran. Karena permasalahan ini, teman jadi lawan, bahkan yang lebih ironis, sesama saudarapun tega memakan hasil jerih payah sesamanya. Ke-egoan sudah tidak pandang sebelah mata. Ke-individuan telah merambah BMI hanya untuk kepentingan pribadi. Walau sudah banyak dimuat di media tentang kasus-kasus utang piutang, ternyata korban masih saja berjatuhan.
Mau tak mau, demi keamanan kerja, angsuran harus tetap dilunasi. Bila tidak, ancaman pemutusan kerja dengan majikan akan terjadi. Kita mau mencaci, memaki, tidak akan mengubah nasi yang telah menjadi bubur. Ini satu fakta yang terjadi dalam kehidupan BMI Hong Kong. Menggelinding bak bola salju yang tak bisa dibendung karena terseret arus kehidupan bebas lepas tanpa batas. Kenapa semua ini bisa terjadi? Satu jawaban telak yang tidak bisa dihindari oleh mayoritas BMI : Pekewuh!
Pembaca BI tercinta, apakah sebenarnya pekewuh itu? Kenapa mampu menyeret BMI dalam kubangan hutang piutang yang berkepanjangan? Pekewuh adalah budaya khas ketimuran, istilah lainnya adalah sungkan! Rasa ini timbul karena alasan ingin menghormati orang lain. Bila masih dalam batas kenormalan akan meningkatkan tali silaturohmi dalam sebuah lingkungan, komunitas/ organisasi. Pekewuh adalah cerminan rasa menghargai orang lain, namun bila salah penerapan, maka pekewuh ini justru akan menimbulkan dampak kurang baik bagi diri sendiri, seperti kasus hutang-piutang dikalangan BMI tadi. Menghambat kemajuan yang ingin diraih baik dalam kehidupan pribadi maupun organisasi.
Ketika pekewuh telah berlebihan, mampu memicu seseorang untuk memiliki sikap : AKS ( asal kamu senang). Sikap pekewuh ini juga terjadi bukan hanya dalam soal utang piutang tetapi juga dalam lingkup pekerjaan, dimana banyak sekali BMI yang terpaksa melakukan tugas diluar yang tertulis dalam kontrak kerja. Sekali lagi karena sikap pekewuh! Sungkan, segan kepada orang lain untuk menjaga hubungan/perasaan/kedamaian. Sudah membudaya dan mendarah daging dikalangan orang Indonesia. Sikap ini berasal dari budaya Jawa karena orang-orang Jawa lebih dikenal akan keramah-tamahannya. Bersikap ataupun bertutur kata meskipun hatinya tidak suka.
Pembaca BI tercinta, pekewuh menjadi awal dari segala hal-hal yang tidak mengenakan. Tidak berani bersikap tegas hanya demi rasa tidak enak! Akhirnya, diri sendiri yang jadi korban. Pertanyaannya mau sampai kapan? Menjadi bulan-bulanan kawan sendiri yang tidak bertanggungjawab? Atau menjadi sapi perah majikan yang tidak manusiawi? Untuk menghindari hal tersebut berlarut-larut, alangkah bijaknya bila kita juga memiliki sikap kebalik dari pekewuh tadi, yaitu : Tegas!
Istilah lainnya adalah asertif. Sikap asertif ini terbagi menjadi dua macam, yaitu sikap mempertahankan hak sendiri dengan cara tidak mengorbankan hak orang lain dan mengekspresikan kebutuhan, keinginan, pendapat, perasaan dan keyakinan dengan cara langsung/terus terang tetap dalam kesopan-santunan. Asertif adalah sikap untuk menyatakan dan bertindak sesuai dengan hati nurani dan benar adanya. Orang yang bertingkah asertif, memiliki keberanian sungguh-sungguh untuk menyatakan kebenaran yang ada.
Asertif adalah sikap berani menyatakan apa yang benar kepada orang lain tanpa perlu merasa berhutang budi atas sebuah kebaikan. Orang asertif sangat selektif menerima pemberian orang lain (jika pemberian itu nantinya akan mengganggu idealisme-nya untuk menegakkan kebenaran). Asertif adalah sebuah ketegasan yang dibutuhkan sebelum bertindak. Sekarang pilihan kembali kepada masing-masing orang dalam memutuskan sebuah perkara, entah itu masalah keuangan maupun pekerjaan. Mari pertimbangkan!
*Dimuat oleh Koran Berita Indonesia Hong Kong*
Fenomena Ustadz Dikalangan BMI
Maraknya pengajian-pengajian yang digelar oleh organisasi BMI di Hong Kong, membuat kening saya berkerut. Dilihat dari segi agama, kegiatan ini bisa dikategorikan sebagai dakwah untuk menyebarluaskan ajaran Islam yang terkenal sangat indah, baik kepada buruh migran yang masih awam ataupun kepada penduduk pribumi yang tidak menutup kemungkinan mereka menjadi mualaf.
Namun, belakangan ini, nilai itu sudah mulai bergeser menjadi satu pengejaran yang lebih mengarah ke materi, baik bagi si penyelenggara ataupun sang ustadz, nilai dakwahpun memudar. Pengajian yang diharapkan bisa mengarahkan para jamaahnya untuk mengerti dan memahami hakikat mereka yang mengaku sebagai orang Islam. Menjalankan setiap apa yang dipelajari, dilihat dan didengar adalah untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai wujud dari pembelajaran tersebut.
Faktanya, mereka masih tetap suka melakukan apa yang tidak dianjurkan oleh Islam. Apakah ini yang disebut sebuah proses? Sebuah frase bermetamorfosis? Bisa jadi, bila mereka masih sekali mengikuti kegiatan ini. Namun pertanyaannya, bagaimana bila mereka telah berkali hadir dalam sebuah pengajian, tapi kenapa tidak ada perubahan? Yang salah sang ustadz atau jamaahnya? Kenapa para jamaah itu masih sering menggunjing, berkeluh kesah, berkata dengan kasarnya bahkan masih ada yang berputus asa? Pernah satu ketika, saya naik kendaraan yang sama dari pengajian yang sama, beberapa jamaah saling bergunjing padahal bersama mereka ada sang ustadz. Lho, kemana ilmu yang tadi ya? Masyallah..
Fenomena inilah yang mengelitik hati saya untuk menulis, ketika banyak sekali ustadz-ustadz di Indonesia yang diusung ke Hong Kong untuk mengisi acara pengajian-pengajian guna berdakwah mengingatkan kembali jiwa-jiwa yang terlupa dan terlena oleh gemerlapnya surga dunia. Lupa ibadah, lupa norma dan lupa dengan tata krama. Entah sudah berapa ustadz yang diundang ke negeri ini, tak terhitung jumlahnya. Status ustadz bak selebriti yang sudah mulai pasang angka nominal, alih-alih sang ustadz beralih profesi.
Saya jadi bertanya-tanya dalam hati, apa dan siapakah ustadz itu? Begitu mudahnya orang-orang memberikan gelar ustadz pada seseorang. Padahal pengertian ulama dalam istilah fiqih tentang sebutan ustadz ini sangat spesifik, sehingga penggunaannya tidak boleh pada sembarang orang. Syaratnya berat, paling tidak ia harus menguasai ilmu Al-qur’an, ilmu hadits, ilmu fiqih, ushul fiqih, qawaid fiqhiyah, ilmu logika yang juga sangat penting dll.
Ustadz disematkan pada orang yang mengajar agama(guru agama). Ternyata istilah ustadz dalam bahasa arab juga ada dan kedudukannya sangat tinggi (Doktor/S-3). Mereka para ustadz dianggap punya banyak kelebihan. Dalam keseharian ustadzpun ditempatkan istimewa. Kedudukannya terhormat, posisinya diatas strata masyarakat. Lalu bagaimana dengan pembicara-pembicara yang sengaja diundang dan dipanggil ustadz itu? Sudahkah mereka memiliki kredibilitas seperti yang tercantumkan di atas? Ataukah ada sisi lain yang tersembunyi? Mari kita lihat fakta dilapangan!
Sang ustadz memberikan ceramah, tausiyah atau istilah lain yang maknanya sama, selama beberapa jam kepada jamaah dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, menambah wawasan dan sekaligus mengingatkannya. Setelah acara usai, maka si panitia akan melarikan sang ustadz ke suatu kawasan perbelanjaan yang sudah tidak asing lagi ditelinga BMI. Ditempat itu banyak dijual barang-barang murah meriah yang nilai belinya masih terjangkau kantong. Memenuhi tas dan koper dengan barang belanjaan, cukuplah buat oleh-oleh. Dalam hal ini, panitialah yang paling sibuk. Sang ustadz yang diawal tidak tahu akhirnya jadi tahu dan tuman krasan. Ketika di Hong Kong, belanja memenuhi koper menjadi satu agenda yang tak terlupa.
Pemandangan ini sudah tidak asing lagi menjadi trend baru yang sengaja diciptakan oleh BMI. Sudahkah hal ini sebanding dengan kesadaran para jamaah dengan kedatangan para ustadz yang mereka undang bila pada kenyataannya masih suka saling bergunjing. Bahkan terkadang menjadi satu ajang jor-joran dalam penampilan. Yuk kita renungkan! Kita cari dari segi mananya yang belum terisi. Atau mungkin cara seperti ini sudah tak afdol lagi? Mari ciptakan satu misi yang benar-benar bisa membuka hati dan pikiran para BMI menjadi bersihdalam menggapai ridho Illahi.
Namun, belakangan ini, nilai itu sudah mulai bergeser menjadi satu pengejaran yang lebih mengarah ke materi, baik bagi si penyelenggara ataupun sang ustadz, nilai dakwahpun memudar. Pengajian yang diharapkan bisa mengarahkan para jamaahnya untuk mengerti dan memahami hakikat mereka yang mengaku sebagai orang Islam. Menjalankan setiap apa yang dipelajari, dilihat dan didengar adalah untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai wujud dari pembelajaran tersebut.
Faktanya, mereka masih tetap suka melakukan apa yang tidak dianjurkan oleh Islam. Apakah ini yang disebut sebuah proses? Sebuah frase bermetamorfosis? Bisa jadi, bila mereka masih sekali mengikuti kegiatan ini. Namun pertanyaannya, bagaimana bila mereka telah berkali hadir dalam sebuah pengajian, tapi kenapa tidak ada perubahan? Yang salah sang ustadz atau jamaahnya? Kenapa para jamaah itu masih sering menggunjing, berkeluh kesah, berkata dengan kasarnya bahkan masih ada yang berputus asa? Pernah satu ketika, saya naik kendaraan yang sama dari pengajian yang sama, beberapa jamaah saling bergunjing padahal bersama mereka ada sang ustadz. Lho, kemana ilmu yang tadi ya? Masyallah..
Fenomena inilah yang mengelitik hati saya untuk menulis, ketika banyak sekali ustadz-ustadz di Indonesia yang diusung ke Hong Kong untuk mengisi acara pengajian-pengajian guna berdakwah mengingatkan kembali jiwa-jiwa yang terlupa dan terlena oleh gemerlapnya surga dunia. Lupa ibadah, lupa norma dan lupa dengan tata krama. Entah sudah berapa ustadz yang diundang ke negeri ini, tak terhitung jumlahnya. Status ustadz bak selebriti yang sudah mulai pasang angka nominal, alih-alih sang ustadz beralih profesi.
Saya jadi bertanya-tanya dalam hati, apa dan siapakah ustadz itu? Begitu mudahnya orang-orang memberikan gelar ustadz pada seseorang. Padahal pengertian ulama dalam istilah fiqih tentang sebutan ustadz ini sangat spesifik, sehingga penggunaannya tidak boleh pada sembarang orang. Syaratnya berat, paling tidak ia harus menguasai ilmu Al-qur’an, ilmu hadits, ilmu fiqih, ushul fiqih, qawaid fiqhiyah, ilmu logika yang juga sangat penting dll.
Ustadz disematkan pada orang yang mengajar agama(guru agama). Ternyata istilah ustadz dalam bahasa arab juga ada dan kedudukannya sangat tinggi (Doktor/S-3). Mereka para ustadz dianggap punya banyak kelebihan. Dalam keseharian ustadzpun ditempatkan istimewa. Kedudukannya terhormat, posisinya diatas strata masyarakat. Lalu bagaimana dengan pembicara-pembicara yang sengaja diundang dan dipanggil ustadz itu? Sudahkah mereka memiliki kredibilitas seperti yang tercantumkan di atas? Ataukah ada sisi lain yang tersembunyi? Mari kita lihat fakta dilapangan!
Sang ustadz memberikan ceramah, tausiyah atau istilah lain yang maknanya sama, selama beberapa jam kepada jamaah dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, menambah wawasan dan sekaligus mengingatkannya. Setelah acara usai, maka si panitia akan melarikan sang ustadz ke suatu kawasan perbelanjaan yang sudah tidak asing lagi ditelinga BMI. Ditempat itu banyak dijual barang-barang murah meriah yang nilai belinya masih terjangkau kantong. Memenuhi tas dan koper dengan barang belanjaan, cukuplah buat oleh-oleh. Dalam hal ini, panitialah yang paling sibuk. Sang ustadz yang diawal tidak tahu akhirnya jadi tahu dan tuman krasan. Ketika di Hong Kong, belanja memenuhi koper menjadi satu agenda yang tak terlupa.
Pemandangan ini sudah tidak asing lagi menjadi trend baru yang sengaja diciptakan oleh BMI. Sudahkah hal ini sebanding dengan kesadaran para jamaah dengan kedatangan para ustadz yang mereka undang bila pada kenyataannya masih suka saling bergunjing. Bahkan terkadang menjadi satu ajang jor-joran dalam penampilan. Yuk kita renungkan! Kita cari dari segi mananya yang belum terisi. Atau mungkin cara seperti ini sudah tak afdol lagi? Mari ciptakan satu misi yang benar-benar bisa membuka hati dan pikiran para BMI menjadi bersihdalam menggapai ridho Illahi.
*Dimuat di Koran Berita Indonesia Hong Kong*
Akibat Pergaulan Bebas
Pembaca BI tercinta, semakin hari permasalahan yang terjadi dikalangan BMI Hong Kong semakin berwarna. Banyak kasus-kasus yang diberitakan di media massa, dari masalah gaji underpayment, libur, kesehatan, penyiksaan, pelecehan, utang piutang dan yang lagi ramai-ramainya diberitakan media adalah kasus pembuangan bayi di tempat sampah. Kejadian ini tentu saja menyentakkan hati setiap insan yang membacanya.
Kasus ini dimuat pula di media lokal Hong Kong yang tentu saja semakin menambah citra buruk BMI, hanya karena ulah segelintir orang yang keblinger. Nasi sudah menjadi bubur, sikap saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan masalah. Yang harus dilakukan kini adalah menanamkan kesadaran diri pada setiap individu, bahwa keberadaan mereka di Hong Kong bukan saja sebagai pekerja namun mereka juga sebagai duta bangsa yang punya tanggungjawab membawa citra bangsa di mata dunia.
Kita semua tahu, Hong Kong adalah negara tujuan BMI yang menempati urutan terbaik dalam memberikan hak-hak pada pekerja asing bila dibanding dengan negara lain. Selain itu Hong Kong merupakan negara yang menghargai kebebasan. Sayangnya kebebasan ini malah justru membuat banyak BMI salah jalan. Menggunakan kebebasan secara berlebihan sehingga menimbulkan berbagai masalah yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Seperti halnya kasus pembuangan bayi di tempat sampah, sangat melukai hati BMI lain yang mayoritas kaum hawa.
Menjadi satu perenungan bersama agar hal seperti ini tidak terjadi lagi dimasa-masa mendatang. Mengakhiri satu kehidupan anak manusia yang tak berdosa adalah perbuatan yang dilarang oleh agama manapun, apapun alasannya. Menjadi tanggungjawab bersama untuk saling mengingatkan dikalangan BMI yang sudah mulai bergeser ke pola hidup individulis. Permasalahan ini adalah imbas dari akibat pergaulan bebas di antara BMI. Mereka cepat akrab satu dengan lainnya karena merasa senasib. Namun mereka lupa, bahwa bebas bukan berarti tanpa batas.
Pergaulan bebas adalah bentuk perilaku menyimpang yang mana telah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Hal ini dipicu oleh beberapa sebab, di antaranya : emosi yang masih labil, tidak bisa mengendalikan diri dengan benar dll. Semua ini karena ada sebab, bisa jadi mereka punya masalah dengan keluarga, sedang mengalami kekecewaan, pengetahuan yang minim, memasuki komunitas yang salah serta tidak memiliki pegangan hidup.
Pembaca BI tercinta, di Hong Kong tidak ada larangan bergaul dengan siapapun, tetapi kita tetap perlu melihat dampak dari pergaulan tersebut. Jangan justru membuat kita terperosok dalam pergaulan bebas yang meninggalkan norma-norma agama dan asusila. Mengingat kembali tujuan utama ke Hong Kong, bisa menjadi satu tameng kuat agar tidak terseret arus pergaulan bebas karena tatanan masyarakat modern tak akan lepas dengan hal yang bermuara pada arah kebebasan dalam banyak aspek kehidupan, misal : kebebasan berpendapat, berpikir dan berbuat. Solusi agar kita terhindar dari dampak buruk akibat pergaulan bebas di antaranya :
1. Memperbaiki atau mengubah cara pandang/pola pikir dengan sikap optimis.
2. Menjaga keseimbangan pola hidup.
3. Jujur pada diri sendiri.
4. Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga terbina hubungan baik dengan sesamanya.
5. Perlunya berpikir tentang masa depan.
Dengan lima hal tersebut, diharapkan bisa mengurangi permasalahan BMI yang dirasakan semakin kompleks. Mari samakan persepsi tentang makna bebas. Kita bebas berpikir, berbicara, berekspresi dan berbuat selama masih dalam kancah kepositivan. Tidak ada larangan bagi kita untuk bergaul dengan siapapun, namun tetaplah ingat satu hal akan dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh pergaulan tersebut. Jangan justru membuat kita salah arah dan salah kaprah.
Menjaga komunikasi dengan keluarga bisa merekatkan hubungan dan sebagai sarana melepas rindu. Tatanan masyarakat modern tak akan lepas dengan hal-hal yang bermuara pada arah kebebasan untuk segala aspek kehidupan. Dan kita sebagai makhluk sosial punya keinginan berinteraksi dengan setiap orang, namun kita perlu mengukur kadarnya. Dalam berinteraksi, ada satu ilmu yang harus dipahami, yaitu : etika atau sopan-santun.
Kawan, mari sejenak kita renungkan dan pertanyakan pada diri sendiri tentang segala kejadian yang menimpa, baik negatif ataupun positif. Pasti ada hikmah dan pelajaran tersembunyi didalamnya. Kedudukan kita sebagai wanita sangat mulia serta memiliki peranan penting sesuai dengan bingkai yang telah digariskan oleh Tuhan. Seorang wanita yang kelak akan menjadi ibu bagi generasi-generasi penerus bangsa. Seorang wanita bukanlah sosok yang lemah dan tidak berdaya, tetapi ia adalah sumber dari seluruh kekuatan yang pernah dimiliki seorang manusia, dan itu telah nyata-nyata terbukti dengan keberanian meninggalkan Tanah Air untuk mengubah masa depan. Cintai dan hargailah diri kita sebagai wanita dengan tetap menjaga apapun yang telah dititipkan Tuhan pada kita.
Kasus ini dimuat pula di media lokal Hong Kong yang tentu saja semakin menambah citra buruk BMI, hanya karena ulah segelintir orang yang keblinger. Nasi sudah menjadi bubur, sikap saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan masalah. Yang harus dilakukan kini adalah menanamkan kesadaran diri pada setiap individu, bahwa keberadaan mereka di Hong Kong bukan saja sebagai pekerja namun mereka juga sebagai duta bangsa yang punya tanggungjawab membawa citra bangsa di mata dunia.
Kita semua tahu, Hong Kong adalah negara tujuan BMI yang menempati urutan terbaik dalam memberikan hak-hak pada pekerja asing bila dibanding dengan negara lain. Selain itu Hong Kong merupakan negara yang menghargai kebebasan. Sayangnya kebebasan ini malah justru membuat banyak BMI salah jalan. Menggunakan kebebasan secara berlebihan sehingga menimbulkan berbagai masalah yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Seperti halnya kasus pembuangan bayi di tempat sampah, sangat melukai hati BMI lain yang mayoritas kaum hawa.
Menjadi satu perenungan bersama agar hal seperti ini tidak terjadi lagi dimasa-masa mendatang. Mengakhiri satu kehidupan anak manusia yang tak berdosa adalah perbuatan yang dilarang oleh agama manapun, apapun alasannya. Menjadi tanggungjawab bersama untuk saling mengingatkan dikalangan BMI yang sudah mulai bergeser ke pola hidup individulis. Permasalahan ini adalah imbas dari akibat pergaulan bebas di antara BMI. Mereka cepat akrab satu dengan lainnya karena merasa senasib. Namun mereka lupa, bahwa bebas bukan berarti tanpa batas.
Pergaulan bebas adalah bentuk perilaku menyimpang yang mana telah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Hal ini dipicu oleh beberapa sebab, di antaranya : emosi yang masih labil, tidak bisa mengendalikan diri dengan benar dll. Semua ini karena ada sebab, bisa jadi mereka punya masalah dengan keluarga, sedang mengalami kekecewaan, pengetahuan yang minim, memasuki komunitas yang salah serta tidak memiliki pegangan hidup.
Pembaca BI tercinta, di Hong Kong tidak ada larangan bergaul dengan siapapun, tetapi kita tetap perlu melihat dampak dari pergaulan tersebut. Jangan justru membuat kita terperosok dalam pergaulan bebas yang meninggalkan norma-norma agama dan asusila. Mengingat kembali tujuan utama ke Hong Kong, bisa menjadi satu tameng kuat agar tidak terseret arus pergaulan bebas karena tatanan masyarakat modern tak akan lepas dengan hal yang bermuara pada arah kebebasan dalam banyak aspek kehidupan, misal : kebebasan berpendapat, berpikir dan berbuat. Solusi agar kita terhindar dari dampak buruk akibat pergaulan bebas di antaranya :
1. Memperbaiki atau mengubah cara pandang/pola pikir dengan sikap optimis.
2. Menjaga keseimbangan pola hidup.
3. Jujur pada diri sendiri.
4. Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga terbina hubungan baik dengan sesamanya.
5. Perlunya berpikir tentang masa depan.
Dengan lima hal tersebut, diharapkan bisa mengurangi permasalahan BMI yang dirasakan semakin kompleks. Mari samakan persepsi tentang makna bebas. Kita bebas berpikir, berbicara, berekspresi dan berbuat selama masih dalam kancah kepositivan. Tidak ada larangan bagi kita untuk bergaul dengan siapapun, namun tetaplah ingat satu hal akan dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh pergaulan tersebut. Jangan justru membuat kita salah arah dan salah kaprah.
Menjaga komunikasi dengan keluarga bisa merekatkan hubungan dan sebagai sarana melepas rindu. Tatanan masyarakat modern tak akan lepas dengan hal-hal yang bermuara pada arah kebebasan untuk segala aspek kehidupan. Dan kita sebagai makhluk sosial punya keinginan berinteraksi dengan setiap orang, namun kita perlu mengukur kadarnya. Dalam berinteraksi, ada satu ilmu yang harus dipahami, yaitu : etika atau sopan-santun.
Kawan, mari sejenak kita renungkan dan pertanyakan pada diri sendiri tentang segala kejadian yang menimpa, baik negatif ataupun positif. Pasti ada hikmah dan pelajaran tersembunyi didalamnya. Kedudukan kita sebagai wanita sangat mulia serta memiliki peranan penting sesuai dengan bingkai yang telah digariskan oleh Tuhan. Seorang wanita yang kelak akan menjadi ibu bagi generasi-generasi penerus bangsa. Seorang wanita bukanlah sosok yang lemah dan tidak berdaya, tetapi ia adalah sumber dari seluruh kekuatan yang pernah dimiliki seorang manusia, dan itu telah nyata-nyata terbukti dengan keberanian meninggalkan Tanah Air untuk mengubah masa depan. Cintai dan hargailah diri kita sebagai wanita dengan tetap menjaga apapun yang telah dititipkan Tuhan pada kita.
*Dimuat oleh Koran Berita Indonesia Hong Kong*
Kesadaran Diri
Suatu keadaan dimana kita bisa memahami diri sendiri dengan setepat-tepatnya, itulah yang dikatakan sebagai kesadaran diri. Bila kita telah memahami emosi dan mood yang sedang dirasakan, kritis terhadap informasi mengenai diri sendiri, sadar akan keadaan diri yang nyata, maka kita telah memiliki kesadaran diri. Kesimpulannya, kesadaran diri adalah jika kita sadar mengenai pikiran, perasaan dan evaluasi terhadap diri sendiri.
Dalam kesadaran diri, kita memiliki kemampuan memonitor diri (membaca situasi sosial dalam memahami orang lain dan mengerti harapan orang lain terhadap dirinya). Orang yang bisa memonitor diri sendiri disukai banyak orang, tetapi bila berlebihan tidak bagus karena berarti tidak mempunyai pendirian. Kesadaran diri bisa dibedakan menjadi dua, yaitu : kesadaran diri publik dan kesadaran diri pribadi. Kesadaran diri publik lebih mengarah pada diluar dirinya, mis : melakukan sesuatu dengan harapan diketahui orang lain.
Kesadaran diri merupakan proses mengenali motivasi, pilihan dan kepribadian kita menyadari pengaruh faktor-faktor tersebut diatas. Penilaian interaksi kita dengan orang lain. Beberapa manfaat bila kita memiliki kesadaran diri, di antaranya :
• Memahami diri sendiri dalam berelasi dengan orang lain.
• Menyusun tujuan hidup dan karir.
• Membangun relasi dengan orang lain.
• Memahami nilai-nilai keberagaman.
• Memimpin orang lain secara efektif.
• Meningkatkan produktivitas.
• Meningkatkan kontribusi pada pekerjaan, masyarakat dan keluarga.
Cara mendapatkan kesadaran diri ini bisa kita dapatkan dengan menganalisa diri sendiri dan meminta orang lain untuk menilai diri kita serta menganalisa diri dengan cara reflek diri (pikiran dan perasaan) yang meliputi : perilaku, pribadi, sikap dan persepsi kita. Perilaku disini berhubungan erat dengan tindakan-tindakan kita, maka kitalah yang harus mengarahkan tiap tindakan yang terdiri dari empat hal, yaitu : pola pikir, pola tindakan dan pola interaksi dengan orang lain. Selain itu pengalaman juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan/meningkatkan kesadaran diri. Kita juga bisa belajar dari orang lain, peristiwa/kejadian yang hadir dalam lingkaran hidup.
Dengan kesadaran diri, kita bisa mengatur masa depan sendiri juga memiliki peranan penting dalam pembentukan kualitas hidup. Kesadaran diri tergantung dari pola pikir kita yang akan memproses semua informasi yang masuk ke dalam otak untuk selanjutnya direalisasikan. Dalam pembentukan pola pikir ini tergantung oleh berbagai faktor dan suatu kehidupan terbentuk dari pola pikir. Tanpa kesadaran diri ini, maka kita tidak bisa mencapai apa yang kita inginkan.
Bersyukurlah kita telah dibekali akal sehingga bisa memiliki satu pemahaman (pola pikir) untuk menyelesaikan segala permasalahan hidup. Kesadaran diri yang tinggi mampu membedakan perbuatan/tindakan yang baik dan buruk, yang patut atau tidak patut dikerjakan serta tahu halal atau haram. Hal ini menumbuhkan rasa malu baik kepada dirinya sendiri dan juga kepada Tuhan Sang Pencipta. Sedang orang yang tidak memiliki kesadaran diri akan kesulitan membedakan positif atau negatif dan hatinya tertutup, misal : tindakan kriminalitas.
Kesadaran diri diperlukan oleh semua orang tak pandang ia berlatar belakang apa, termasuk juga BMI. Sangat penting hal ini disadari sejak dini sebagai modal untuk menghadapi globalisasi dunia disegala bidang. Dengan kesadaran diri, kita tidak akan terombang-ambing dalam mengambil tindakan. Apapun masalah yang dihadapi masih memiliki pijakan yang benar. Tidak mudah terseret arus kehidupan yang menyimpang. Memiliki satu kepercayaan dan kenyakinan bahwa diri kita bisa! Pertanyaannya kini, apakah kesadaran diri itu sudah kita miliki dan pahami?
Mari sama-sama kita melihat fenomena kehidupan BMI di Hong Kong dengan segala pernik-perniknya. Dari situ, kita bisa mengambil kesimpulan diperlukan tidaknya tindakan untuk menumbuhkan kesadaran diri dalam masing-masing orang.
Dalam kesadaran diri, kita memiliki kemampuan memonitor diri (membaca situasi sosial dalam memahami orang lain dan mengerti harapan orang lain terhadap dirinya). Orang yang bisa memonitor diri sendiri disukai banyak orang, tetapi bila berlebihan tidak bagus karena berarti tidak mempunyai pendirian. Kesadaran diri bisa dibedakan menjadi dua, yaitu : kesadaran diri publik dan kesadaran diri pribadi. Kesadaran diri publik lebih mengarah pada diluar dirinya, mis : melakukan sesuatu dengan harapan diketahui orang lain.
Kesadaran diri merupakan proses mengenali motivasi, pilihan dan kepribadian kita menyadari pengaruh faktor-faktor tersebut diatas. Penilaian interaksi kita dengan orang lain. Beberapa manfaat bila kita memiliki kesadaran diri, di antaranya :
• Memahami diri sendiri dalam berelasi dengan orang lain.
• Menyusun tujuan hidup dan karir.
• Membangun relasi dengan orang lain.
• Memahami nilai-nilai keberagaman.
• Memimpin orang lain secara efektif.
• Meningkatkan produktivitas.
• Meningkatkan kontribusi pada pekerjaan, masyarakat dan keluarga.
Cara mendapatkan kesadaran diri ini bisa kita dapatkan dengan menganalisa diri sendiri dan meminta orang lain untuk menilai diri kita serta menganalisa diri dengan cara reflek diri (pikiran dan perasaan) yang meliputi : perilaku, pribadi, sikap dan persepsi kita. Perilaku disini berhubungan erat dengan tindakan-tindakan kita, maka kitalah yang harus mengarahkan tiap tindakan yang terdiri dari empat hal, yaitu : pola pikir, pola tindakan dan pola interaksi dengan orang lain. Selain itu pengalaman juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan/meningkatkan kesadaran diri. Kita juga bisa belajar dari orang lain, peristiwa/kejadian yang hadir dalam lingkaran hidup.
Dengan kesadaran diri, kita bisa mengatur masa depan sendiri juga memiliki peranan penting dalam pembentukan kualitas hidup. Kesadaran diri tergantung dari pola pikir kita yang akan memproses semua informasi yang masuk ke dalam otak untuk selanjutnya direalisasikan. Dalam pembentukan pola pikir ini tergantung oleh berbagai faktor dan suatu kehidupan terbentuk dari pola pikir. Tanpa kesadaran diri ini, maka kita tidak bisa mencapai apa yang kita inginkan.
Bersyukurlah kita telah dibekali akal sehingga bisa memiliki satu pemahaman (pola pikir) untuk menyelesaikan segala permasalahan hidup. Kesadaran diri yang tinggi mampu membedakan perbuatan/tindakan yang baik dan buruk, yang patut atau tidak patut dikerjakan serta tahu halal atau haram. Hal ini menumbuhkan rasa malu baik kepada dirinya sendiri dan juga kepada Tuhan Sang Pencipta. Sedang orang yang tidak memiliki kesadaran diri akan kesulitan membedakan positif atau negatif dan hatinya tertutup, misal : tindakan kriminalitas.
Kesadaran diri diperlukan oleh semua orang tak pandang ia berlatar belakang apa, termasuk juga BMI. Sangat penting hal ini disadari sejak dini sebagai modal untuk menghadapi globalisasi dunia disegala bidang. Dengan kesadaran diri, kita tidak akan terombang-ambing dalam mengambil tindakan. Apapun masalah yang dihadapi masih memiliki pijakan yang benar. Tidak mudah terseret arus kehidupan yang menyimpang. Memiliki satu kepercayaan dan kenyakinan bahwa diri kita bisa! Pertanyaannya kini, apakah kesadaran diri itu sudah kita miliki dan pahami?
Mari sama-sama kita melihat fenomena kehidupan BMI di Hong Kong dengan segala pernik-perniknya. Dari situ, kita bisa mengambil kesimpulan diperlukan tidaknya tindakan untuk menumbuhkan kesadaran diri dalam masing-masing orang.
*Di muat di Koran Berita Indonesia Hong Kong*
Langganan:
Komentar (Atom)






