Meluahkan Imajinasi Ke Dalam Karya
“Suatu aktivitas yang sangat
menyenangkan karena selain menghasilkan karya seni juga bisa meluahkan emosi
dan imajinasi saya dalam sebuah karya. Selain memberikan kepuasan tersendiri
juga bisa memanfaatkan waktu dengan lebih baik” ulas Naning BMI asal
Palembang.
Membuat souvenir dan aksesoris
adalah kesukaan yang tak bisa terelakkan baginya, karena dari permintaan
teman-teman membuat BMI yang satu ini optimis untuk mengembangkannya. Pelanggan
pertamanya adalah teman-teman sendiri di Hong Kong atau dari Indonesia, kemudian
menjadi dikenal lebih luas melalui jaringan internet Fb, You Tube, Tweeter, Skype,
Blog, dll. Juga beberapa toko busana /butik
di nusantara yang siap dan sudah memasarkannya, meskipun masih dalam jumlah
yang terbatas, berhubung terkendala waktu pembuatannya.
BMI yang bernama lengkap Naning
Fauziah ini, lahir di Durenan, Trenggalek, Jawa Timur, anak kedua dari tiga
bersaudara. Keluarganya berdomisili di kota Plaju, Palembang, ia masih bekerja di Hong Kong sejak tahun 2007
hingga sekarang kontrak ke 3 dengan job yg sama. Sebelum menekuni kerajinan,
aktivitasnya selama 2 tahun adalah belajar di salah satu universitas di Hong Kong,
untuk mengisi waktu libur hingga kemudian bertemu dengan sahabat kecil semasa
sekolah dalam satu kegiatan pameran di lapangan.
Sahabat lamanya menawarkan ilmu,
karena dia sudah berencana kembali ke Tanah Air. Dari situ ia menemukan
bakatnya di bidang kerajinan tangan. Karena dari kecil hobinya menggambar, aktif
mengikuti setiap perlombaan dari bangku SD. Meskipun melukis tidak sama dengan
membuat kerajinan tetapi baginya sama-sama meluahkan imajinasi kedalam sebuah
karya dengan media yang berbeda yaitu dari kertas gambar/kanvas beralih ke bahan
kerajinan tangan seperti batu manik dan material pelengkapnya.
Setiap ada kesempatan luang digunakannya
membuat kerajinan untuk memperbanyak koleksi dengan cara meniru /membeli
souvenir yang sudah jadi agar bisa mengikuti cara pembuatanya, sehingga ia bisa
menghasilkan karya dengan versinya sendiri. Yang dimaksud meniru adalah sebatas
cara pembuatan dasarnya saja dan untuk karya yang akan dibuat bisa dikreasikan
dengan berbagai model yang bervariasi. Selain itu bisa belajar sendiri dari
buku /VCD tutor membuat kerajinan, dari buku-buku penunjang sangat mudah
dipelajari dan mempraktekkan. Dari beberapa buku kerajinan dipadukannya, guna
menambah pengetahuan menginspirasi untuk berkarya seetnik mungkin, tidak
ketinggalan trend dari peminat di masyarakat luas. Tidak ada alasan untuk
meningkatkan potensi diri meski masih pemula sekalipun. Hal serupa bisa dilakukan
dengan belajar membuat kerajinan dari internet, dan dikembangkan dengan cara
kita sendiri. Berbagai ilmu sebagai tambahan pengetahuan serta referensi dalam
kita mempersiapkan sebelum benar-benar memiliki usaha di Tanah Air.
Hasil Kerajinan yang sudah dihasilkan oleh Naning beraneka
ragam seperti : kado, souvenir pernikahan berupa boneka unik, hiasan, miniatur
rumah, gantungan kunci/HP, gelang, kalung, tas,dll. Kalau mau mengembangkan
mungkin masih sangat berpeluang untuk sukses, dilihat dari bahan material yang
terjangkau juga mudah didapatkan. Melihat fungsi dari aksesoris sendiri tidak
lepas dari kodrat perempuan. Dari action yang sederhana atau yang mewah.
Kendala yang biasa dialami selama masih
bekerja di sini yaitu, waktu yang sangat terbatas. Tetapi ia akan tetap optimis
karena memang cara terbaiknya dengan mempersiapkan sedini mungkin dan belajar
serta berusaha selagi masih ada kesempatan.
Selama ini, Naning menerima
orderan aksesories dan sovenir untuk teman-teman di Hong Kong, seperti
teman-teman sekolah, organisasi juga menerima berbagai pesanan untuk bermacam
acara. Untuk pemesaran di Indonesia, ada butik muslim di daerah Batam (salah
satu plaza di kota Plaju) juga pemesanan secara on line. Meski masih sangat
terbatas, Naning yakin akan berkembang karena pelanggan yang biasa order merasa
puas dan suka dengan karyanya.
Planning ke depan, Naning ingin
mendirikan sebuah “sanggar kreasi” di
Palembang tempat tinggalnya. Dengan modal keberanian dan ketekunan, Naning
percaya akan ada hasil dari usaha ini. Untuk meningkatkan pemasaran yang sudah
berjalan, ia akan memperkenalkan di daerah-daerah wisata yang ada di Palembang
karena di daerah tersebut masih minim sekali, bergabung di komunitas yang
sebidang, mengikuti event-event pameran seni, bermitra dengan jasa percetakan
yang belum menyediakan sovenir, dll.
Untuk aksesories, Naning melihat masih banyak
mengimpor dari Luar Negeri. Dari situlah ada kesempatan untuk ia memperkenalkan
style baru yang tidak harus mewah tapi terkesan “elegan” dan “ dinamis”
berkarakter.
Tidak mudah dan butuh
perjuangan, itu yang ia rasakan, namun ia tidak pantang menyerah. Bagi
rekan-rekan yang ingin berkenalan langsung dengannya, silahkan berkunjung ke
blog pribadinya.
Dimuat Berita Indonesia edisi Des 2012







