Rabu, 12 Desember 2012

SOSOK BMI DALAM KRIKIL (KREATIF & TERAMPIL)



Meluahkan Imajinasi Ke Dalam Karya


“Suatu aktivitas yang sangat menyenangkan karena selain menghasilkan karya seni juga bisa meluahkan emosi dan imajinasi saya dalam sebuah karya. Selain memberikan kepuasan tersendiri juga bisa memanfaatkan waktu dengan lebih baik” ulas Naning BMI asal Palembang.

Membuat souvenir dan aksesoris adalah kesukaan yang tak bisa terelakkan baginya, karena dari permintaan teman-teman membuat BMI yang satu ini optimis untuk mengembangkannya. Pelanggan pertamanya adalah teman-teman sendiri di Hong Kong atau dari Indonesia, kemudian menjadi dikenal lebih luas melalui jaringan internet Fb, You Tube, Tweeter, Skype, Blog, dll.  Juga beberapa toko busana /butik di nusantara yang siap dan sudah memasarkannya, meskipun masih dalam jumlah yang terbatas, berhubung terkendala waktu pembuatannya.

BMI yang bernama lengkap Naning Fauziah ini, lahir di Durenan, Trenggalek, Jawa Timur, anak kedua dari tiga bersaudara. Keluarganya berdomisili di kota Plaju, Palembang,  ia masih bekerja di Hong Kong sejak tahun 2007 hingga sekarang kontrak ke 3 dengan job yg sama. Sebelum menekuni kerajinan, aktivitasnya selama 2 tahun adalah belajar di salah satu universitas di Hong Kong, untuk mengisi waktu libur hingga kemudian bertemu dengan sahabat kecil semasa sekolah dalam satu kegiatan pameran di lapangan.

Sahabat lamanya menawarkan ilmu, karena dia sudah berencana kembali ke Tanah Air. Dari situ ia menemukan bakatnya di bidang kerajinan tangan. Karena dari kecil hobinya menggambar, aktif mengikuti setiap perlombaan dari bangku SD. Meskipun melukis tidak sama dengan membuat kerajinan tetapi baginya sama-sama meluahkan imajinasi kedalam sebuah karya dengan media yang berbeda yaitu dari kertas gambar/kanvas beralih ke bahan kerajinan tangan seperti batu manik dan material pelengkapnya.

Setiap ada kesempatan luang digunakannya membuat kerajinan untuk memperbanyak koleksi dengan cara meniru /membeli souvenir yang sudah jadi agar bisa mengikuti cara pembuatanya, sehingga ia bisa menghasilkan karya dengan versinya sendiri. Yang dimaksud meniru adalah sebatas cara pembuatan dasarnya saja dan untuk karya yang akan dibuat bisa dikreasikan dengan berbagai model yang bervariasi. Selain itu bisa belajar sendiri dari buku /VCD tutor membuat kerajinan, dari buku-buku penunjang sangat mudah dipelajari dan mempraktekkan. Dari beberapa buku kerajinan dipadukannya, guna menambah pengetahuan menginspirasi untuk berkarya seetnik mungkin, tidak ketinggalan trend dari peminat di masyarakat luas. Tidak ada alasan untuk meningkatkan potensi diri meski masih pemula sekalipun. Hal serupa bisa dilakukan dengan belajar membuat kerajinan dari internet, dan dikembangkan dengan cara kita sendiri. Berbagai ilmu sebagai tambahan pengetahuan serta referensi dalam kita mempersiapkan sebelum benar-benar memiliki usaha di Tanah Air.

Hasil Kerajinan yang sudah dihasilkan oleh Naning beraneka ragam seperti : kado, souvenir pernikahan berupa boneka unik, hiasan, miniatur rumah, gantungan kunci/HP, gelang, kalung, tas,dll. Kalau mau mengembangkan mungkin masih sangat berpeluang untuk sukses, dilihat dari bahan material yang terjangkau juga mudah didapatkan. Melihat fungsi dari aksesoris sendiri tidak lepas dari kodrat perempuan. Dari action yang sederhana atau yang mewah.

                 Kendala yang biasa dialami selama masih bekerja di sini yaitu, waktu yang sangat terbatas. Tetapi ia akan tetap optimis karena memang cara terbaiknya dengan mempersiapkan sedini mungkin dan belajar serta berusaha selagi masih ada kesempatan.

Selama ini, Naning menerima orderan aksesories dan sovenir untuk teman-teman di Hong Kong, seperti teman-teman sekolah, organisasi juga menerima berbagai pesanan untuk bermacam acara. Untuk pemesaran di Indonesia, ada butik muslim di daerah Batam (salah satu plaza di kota Plaju) juga pemesanan secara on line. Meski masih sangat terbatas, Naning yakin akan berkembang karena pelanggan yang biasa order merasa puas dan suka dengan karyanya.

Planning ke depan, Naning ingin mendirikan sebuah “sanggar kreasi” di Palembang tempat tinggalnya. Dengan modal keberanian dan ketekunan, Naning percaya akan ada hasil dari usaha ini. Untuk meningkatkan pemasaran yang sudah berjalan, ia akan memperkenalkan di daerah-daerah wisata yang ada di Palembang karena di daerah tersebut masih minim sekali, bergabung di komunitas yang sebidang, mengikuti event-event pameran seni, bermitra dengan jasa percetakan yang belum menyediakan sovenir, dll.

 Untuk aksesories, Naning melihat masih banyak mengimpor dari Luar Negeri. Dari situlah ada kesempatan untuk ia memperkenalkan style baru yang tidak harus mewah tapi terkesan “elegan” dan “ dinamis” berkarakter.

Tidak mudah dan butuh perjuangan, itu yang ia rasakan, namun ia tidak pantang menyerah. Bagi rekan-rekan yang ingin berkenalan langsung dengannya, silahkan berkunjung ke blog pribadinya.

http://www.facebook.com/SimpleGiftsGallery.                  

 
 
Dimuat Berita Indonesia edisi Des 2012
 

 

2 komentar: