Sabtu, 04 November 2017

PROFIL BMI PURNA ASAL BANYUMAS JAWA TENGAH

Sebelum menjadi BMI Sujinah  menjadi ibu  rumah tangga biasa, tapi ia orangnya sejak dulu tidak  suka diam/menganggur. Segala macam usaha sudah dicobanya, dari jualan tempe buntel, bikin sale, kripik pisang, tape ketan, jualan rujak, jualan pakaian  dengan sistim kredit, dan terakhir sebelum ke luar negeri  ia menjadi guru TK. Inilah awal kisah Sujinah, BMI Purna asal Desa Besuki Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas, sebelum merantau ke Hong Kong.



Karena anaknya  semakin besar dan membutuhkan biaya untuk sekolah  dan keperluan lainnya, akhirnya ia memutuskan ke luar negeri dengan tujuan Hong Kong. Selama beberapa tahun, Sujinah menggeluti pekerjaannya sebagai BMI sampai anaknya lulus sarjana lalu menikah. Ia pun memutuskan untuk tidak kembali  ke luar negeri.




Selama 3 tahun bekerja di Hong Kong, Sujinah mengatakan bahwa dirinya belum memiliki pengalaman banyak tentang kehidupan di negara ini. Saat itu ia tinggal di daerah Taipo dengan job menjaga orang idiot.  Ia jarang libur, sesekali libur  cuma pergi  ke toko dan membeli buku buat menghilangkan rasa jenuh di tempat kerja, karena  tiap hari cuma duduk-duduk saja. Lama-lama  buku yang dibelinya  jadi banyak.
Setelah kerja di Taipo, Sujinah memutuskan untuk ganti majikan. Ia pindah ke Yuen Long. Di majikan yang baru ini, ia menyepakati  perjanjian kerja  2 kali libur di hari Minggu dan 2 kali libur di hari Sabtu. Karena  mulai banyak kenal teman yang berorganisasi, ia sering minta ijin libur hari Minggu untuk ikut acara pengajian, dll.

Lama-lama sang majikan  bosan  karena Sujinah selalu minta ijin libur hari Minggu, mereka pun menyerah dengan keinginan tersebut. Sujinah libur membawa buku untuk dipinjamkan kepada teman-teman sesama BMI. Dari sinilah tercipta ide membuka perpustakaan   lesehan yang berlokasi di taman Yuen Long, sambil jualan buku,baju,alat salat dll.



Saat itu kondisi di Hong Kong masih aman dan belum banyak  BMI berjualan baju,cuma ada 2-3 orang saja yang berjualan baju,yang lengkap dengan buku dan keperluan lainnya. Ia beri nama perpustakaan itu Lentera Qolbu. Sujinah mengakui, pada waktu itu dirinya  belum bisa main internet.
Walau perpustakaan yang ia jalankan sudah berjalan lama tapi dia lebih aktif  di organisasi dan kegiatan sosial . Ia dan teman-temannya sangat bersemangat dalam kegiatan mengisi hari liburnya. Mereka pun memberanikan diri  mengadakan seminar dan pengajian.
Kegiatan lainnya, Sujinah juga mengedarkan majalah-majalah berbahasa Indonesia yang terbit di Hong Kong. Dari kegiatan ini, ia dinobatkan menjadi distributor terbesar dari Majalah Iqro dan Majalah Al- Irsyad.
Seiring berjalannya waktu, atas saran dan permintaan anaknya,  Sujinah  mulai belajar tentang internet. Setelah kenal internet, ia pun mencoba jualan online lewat Facebook. Pertama jualannya sepi,tapi ia  tidak kapok, setiap ada yang baru ia  upload ke Facebook dan lama- lama banyak teman-temannya yang berminat beli dan  akhirnya menjadi pelanggan.




Trik apa yang digunakan Sujinah dalam berjualan online? Ia mengatakan, bahwa ia hanya menjual barang yang berkualitas dengan harga terjangkau. Karena dua hal ini,  pembelinya menjadi pelanggan setia sampai sekarang.
Sujinah meneruskan usaha jualan baju ini di Indonesia meskipun dengan modal pas-pasan. Ia belum punya tenaga penjahit. Akhirnya, ia nyambi  membuat  aneka kripik dan penjualannya laris tetapi melelahkan. Karena pelanggan bajunya mulai banyak lagi, Sujinah kewalahan, ia pun harus merelakan usaha aneka kripiknya berhenti.
Sedikit demi sedikit, Sujinah memiliki stok bahan baju, seperti kain polos, kain batik, kain bermotif, dll. Sebelum ini, ia hanya membeli kain ketika ada pesanan saja.

Pelanggannya berasal dari teman-teman organisasi yang ada di Hong Kong, hingga teman-teman yang dikenalnya via Facebook.  Melihat usaha yang ditekuninya berkembang,  Sujinah  makin semangat mengajak siapa saja untuk berbisnis. Ia membantu mereka dengan senang hati, di antaranya  mengajari cara menghitung nilai uang dolar ke rupiah.
Dalam hal belajar usaha, Sujinah selalu mengingatkan teman-temannya, untuk tidak menghitung besar kecilnya pendapatan, yang terpenting ilmunya dulu. Kalau sudah pintar bisa dikembangkan sendiri apapun bentuk usahanya nanti. Kalau seseorang sudah terbiasa dan tahu bisnis, mereka tidak akan takut untuk pulang ke Tanah Airnya.



Menurut  Sujinah, orang yang sukses pasti orang-orang yang pernah gagal, karena orang yang gagal pasti orang yang belum pernah mencoba berbisnis. Ketika kita gagal,jangan kapok,teruslah maju dan mencoba usaha yang lain, bila usaha yang gagal sudah  tak mungkin dilanjutkan.

Untuk  menjadi pebisnis apapun jenisnya, harus menjaga kualitas suatu barang, karena kualitas inilah  orang akan selalu mencari dan akhirnya banyak yang akan mempromosikan  produk tanpa kita sadari. Sebagai  pedagang harus sabar,selalu mau minta maaf bila ada yang kurang puas, bertanggungjawab, dan  berani mengakui kesalahan apabila salah.


Sujinah berpesan kepada  sesama BMI yang masih bekerja di luar negeri untuk mengumpulkan modal, mengikuti kegiatan-kegiatan yang positif, perbanyak teman, dan sarannya bagi mereka yang punya  bisnis online untuk tetap dilanjutkan.  Iapun menawarkan kesempatan/peluang kepada  BMI yang tidak ingin keluar modal banyak tapi ingin menjalankan usaha, bisa bergabung menjadi reseller dengan butik busana syar’i   Lentera Qolbu miliknya. Di butik ini melayani  berbagai pesanan.


1 komentar:

  1. Maaf... Sy tidak tau apa ini cara kebetulan saja atau gimana. Yg jelas sy berani sumpah kalau ada ke bohongan sy sama sekali. Kebetulan saja buka internet dpt nomer ini +6282354640471 Awalnya memang sy takut hubungi nomer trsebut. Setelah baca-baca artikel nya. ada nama Mbah Suro katanya sih.. bisa bantu orang mengatasi semua masalah nya. baik jalan Pesugihan dana hibah maupun melalui anka nomer togel. Setelah sy telpon melalui whatsApp untuk dengar arahan nya. bukan jg larangan agama. Tergantung dari keyakinan dan kepercayaan saja. Biarlah Orang pada ngomong itu musrik hanya tuhan yg tau. mungkin ini salah satu jalan rejeki sy. Syukur Alhamdulillah melalui bantuan beliau benar2 sudah terbukti sekarang. Amin

    BalasHapus