Sebelum menjadi BMI
Sujinah menjadi ibu rumah tangga biasa, tapi ia orangnya sejak
dulu tidak suka diam/menganggur. Segala
macam usaha sudah dicobanya, dari jualan tempe buntel, bikin sale, kripik
pisang, tape ketan, jualan rujak, jualan pakaian dengan sistim kredit, dan terakhir sebelum ke
luar negeri ia menjadi guru TK. Inilah
awal kisah Sujinah, BMI Purna asal Desa Besuki Kecamatan Lumbir Kabupaten
Banyumas, sebelum merantau ke Hong Kong.
Karena anaknya semakin besar dan membutuhkan biaya untuk
sekolah dan keperluan lainnya, akhirnya
ia memutuskan ke luar negeri dengan tujuan Hong Kong. Selama beberapa tahun,
Sujinah menggeluti pekerjaannya sebagai BMI sampai anaknya lulus sarjana lalu
menikah. Ia pun memutuskan untuk tidak kembali
ke luar negeri.
Selama 3 tahun bekerja di Hong Kong, Sujinah mengatakan bahwa dirinya belum memiliki pengalaman banyak tentang kehidupan di negara ini. Saat itu ia tinggal di daerah Taipo dengan job menjaga orang idiot. Ia jarang libur, sesekali libur cuma pergi ke toko dan membeli buku buat menghilangkan rasa jenuh di tempat kerja, karena tiap hari cuma duduk-duduk saja. Lama-lama buku yang dibelinya jadi banyak.
Selama 3 tahun bekerja di Hong Kong, Sujinah mengatakan bahwa dirinya belum memiliki pengalaman banyak tentang kehidupan di negara ini. Saat itu ia tinggal di daerah Taipo dengan job menjaga orang idiot. Ia jarang libur, sesekali libur cuma pergi ke toko dan membeli buku buat menghilangkan rasa jenuh di tempat kerja, karena tiap hari cuma duduk-duduk saja. Lama-lama buku yang dibelinya jadi banyak.
Setelah kerja di Taipo,
Sujinah memutuskan untuk ganti majikan. Ia pindah ke Yuen Long. Di majikan yang
baru ini, ia menyepakati perjanjian
kerja 2 kali libur di hari Minggu dan 2
kali libur di hari Sabtu. Karena mulai
banyak kenal teman yang berorganisasi, ia sering minta ijin libur hari Minggu
untuk ikut acara pengajian, dll.
Lama-lama sang majikan bosan
karena Sujinah selalu minta ijin libur hari Minggu, mereka pun menyerah
dengan keinginan tersebut. Sujinah libur membawa buku untuk dipinjamkan kepada
teman-teman sesama BMI. Dari sinilah
tercipta ide membuka perpustakaan
lesehan yang berlokasi di taman Yuen Long, sambil jualan buku,baju,alat
salat dll.
Saat itu kondisi di Hong Kong masih aman dan belum banyak BMI berjualan baju,cuma ada 2-3 orang saja yang berjualan baju,yang lengkap dengan buku dan keperluan lainnya. Ia beri nama perpustakaan itu Lentera Qolbu. Sujinah mengakui, pada waktu itu dirinya belum bisa main internet.
Saat itu kondisi di Hong Kong masih aman dan belum banyak BMI berjualan baju,cuma ada 2-3 orang saja yang berjualan baju,yang lengkap dengan buku dan keperluan lainnya. Ia beri nama perpustakaan itu Lentera Qolbu. Sujinah mengakui, pada waktu itu dirinya belum bisa main internet.
Walau perpustakaan yang
ia jalankan sudah berjalan lama tapi dia lebih aktif di organisasi dan kegiatan sosial . Ia dan
teman-temannya sangat bersemangat dalam kegiatan mengisi hari liburnya. Mereka
pun memberanikan diri mengadakan seminar
dan pengajian.
Kegiatan lainnya,
Sujinah juga mengedarkan majalah-majalah berbahasa Indonesia yang terbit di Hong
Kong. Dari kegiatan ini, ia dinobatkan menjadi distributor terbesar dari
Majalah Iqro dan Majalah Al- Irsyad.
Seiring berjalannya
waktu, atas saran dan permintaan anaknya,
Sujinah mulai belajar tentang
internet. Setelah kenal internet, ia pun mencoba jualan online lewat Facebook. Pertama
jualannya sepi,tapi ia tidak kapok, setiap
ada yang baru ia upload ke Facebook dan
lama- lama banyak teman-temannya yang berminat beli dan akhirnya menjadi pelanggan.
Trik apa yang digunakan Sujinah dalam berjualan online? Ia mengatakan, bahwa ia hanya menjual barang yang berkualitas dengan harga terjangkau. Karena dua hal ini, pembelinya menjadi pelanggan setia sampai sekarang.
Trik apa yang digunakan Sujinah dalam berjualan online? Ia mengatakan, bahwa ia hanya menjual barang yang berkualitas dengan harga terjangkau. Karena dua hal ini, pembelinya menjadi pelanggan setia sampai sekarang.
Sujinah meneruskan
usaha jualan baju ini di Indonesia meskipun dengan modal pas-pasan. Ia belum
punya tenaga penjahit. Akhirnya, ia nyambi membuat
aneka kripik dan penjualannya laris tetapi melelahkan. Karena pelanggan
bajunya mulai banyak lagi, Sujinah kewalahan, ia pun harus merelakan usaha
aneka kripiknya berhenti.
Sedikit demi sedikit,
Sujinah memiliki stok bahan baju, seperti kain polos, kain batik, kain
bermotif, dll. Sebelum ini, ia hanya membeli kain ketika ada pesanan saja.
Pelanggannya berasal
dari teman-teman organisasi yang ada di Hong Kong, hingga teman-teman yang
dikenalnya via Facebook. Melihat usaha
yang ditekuninya berkembang, Sujinah makin semangat mengajak siapa saja untuk
berbisnis. Ia membantu mereka dengan senang hati, di antaranya mengajari cara menghitung nilai uang dolar ke
rupiah.
Dalam hal belajar usaha,
Sujinah selalu mengingatkan teman-temannya, untuk
tidak menghitung besar kecilnya pendapatan, yang terpenting ilmunya dulu.
Kalau sudah pintar bisa dikembangkan sendiri apapun bentuk usahanya nanti. Kalau seseorang sudah terbiasa dan tahu
bisnis, mereka tidak akan takut untuk pulang ke Tanah Airnya.
Menurut Sujinah, orang yang sukses pasti orang-orang yang pernah gagal, karena orang yang gagal pasti orang yang belum pernah mencoba berbisnis. Ketika kita gagal,jangan kapok,teruslah maju dan mencoba usaha yang lain, bila usaha yang gagal sudah tak mungkin dilanjutkan.
Menurut Sujinah, orang yang sukses pasti orang-orang yang pernah gagal, karena orang yang gagal pasti orang yang belum pernah mencoba berbisnis. Ketika kita gagal,jangan kapok,teruslah maju dan mencoba usaha yang lain, bila usaha yang gagal sudah tak mungkin dilanjutkan.
Untuk menjadi pebisnis apapun jenisnya, harus menjaga kualitas suatu barang, karena kualitas inilah orang akan selalu mencari dan akhirnya banyak yang akan mempromosikan produk tanpa kita sadari. Sebagai pedagang harus sabar,selalu mau minta maaf bila ada yang kurang puas, bertanggungjawab, dan berani mengakui kesalahan apabila salah.
Sujinah berpesan kepada
sesama BMI yang masih bekerja di luar negeri untuk mengumpulkan modal, mengikuti
kegiatan-kegiatan yang positif, perbanyak teman, dan sarannya bagi mereka yang
punya bisnis online untuk tetap
dilanjutkan. Iapun menawarkan
kesempatan/peluang kepada BMI yang tidak
ingin keluar modal banyak tapi ingin menjalankan usaha, bisa bergabung menjadi
reseller dengan butik busana syar’i Lentera Qolbu miliknya. Di butik ini
melayani berbagai pesanan.





Maaf... Sy tidak tau apa ini cara kebetulan saja atau gimana. Yg jelas sy berani sumpah kalau ada ke bohongan sy sama sekali. Kebetulan saja buka internet dpt nomer ini +6282354640471 Awalnya memang sy takut hubungi nomer trsebut. Setelah baca-baca artikel nya. ada nama Mbah Suro katanya sih.. bisa bantu orang mengatasi semua masalah nya. baik jalan Pesugihan dana hibah maupun melalui anka nomer togel. Setelah sy telpon melalui whatsApp untuk dengar arahan nya. bukan jg larangan agama. Tergantung dari keyakinan dan kepercayaan saja. Biarlah Orang pada ngomong itu musrik hanya tuhan yg tau. mungkin ini salah satu jalan rejeki sy. Syukur Alhamdulillah melalui bantuan beliau benar2 sudah terbukti sekarang. Amin
BalasHapus