Kamis, 12 Januari 2012

Selalu Ada Kesempatan

Siapa sangka, dibalik menjadi BMI kita bisa mendapatkan banyak hal yang berguna. Tidak semata-mata bekerja namun juga belajar. Kalau banyak orang di Tanah Air meremehkan BMI, ya sudahlah..


Itu tidak penting kita bicarakan. Tidak ada keuntungan buat kita memperdebatkan lalu dengan emosi meluap disertai sumpah serapah kita bilang," Akan aku buktikan, bahwa aku tidak seperti yang kau pikirkan!"


Seiring berlalunya waktu, ternyata kita belum bisa membuktikan ucapan tersebut karena terbelenggu emosi yang tanpa sadar justru membuat kita tidak maju. Kita lebih mendengar kata orang terhadap diri kita. Ya sudahlah...
Anjing menggonggong kafilah tetaplah berlalu. Tak perlu pedulikan segala omongan yang kurang bermutu.


Justru kita jadikan segala ketidaknyaman yang diterima sebagai lecutan intropeksi diri. Meluangkan waktu bertanya pada diri, siapa kita, apa tujuan hidup kita dan apakah yang sudah kita lakukan. Mengenali segala kekurangan dan kelebihan yang melekat pada diri lalu berusaha memperbaikinya. Sulit? Itu tergantung cara pandang terhadap diri sendiri.


Menjadi BMI bukanlah hal yang hina, tetapi justru satu kesempatan kita belajar tentang banyak hal, banyak sekali. Dari peraturan kerja yang ditetapkan majikan, dari peraturan pemerintah negara dimana kita tinggal, dari kultur dan budaya, terdapat banyak ilmu pengetahuan. Sudah saatnya kita menemukan visi hidup kenapa kita ada di dunia ini. Sudah waktunya kita berbuat sesuatu untuk diri sendiri dan kalau bisa untuk banyak orang. Bukankah manusia yang paling mulia disisi Tuhan adalah yang hidupnya berguna bagi banyak orang?
Kawan....
Mari berbenah diri dengan memanfatkan waktu yang ada. Mengisinya dengan hal-hal positif sesempit apapun waktu yang kita punya. Jangan gunakan keterbatasan ruang gerak hanya untuk mengeluh. Mari pertajam intuisi kita dengan banyak berpikir dan melakukan.


Menjadi BMI hanya sebagai batu loncatan menuju kesuksesan. Tidak ada kata terlambat bagi yang mau melakukan. Setiap ketidaknyamanan di rumah majikan adalah kesempatan kita berkembang. Mengolah emosi dan tanggap pada lingkungan. Setiap sesuatunya adalah kesempatan untuk belajar.








*Tsuen wan :12 Januari 2012*




Tidak ada komentar:

Posting Komentar