Selasa, 10 Januari 2012

Mau jadi apa? Hiu lautan atau hiu kolam



Pertanyaan itu tiba-tiba muncul dalam diri saya. Terngiang-ngiang kembali kalimat dari sang pembicara dari UCEC ketika mengikuti pelatihan entrepreneurship yang didanai oleh BM[Bank Mandiri]. Terdiam mencari jawaban dari dalam diri, kembali flash back kebelakang. Apakah yang sudah saya lakukan? Bagaimana hasilnya? Apakah itu membuat saya berkembang? Terdiam lagi merenungi diri mencari arti dari makna hidup dalam kehidupan.



Waktu terus berjalan seiring berkurangnya usia yang hanya merupakan barang titipan Sang Penguasa Alam. Mau saya isi dengan apa hidup ini?

Saya mau jadi orang yang berguna bagi banyak orang! Jawaban yang keluar dari hati saya dan jawaban itu juga banyak keluar dari hati manusia yang ada di muka Bumi ini. Berarti bukan saya saja yang punya keinginan luhur itu? Banyak saingan! Mampukah saya bersaing? Tiba-tiba keraguan menghantui.

Ach, tidak! Pasti ada cara. Saya harus mencoba! Dan ketika itulah saya tahu caranya. Bagaimana bisa mewujudkan keinginan tersebut secepat mungkin. Ternyata saya harus jadi hiu lautan. Siap menerjang gelombang. Siap dengan segala rintangan dan bahaya-bahaya yang mengancam. Saya harus jadi hiu lautan! Hiu yang tidak takut oleh lindasan permasalahan tetapi justru kuat oleh permasalahan. Memandang segala sesuatunya dengan pemikiran terbuka bukan pemikiran sempit yang justru merugikan.

Yach, jadi hiu lautan! Berani menerima tantangan. Belajar pada kehidupan! Bergelut dengan segala ketidaknyamanan.

Hiu lautan yang perkasa tapi bijaksana dalam menyikapi hidup dalam kehidupan. Hiu lautan yang mengoptimalkan anugerah Tuhan dengan sebaik-baiknya. Hiu lautan yang bebas mengeluarkan ide-ide brilian lalu melaksanakan. Hiu lautan yang menginspirasi banyak orang. Hiu lautan yang siap dengan apapun, mau belajar kepada siapapun, bisa bersinergi dengan siapapun. Hiu lautan yang kreatif, inovatif, jujur, adil dan pantang menyerah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar