Selasa, 11 Oktober 2016

Hong Kong Bukan Segalanya, Kehidupan Sesungguhnya
 Adalah di Tanah Air



 Berawal dari cita-cita ingin mengadu nasib di negeri orang, dengan tujuan untuk membahagiakan orang tua,  Darwinah nekad berangkat ke luar negeri  ( Hong Kong) untuk menjadi pembantu rumah tangga. Walau pun sebenarnya di Indonesia, saat itu ia sudah bekerja sebagai pengajar di salah satu Balai Latihan Kerja Luar Negeri Jakarta (BLKLN Antar Bangsa Citra Dharmaindo),  tetapi keinginan untuk merubah nasib di negeri orang sangatlah kuat,  sehingga iapun nekad mendaftarkan diri  ke PJTKI yang kebetulan satu payung dengan  tempatnya mengajar,  yaitu PT.ABCD yang berkantor di daerah Pluit Jakarta.

 Tiga bulan  di PT,  akhirnya  Darwinah berangkat juga ke luar negeri (Hong Kong),  yaitu pada 2004 sebagai pembantu  yang  bertugas menjaga  anak usia 2 tahun dan 10 tahun di daerah Tsuen Wan.
Lalu,  2008 ia memutuskan pulang ke Tanah Air. Yang pertama , karena terpicu melihat banyaknya BMI yang sampai sekarang tidak berani pulang dan ingin melaksanakan sunnah Rasul : menikah!
Yang kedua,  adalah memulai usaha dan membuktikan ke teman-teman,  bahwa ia bisa hidup  di Indonesia dengan modal dan kemampuan yang sudah didapatkan dari banyaknya belajar ketika bekerja sebagai BMI. Baik di Dompet  Dhuafa maupun beberapa organisasi lainnya ketika di Hong Kong.  Ia berpikir,  Hong Kong bukanlah segalanya dan kehidupan yang sebenarnya ialah di  Tanah Air.



Selain di DDHK, Darwinah  menimba ilmu di Halaqoh, Ulil Albab, Iwamic, dan  PEACE .Tiap kegiatan ia pun ikut andil didalamnya. Sudah ribuan bahkan jutaan kenangan indah yang  tercipta  bareng teman-teman disana. Tetapi Hong Kong tetap bukanlah syurga baginya dan Hong Kong bukanlah cita-cita terakhirnya. Karena  niat awal pergi merantau adalah  ingin membahagiakan orang tua dan mencari modal untuk masa depan. Ia merasa cukup banyak  mendapat ilmu, baik saat mengajar atau juga saat belajar kepada ulama, kyai dan guru di Hong Kong.

Sepulang  ke Tanah Air, awalnya  Darwinah  bekerja selama 1 tahun sebagai pengajar dan tinggal di Jakarta,  kemudian berhenti karena sudah punya anak dan ingin mencoba memulai usaha mandiri. Setelah itu, ia pindah ke  Indramayu  (kampung halaman) merintis pondok ngaji gratis untuk yatim dan dhuafa kecil-kecilan. Sekarang sudah ada 100 lebih santri  yang  belajar di sana. Ia memberi  nama  pondok ngaji itu dengan Rumah  Tahfidz  Quran Hizbullah.  Selain itu, ia berwirausaha dan menjadi distributor aneka makanan ringan, juga sebagai pengajar non  formal  di STIKES Indramayu.  Juga beberapa kegiatan lainnya.




Sebelum mendirikan rumah tahfidz,  Darwinah  tinggal dirumah kotrakan. Saat itu, ia  agak sedikit kaget,  melihat lingkungan di tempat tersebut membuatnya sedih. Karena setiap hari melihat anak-anak kecil di sekitar kontrakan, kerjanya  cuma main playstation, main bilyar,  bahkan ada yang main judi dan terkadang mereka pulang malam.  Dan yang membuatnya miris,  adalah orang tua anak-anak itu tidak mencarinya.  Ketika ia menanyakan perihal itu,  mereka menjawab,  “Udah capek bu, tiap hari diomelin juga gak mempan”.

Awalnya  ia tidak menghiraukan hal tersebut terus terjadi, tapi lama- kelamaan ia mulai cari cara agar mereka mau sadar dan kembali ke fitrah anak-anak pada umumnya,  yaitu belajar, mengaji dan sekolah. Akhirnya ia minta ijin kepada sang  suami untuk menjadikan rumah kontrakan sebagai sarana belajar ngaji anak-anak sekitar. Langkah  pertama yang dilakukannya  untuk mengajak mereka mengaji , ia membuat surat undangan ke beberapa remaja sekitar,  yang kebetulan kampung tersebut merupakan kampung kelahirannya, jadi ia sudah banyak tahu tentang masyarakatnya. Semakin  hari banyak  anak yang ikut, hingga rumah kontrakan yang ditempatinya tak muat.

Pada saat itu ada tuan tanah yang berkeinginan untuk menyedekahkan tanahnya buat kepentingan santri dalam belajar mengajar . Sangking  bahagianya,  ia mulai mencari dana untuk membangun pondok kecil ditanah sedekah dari warga kaya didesanya. Sayangnya, beberapa bulan kemudian, tanah itu diminta kembali karena menyangka ia berbisnis.

Ia sempat syok dan berpikir keras mencari solusi sambil terus bermunajat kepada Allah swt. Dan keesokan harinya, ia langsung diberi jawaban oleh Allah azza wajallah lewat tangan ustadz Tarmidzi Assidiq yang saat itu sebagai direktur PPPA Daru Qur’an, yaitu bantuan sebesar  Rp.50 .000.000 tapi diberikannya bertahap.  Ia juga dapat bantuan dari PPPA Darul Quran .  I a dapat pinjaman Rp.50.000.000  dari  BMT Bringharjo  Yogyakarta yang kebetulan direkturnya sahabatnya sendiri, yaitu Ibu Mursida Rambe dan dapat pinjaman dari PNPM mandiri sebesar  Rp.20.000.000,  serta uang saudaranya yang sengaja dititipkan kepadanya sebesar Rp.50.000.000.



Dari uang tersebut  dibangunlah  pondok baru di tanahnya sendiri, yang pada waktu itu masih dalam tahap kredit alias belum lunas. Setelah 30 hari bangunan pun akhirnya bisa  diselesaikan dengan baik . Uang yang awalnya dipikir cukup ternyata kurang  sangat banyak,  dan itu terlihat setelah bangunan jadi. Ia  menyimpan hutang lagi di matrial sebesar  Rp.55.000.000.

Ternyata ujian yang diterima ketika tanah sedekah diminta lagi itu tidak ada apa-apanya ketimbang setelah ia bangun pondok plus rumah  yang sebagian besar hasil dari hutang, justru setelah ia bisa bangun pondok di tanahnya sendiri,  ujiannya makin berat.Tidak  sedikit orang yang mengatakan kalau dirinya  dapat bantuan ratusan juta dengan menjual anak-anak yatim dan dhuafa, bahkan bukan hanya masyarakat sekitar yang tidak suka tapi kakak kandung dan keluarga pun ada yang tidak  suka dan sengaja membuat fitnah tentang ia dan suaminya.

Untuk melunasi hutang-hutangnya,  Darwinah memulai bisnis kecil-kecilan, kemudian beralih ke pengolahan kripik ceker dan usus ayam.   Sampai sekarang bisnis itu masih berjalan dan semakin besar.  Selain itu ia juga menjalani bisnis Online, bahkan sekarang sudah ada 6 reseler yang bekerjasama dengannya. Sang suami mengundurkan diri dari pekerjaanya sebagai perawat RSUD Sentot Indramayu dan lebih memilih kerja di Klinik Swasta agar bisa lebih banyak membantunya  mengembangkan bisnis serta Pondok Tahhfidz. Sewaktu suaminya mengundurkan diri dari pekerjaan di RSUD ,banyak temen-temannya yang menyayangkan  hal itu, karena sudah 5 tahun lebih mengabdi ke pemerintah dan tinggal diangkat. Yang menjadi pertimbangannya adalah, kalau  suami terus-terusan kerja di pemerintah dengan gaji honor, bagaimana bisa membayar hutang?  Karena setiap bulan harus setor Rp.5.000.000 sedangkan gaji suaminya saat itu  cuma Rp.600.000  per bulan.  Hanya cukup untuk bensin karena perjalanan dari rumah ke kantor satu jam.

Rutinitas suami Darwinah setelah  mengundurkan diri dari pekerjaannya, ialah dua hari sekali keliling kampung untuk  menaruh kripik ke warung –warung, sedangkan ia bagian produksi. Mulai harga seribuan sampai sepuluh ribuan, dan berawal dari plastik biasa sekarang  memakai  aluminium foil. Saat ini mereka menjual produknya ke kantin-kantin dan central oleh-oleh.
 Disamping mengelola Pondok Tahfidz Qur’an dan wirausaha, ia juga masih tetap seorang aktivis da’wah di Dompet Dhuafa Republika . Bedanya kalau dulu sebelum menikah dakwahnya di Hongkong, sekarang dakwah di Indonesia.

Beberapa penghargaan  yang diterimanya, yaitu TKI Purna Award diberikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan 2012,  apresiasi dari Dompet Dhuafa sebagai pejuang  Devisa 2013, apresiasi dari BNP2TKI. Kesempatan berbuat lebih banyak untuk kemaslahatan semakin luas setelah Dompet Dhuafa mendirikan organisasi Keluarga Migran Indonesia (KAMI) lewat Migrant Instute Dompet Dhuafa.
Kuliah, mengajar, aktivis, dakwah, mengurus suami dan anak, mengelola pondok Tahfidz menjadi rutinitasnya, Ia juga dipercaya dinas-dinas  terkait untuk menjadi inspiring untuk TKI  Purna dan keluarganya.

Yang menjadi motivasinya melakukan ini semua, ia berharap  bisa membantu orang lain dengan  apa yang sudah dilakukan dan sudah diberikan,  khususnya untuk   TKI Purna, baik itu pendampingan usaha ataupun penangan kasus.

Teman- teman bisa ambil pembelajaran dari apa yang sudah  Darwinah  lakukan, dan bisa menjadi inspirasi,  bahwasannya iapun bisa melakukannya dan perlu teman-teman BMI  ketahui, ia juga eks buruh migran luar negeri. Dan satu lagi yang harus diketahui juga,  kalau ia hanya lulusan SMP sewaktu menjadi TKI.  Setelah pulang ke Tanah  Air, ia  melanjutkan  pendidikan ke SMA kemudian  kuliah di perguruan tinggi.
“ Kalau saya  bisa, saya yakin teman-teman juga bisa.  Yang membuat kita gak  yakin ialah karena kita tidak pernah mau mencoba,” katanya.

Pesan saya kepada seluruh BMI baik yang di  Hong Kong maupun  negara-negara  lainnya, “Sahabat,  bahagia itu sederhana, yaitu bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak  kita, bisa menjadi  istri  yang baik untuk suami kita,  serta menjadi anak yang baik untuk orang tua kita. Dan semua itu bisa terwujud hanya dengan satu kalimat,  pulanglah ke Tanah Air.  Dimana kalian bisa mewujudkan impian-impian yang sudah kalian susun selama ini,  karena apalah artinya sebuah impian dan cita-cita jika kita tidak berani untuk memulai, bagaimana  caranya mewujudkan cita-cita tersebut

Ingatlah  sewaktu  awal berangkat ke negeri orang, bukankah cita-cita kita itu cuma satu, yaitu ingin membahagiakan orang-orang  di sekeliling kita (membayar hutang, menyekolahkan anak,mencari modal) dll.   Dan pastinya, banyak di antara kita yang berkata ke anak, suami dan keluarga, kalau setelah itu terpenuhi kita akan pulang ke Tanah Air  dan hidup bahagia dengan keluarga. Tetapi kenyataannya, kontrak demi kontrak sudah terlewati dan ternyata apa yang kita harapkan belumlah terwujud,  karena sebenarnya cita-cita itu bisa terwujud ketika kita berani untuk memutuskan pulang ke Tanah Air.
Sudah berapa lama ? Berapa tahun dan berapa puluh tahun kita tinggalkan semua kewajiban merawat orang tua, suami serta anak-anak kita? Dan pernahkah kita menanyakan  ke mereka, apakah mereka sudah bahagia dengan apa yang sudah kita beri selama ini?
Yuk, kita wujudkan impian kita dengan memutuskan pulang ke Indonesia dan hidup bahagia bareng keluarga kita tercinta.



Dimuat Majalah Iqro, edisi 103

1 komentar:

  1. Kami Hadir Untuk Menjalin Tali Silatuh Rahmi,Guna Untuk Membantu Para Masyarakat Di Muka Bumi Ini ,Dengan Segala Permasalahan Yang Ada,Karena Di Dalam Masyarakat Yang Kita Tahu Saat Sekarang Ini,Masih Banyak Masyarakat Yang Hidup Dibawah Garis Kemiskinan,Untuk Itu,Izinkan Saya Mbah Karwo Untuk Memberikan Solusi Terbaik Untuk Anda Yang Sangat Membutuhkan.Ada Berbagai Cara Untuk Membantu Mengatasi Masalah Perekonomian,Dengan Jalan ;
    1,Melalui Angka Togel Jitu ; Supranatural
    2,Pesugihan Serba Bisa
    3,Pesugihan Uang Balik/Bank ghaib
    4,Ilmu Pengasihan
    5,DLL
    HANYA DENGAN BERMODALKAN KEPERCAYAAN DAN KEYAKINAN,INSYA ALLAH ITU SEMUANYA AKAN BERHASIL SESUAI DENGAN KEINGINAN ANDA...
    Dunia yang akan mewujudkan impian anda dalam sekejab dan menuntaskan masalah keuangan anda dalam waktu yang singkat. Mungkin tidak pernah terpikir dalam hidup kita untuk menyentuh hal hal seperti ini. Ketika terpikirkan kekuasaan, uang dalam genggaman, semua bisa dikendalikan sesuai keinginan kita.Semua bisa diselesaikan secara logika.Tapi akankah logika selalu bisa menyelesaikan masalah kita.
    Pesugihan Mbah Karwo
    Mbah memiliki ilmu supranatural yang bisa menghasilkan angka angka putaran togel yang sangat mengagumkan, ini sudah di buktikan member bahkan yang sudah merasakan kemenangan(berhasil), baik di indonesia maupun di luar negeri.. ritual khusus di laksanakan di tempat tertentu,
    hasil ritual bisa menghasilkan angka 2D,3D,4D,5D.6D. sesuai permintaan pasien.Mbah bisa menembus semua jenis putaran togel. baik itu SGP/HK/Malaysia/Sydnei, maupun putaran lainnya.
    Mbah Akan Membantu Anda Dengan Angka Ghoib Yang Sangat Mengagumkan
    "Kunci keberhasilan anda adalah harus optimis karena dengan optimis..
    angka hasil ritual pasti berhasil !!
    BERGABUNGLAH DAN RAIH KEMENANGAN ANDA..!
    Tapi Ingat Kami Hanya Memberikan Angka Ritual Kami Hanya Kepada Anda Yang Benar-benar dengan sangat Membutuhkan Angka Ritual Kami .. Kunci Kami Anda Harus OPTIMIS Angka Bakal Tembus…Hanya dengan Sebuah Optimis Anda bisa Menang…!!!
    Apakah anda Termasuk dalam Kategori Ini
    1. Di Lilit Hutang
    2. Selalu kalah Dalam Bermain Togel
    3. Barang berharga Anda Sudah Habis Buat Judi Togel
    4. Anda Sudah ke mana-mana tapi tidak menghasilkan Solusi yang tepat
    Jangan Anda Putus Asa…Selama Mentari Masih Bersinar Masih Ada Harapan Untuk Hari Esok.Kami akan membantu anda semua dengan Angka Ritual Kami..Anda Cukup Mengganti Biaya Ritual Angka Nya Saja…
    Apabila Anda Ingin Mendapatkan Nomor Jitu 2D 3D 4D 6D
    Dari Mbah Karwo Selama Lima Kali Putaran,Silahkan
    Bergabung dengan Uang Pendaftaran
    Paket 2D Sebesar Rp. 300.000
    Paket 3D Sebesar Rp. 500.000
    Paket 4D Sebesar Rp. 700.000
    Paket 6D Sebesar Rp. 1.500.000
    dikirim Ke Rekening BRI.Atas Nama:No Rekening
    PENDAFTARAN MEMBER
    FORMAT PENDAFTARAN
    KETIK: Nama Anda#Kota Anda#Kabupaten#Togel SGP/HKG#DLL
    LALU kirim ke no HP : ( 0852-3162-7267 )
    SILAHKAN HUBUNGI
    EYANG GURU:0852-3162-7267

    BalasHapus