"Tahukah Anda? Bahwa setiap keputusan yang kita buat dipengaruhi oleh emosi? Tidak ada keputusan yang benar-benar hanya didasarkan pada pemikiran logis. Semua keputusan ditentukan oleh hasil "pertarungan" berbagai emosi yang ada di pikiran bawah sadar kita. Emosi inilah sang " provokator" yang sangat lihai dan licik". ( QLT book hal 127, paragraf 1)
Saya telaah kalimat di atas, dan saya rasakan benar adanya. Ketika flasback ke berbagai macam aktivitas/kegiatan, pekerjaan semua adalah hasil dari sebuah keputusan. Sama seperti ketika saya masuk menjadi anggota sebuah komunitas yang di dalamnya berisikan pelaku-pelaku UKM. Padahal saya sendiri bukan pelaku UKM tetapi jurnalis.
Melalui banyak pertarungan, akhirnya saya putuskan memasuki komunitas itu : MBA.
Tidak serta merta bergabung. Saya punya alasan, karena masuk dalam sebuah komunitas, apapun kegiatannya, bagi saya merupakan investasi waktu, tenaga dan pikiran bahkan uang. Saya harus mendapatkan sesuatu darinya.
Uang, teman, ilmu, pengalaman, skill adalah beberapa hal yang bisa didapatkan dari investasi tersebut. Dan ini pasti bisa didapat bila seseorang mengambil keputusan bukan karena " anut grubyuk".
Karena ia punya visi dengan keputusannya. Ia harus mempertanggungjawabkan keputusannya itu dengan cara berkomitmen dan menjaga konsekuensinya.
Dalam menapaki sebuah aktivitas baru, tak luput dari pasang surut kendala. Sama seperti di komunitas ini. Karena dalam sebuah komunitas, ada banyak pemikiran-pemikiran yang berbeda. Ya, karena tiap pribadi itu unik. Untungnya, Hong Kong sudah menggembleng saya untuk tidak menjadi penggembira. Dan itulah harapan saya. Bisa memberikan kontribusi untuk kemajuan bersama.
Seperti halnya hari ini (19/9/2016), di beskem MBA, diadakan pertemuan untuk merealisasikan agenda mendirikan koperasi. Yang dihadiri beberapa anggota dan pengurusnya serta Bapak Nanang dari Dinas Koperasi dan UMKM. Memang bukan hal mudah mewujudkan sebuah rencana, namun bukan berarti tidak mungkin mewujud selama diusahakan dengan jalan yang benar dan tak putus semangat serta harapan. Harapan yang terwujud akan menjadi cambuk penyemangat bagi orang lain yang ingin maju. Bukan sekedar NATO ( No Action Talk Only) atau NAPO ( No Action Perintah Only).
Hong Kong sudah saya tapaki dengan segala kesulitannya, dan semoga di Tanah Air, saya bisa lebih baik lagi. Bisa mewujudkan impian yang saya bangun bersama teman-teman yang masih merajut asa di sana.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar