Selasa, 17 Mei 2016

Berbohong Demi Dapat Penumpang

"Pak, bisnya ke Malang?" tanya saya pada seorang supir bis.
"Iya," jawab pak sopir.
"Lewat Jalibar ?" tanya saya lagi.
"Tidak," jawab pak supir.



Mendengar  jawaban pak supir, saya segera melangkah naik ke dalam bis Harapan Baru di terminal bis kota Blitar setelah pamit , bersalaman dan cium pipi kiri-kanan kepada seorang teman.
Sejak tanggal 15 Mei kemarin, kami berdua memiliki agenda yang sama sebagai sesama BMI Purna Hong Kong.

Karena kursi bagian depan sudah terisi penuh, saya memilih duduk di kursi paling belakang. Alasannya dekat pintu, jadi bisa mendapatkan udara segar dan saat turun dari bis jaraknya dekat. Dalam bis itu ada pengamen yang sedang menyanyi lalu menjajakan plastik/wadah untuk uang pemberian  para penumpang.

Tak berapa lama, bis pun berjalan.perlahan meninggalkan terminal kota Blitar. Kemudian  kondektur yang duduk pas didepan kursi  saya, lewat menarik uang dari penumpang yang belum membayar.

"Turun pasar Kepanjen," kata saya kepada kondektur sambil memberikan uang lima puluh ribuan.
"Kita nggak lewat Panjen, tapi lewat Jalibar," jawab kondektur, membuat saya terkejut.
"Tadi kata pak supirnya nggak lewat Jalibar?" protes saya.
"Nanti turun di Talang Agung, kita nggak lewat Panjen," kata kondektur dengan muka tanpa senyum.

Kecewa, marah, itulah yang saya rasakan saat itu. Perasaan dibohongin oleh supir bis Harapan Baru tujuan Banyuwangi telah membuat perjalanan saya jadi tidak nyaman. Hanya untuk mendapatkan penumpang, segala cara dilakukannya termasuk membohongi penumpang.  Yang mereka pikirkan hanya keuntungan sesaat tanpa memikirkan jangka panjang tidak dipercayanya pelayanan mereka, surat pengaduan yang bisa saja dilayangkan oleh penumpang ke kantor bis yang tertera pada setiap lembar karcis sebagai bukti pembayaran.

Saya diturunkan di pertigaan Talang Agung, cukup jauh dari rumah saya. Tanpa banyak bicara, saya turun dan berjalan menuju  Indomaret  yang kebetulan terlihat oleh saya.Membeli pulsa yang kebetulan habis, agar saya bisa menghubungi orang rumah dan mengabarkan keadaan dan posisi saya saat itu.

Entah, sudah berapa banyak kebohongan-kebohongan yang mereka laukukan kepada penumpangnya.
Satu kebohongan bila dibiarkan akan menjalar tak berkesudah.



PO. HARAPAN BARU
Jl. Pahlawan Karangsuko 
Telp. (0355) 793367
Trenggalek
E.N0 057028



Catatan perjalanan Blitar -Malang ;17-Mei 2016







3 komentar: