Jam satu siang, saya dan anggota MBA lainnya ngumpul di basecamp yang terletak didepan kantor pajak-Kepanjen. Ada banyak hal yang dibahas disitu. Di antaranya pembenahan struktur organisasi, merancang agenda jangka pendek, menengah dan panjang. Kami berkumpul dalam rangka Orientasi Planning Bisnis MBA.
Terlihat wajah-wajah baru di MBA, yang kebanyakan adalah pelaku UKM yang ada di daerah Malang. Meskipun saya sendiri bukan pelaku UKM, tapi berkumpul dengan mereka akan membawa manfaat tersendiri, karena saya memiliki program TSM (Tour Studi Magang).
TSM diperuntukkan bagi BMI Purna, keluarga BMI dan BMI yang masih bekerja di luar negeri. Program TSM hanya bisa dilakukan bila bersinergi dengan pelaku UKM karena dalam program ini, kita akan mengunjungi tempat-tempat usaha untuk melihat cara produksi, packing, serta marketingnya. Dengan demikian, peserta akan melihat dan mendengar langsung bukan hanya sekedar teori semata. Sepintar apapun menguasai teori, tak jarang kita kebingungan saat mengaplikasikan di lapangan. Dengan adanya pendampingan serta bimbingan dari pelaku UKM, kendala-kendala yang kita temui bisa teratasi.
Selain itu, mereka bisa menemukan ide-ide bisnis yang dijalankan dari rumah masing-masing. Sangat cocok buat BMI khususnya wanita. Mereka bisa menjalankan tugas rumah tangga bagi yang sudah berkeluarga. Bagi yang masih single bisa menciptakan peluang usaha/membuka lapangan kerja dari rumah. Tidak lagi menjadi karwayan/BMI.
Bagi yang memiliki minat marketing, mereka bisa menjadi reseller dari produk-produk UKM tersebut. Jadi, banyak sekali manfaatnya. Membangun silaturohim, tour/wisata, belajar, praktek, menjadi reseller.Tanpa di sadari, kita sudah ikut membantu memasarkan produk UKM di era MEA ini. Slogan cinta produk dalam negeri bukan menjadi slogan saja bukan?
Untuk program TSM ini, saya bisa bersinergi dengan sesama anggota MBA yang mayoritas pelaku UKM. Akan tercipta simbiosis mutualis. Inilah visi saya menjadi anggota MBA. Karena melakukan sesuatu tanpa visi, kita akan menjalaninya tanpa semangat. Hanya sekedar ngumpul, bahkan tak jarang kita hanya akan menjadi penonton saja.
MBA ( Malang Business Activity) ini wellcome terhadap siapa pun termasuk saya BMI Purna Hong Kong.
Di sini, ada banyak pelatihan-pelatihan yang bisa dipelajari untuk meningkatkan skill kita. Kita pun bisa mengikuti kegiatan-kegiatan baik dari komunitas maupun instansi. Itu yang saya butuhkan sebagai pendatang baru, meskipun saya bukan orang asing.
Kenapa saya katakan pendatang baru? Karena setelah merantau sekian lama, ketika kembali ke Tanah Air, kita akan plonga-plongo. Dan untuk keluar dari keplonga-plongoan itu, kita harus mau belajar dan berbaur dengan banyak orang, baik secara individu maupun komunitas. Kita mengosongkan gelas agar ilmu bisa masuk. Meskipun saat di luar negeri kita sudah mengikuti banyak pelatihan, seminar, workshop dll.
Mengantongi banyak sertifikat pelatihan bukanlah jaminan kita bisa menaklukkan keadaan, kalau belum langsung terjun ke lapangan. Teori saja tidak cukup. Untuk bisa terjun ke lapangan, kita butuh relasi/mitra yang bisa menyambungkan kita dengan sesuatu yang kita perlukan.
* Catatan di Basecamp MBA, pOWER cAFE, 21-5-2016*





Tidak ada komentar:
Posting Komentar