Minggu, 03 April 2016

1 Jam Di Taman Wisata Baturraden


Saya mendapat undangan untuk mengikuti training koperasi di Purwokerto. Acara berlangsung dari tanggal 28 -30 Maret 2016. Diikuti oleh perwakilan dari beberapa kabupaten yang kesemuanya adalah BMI Purna. Perwakilan itu berasal dari Malang, Blitar, Madiun, Magetan, Ponorogo, Sragen, Kebumen, Brebes, Majalengka, Indramayu, Banjarnegara.

Saya berangkat pada tanggal 27 Maret  dari Malang menuju Madiun. Lalu berangkat bersama teman-teman dari sana menuju ke Purwokerto keesokkan harinya. Kami naik kereta api Logawa pada jam 12.23 WIB.
Di stasiun kereta api Sragen, jumlah rombongan kami bertambah dua orang dan kami berada pada gerbong yang sama. Sepanjang perjalanan, kami ngobrol banyak hal. Saat itu, saya sebangku dengan mbak Umi BMI Purna Hong Kong asal Madiun. Kami dulu sama-sama menjadi volunteer DDHK. Tak ayal lagi, kami pun bernostalgia, masa-masa saat di perantauan.

Sekitar 18.30 kami tiba di stasiun Purwokerto. Setelah menunggu sebentar, mobil jemputan pun datang. Tak lama kemudian, kendaraan yang kami tumpangi meluncur ke tempat training, yaitu hotel Rosalia yang terletak di Jl.Pariwisata Baturraden Purwokerto 53151 Central Java-Indonesia.



Setelah membersihkan badan di kamar hotel yang disediakan panitia, semua peserta menuju ke ruang makan lalu ke ruang training yang ada disebelahnya. Training berlangsung selama tiga hari dan di hari ketiga itu, pagi harinya, kami pergi ke taman wisata yang berada tak jauh dari tempat kami menginap. Taman wisata Baturraden.

Pemandangannya sangat indah, asri dan alami. Taman wisata yang berada di kaki gunung Slamet itu hawanya sangat sejuk dan areanya sangat luas. Ada air mancur, sungai berbatu, tempat main anak, kolom ikan, pesawat terbang untuk selfi dll.


Jalan menuju taman wisata Baturraden memang menanjak, tapi sangat bersih. Di sana ada tempat belanja oleh-oleh, parker kendaraan, tempat makan. Tempatnya berada di depan taman wisata Baturraden. Yang jadi unggulan oleh-oleh di tempat ini adalah makanan yang namanya getuk goreng.Saya dkk sempat mengicipinya sebelum membeli.

Di depan tama nada pelataran, dan kalau pagi banyak orang yang duduk sambil berjualan makanan seperti nasi, juga minuman seperti kopi. Mereka membawa termos air hangat ke tempat itu. Jadi kalau ada yang beli minuman, mereka langsung menuangkan air dari termos tersebut. Pas sekali karena udara di sana sejuk,bahkan kalau pagi hari terasa dingin. Mereka tidak memakai rombong, tetapi memasukkan dagangannya ke tas yang terbuat dari plastik yang dianyam. Tas plastik yang biasanya digunakan untuk berbelanja di pasar. Juga marang (bahasa jawa), wadah yang terbuat dari anyaman bambu.



Selama satu jam, saya dkk berjalan mengelilingi taman wisata Baturraden, tetapi tidak menyeluruh karena kami harus segera balik ke tempat training yang terletak di bawah taman. Sekitar 100 meter jaraknya. Meskipun cuma sebentar, setidaknya taman wisata Baturraden bisa membuat otak kami fres setelah dua hari digembleng di ruang training dengan materi yang sangat padat. Dan taman wisata Baturraden adalah salah satu bukti betapa Indonesia sangat indah dan kaya dengan potensi panorama alamnya.
                                              

Purwokerto : 28-30 Maret 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar