“ Saya sangat down ketika itu, karena bercerai dengan suami. Saya seperti kehilangan segalanya. Saya sakit hati banget. Lalu saya dibawa ke Aceh, dimana saat itu terjadi konflik yang menyebabkan banyak wanita terpaksa jadi janda. Saya melihat penderitaan mereka lebih parah dari saya. Sejak itulah saya mulai sadar diri. Saya sangat terpukul dan merasa tertampar. Ternyata penderitaan saya tidak ada apa-apanya bila dibanding penderitaan mereka. Namun mereka tidak pernah mengeluh, urai Nina, salah satu wanita inspiratif yang dipilih tabloid Nova.
Itulah jawaban seorang wanita yang usianya sudah tidak muda lagi, namun semangatnya tetap membara. Di kamar hotel Majapahit, Surabaya No 65. Tanpa malu dan ragu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan. Saya kagum dengan semangatnya menaklukkan masalah. Disinilah saya bisa melihat perbedaan orang sukses dan orang gagal: dari sikap!
Saya merenung dan bertanya pada diri sendiri, apakah saya sudah termasuk di dalamnya. Faktanya, banyak wanita yang akhirnya tenggelam dalam kebencian, dendam, putus asa dan kehilangan jati diri karena kecewa ketika cintanya kandas! Nalarnya sudah tidak difungsikan secara normal, tertutup oleh emosi tak terkendali.
Saya melihat begitu banyak wanita yang menjadi janda, hidup dalam kebimbangan. Keadaan mereka tak jauh dari anggapan masyarakat kebanyakan, bahwa janda itu kesepian, butuh kehangatan, butuh perhatian dll. Anggapan masyarakat yang mampu mensugesti banyak janda. Menjadikan mereka benar-benar lemah. Mudah mengeluh, putus asa, cengeng dan ada kecenderungan gampang terbujuk rayuan lelaki. Dan parahnya, keadaan ini ditambah dengan kecurigaan para wanita yang takut suaminya direbut bila ada wanita berstatus janda di lingkungannya.
Merasa kesepian, butuh teman bicara, butuh tempat mengadu dll. Keadaan ini seringkali dimanfaatkan lelaki yang punya niat tidak baik. Dan banyak dari janda yang tidak menyadarinya. Akhirnya, terjadilah peristiwa seperti istilah keluar dari mulut buaya masuk mulut singa. Artinya, si janda berada dalam lingkaran penderitaan. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh wanita berstatus janda?
Menata diri agar tidak terlarut dalam masalah. Sepahit apapun, bersegeralah untuk bangkit. Caranya dengan tetap berbaik sangka pada Tuhan. Seperti kata bijak, bahwa Tuhan datang sesuai prasangka hambanya. Isilah waktu yang ada dengan kegiatan positif dan produktif, misal: baca buku positif, membuka usaha, masuk ke komunitas dll. Tidak perlu memperdulikan anggapan/kecurigaan orang dengan aktivitas yang dilakukan. Ini bisa dilakukan pula oleh teman-teman BMI yang rumah tangganya kandas. Terlepas dari salah benarnya di antara kedua belah pihak, karena orang berumah tangga pasti ada masalah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar