Kamis, 06 Maret 2014

Tentang Program Tour Study Magang

Pendahuluan

Seiring dengan kesadaran BMI akan pentingnya pendidikan untuk mencapai sebuah perubahan, maka bermuncullah berbagai bentuk pelatihan, kursus,sekolah,kuliah yang tentunya disesuaikan dengan kondisi BMI yang nota bene libur satu kali seminggu.

Berbagai materi,kiat-kiat, strategi untuk sebuah perubahan diberikan kepada peserta didik. Pelatihan itu sendiri bermacam bentuknya, dari yang gratis sampai diharuskan membeli tiket masuk untuk biaya pengadaan pelatihan. Apapun latar belakang diadakannya pelatihan itu, yang pasti kesadaran BMI akan pendidikan patut diacungi jempol.

Namun sayangnya, pelatihan itu belum memberikan hasil yang optimal karena masih banyak BMI yang masih takut, ragu untuk melangkah mengaplikasikan ilmu yang didapatnya. Mengubah paradigma/mindset itu sangat penting, namun fakta di lapangan telah membuktikan tidak cukup dengan itu saja. Masih banyak hal lain yang dibutuhkan oleh mereka, seperti: pendampingan dan bimbingan ketika mereka ingin menerjuni sebuah usaha.

Bicara di atas kertas memang mudah tapi penerapan di lapangan tidak semudah itu. Dibutuhkan kesungguhan dan ketelatenan. Apalagi kondisi alam di Indonesia tidak seperti di Hong Kong. Contoh kecil : jarak dan transportasi.
Alhasil, walau mereka telah dicekoki berbagai pemikiran baru, tetap saja belum berani melangkah. Kalaupun ada yang terjun ke lapangan, jumlahnya tak sebanding dengan jumlah BMI yang masih bertahan di Hong Kong.


~Tim OVM~

Senin, 06 Januari 2014

"Dari Jalanan Menjadi Terkenal Dan Menembus Dunia"



Itulah Tegar yang lahir pada tanggal 18 September 2001 dengan nama lengkap Tegar Septian. Lahir dari keluarga kurang mampu. Ibu pengamen dan bapak pedagang asongan di stasiun dan di Kereta api Kota Subang. Di saat Tegar baru berumur 4 tahun, bapak ibunya bercerai. Tegar diputuskan ikut dengan ibunya dan belajar sendiri bernyanyi sambil bermain gitar Ukulele seperti Ibunya.

Kemudian pada saat kelas 2 SD (umur 7tahun), Tegar ingin meringankan beban orang tuanya dengan memutuskan berhenti sekolah untuk mulai mengamen di jalanan yang diawali dari kota Cikampek, yaitu di sekitaran stasiun Cikampek. Tidak lama kemudian ibunya menikah lagi dengan orang Subang dan Tegar pindah ke kota Subang tepatnya di Kecamatan Pegaden.

Di kota Subang Tegar biasanya ngamen dan nongkrong di wisma Karya Subang. Tegar berjuang hidup di jalanan dengan pergaulan sangat keras yang membuat Tegar mengenal rokok dan Ngelem Aibon.

aseiring berjalannya waktu, Tegar bertemu dengan Alfas yang mempunyai feeling cukup kuat untuk mengikutkan Tegar ke festival-festival sampai akhirnya mendapatkan juara 1 nasional di Jakarta dan bisa masuk dapur rekaman. Dari juara 1 itu Tegar bisa rekaman bareng dengan Netral Band yang di manajemeni oleh Wawan Juniarso. Setelah itu terjalinlah kerjasama antara Alfas dengan Wawan Juniarso yang sekarang menjadi Bisnis Manager di Management Tegar. Dan Wawan Juniarso menunjuk Alfas sebagai Personal Manager Tegar.

SekarangTegar berusia 12 tahun dan sudah mulai di kenal banyak orang karena seringnya tampil di acara-acara TV, show di Seluruh Indonesia, Malaysia dan Singapore.

Karena kepiawaiannya menyanyi dengan cengkokan kental melayunya sambil bermain gitar Ukulele, viewers Youtubenya pun semakin bertambah sudah mencapai 9,2 juta lebih orang melihatnya. Tegar juga punya hobbi bermain roller blade/Ice skating, bermain magic/sulap dan hobbi menantangnya mengendarai motor trailnya untuk bermain Motor Cross.

Kisah sukses Tegar menjadi bukti bagi kita, bahwa setiapnorang bisa sukses. Yang membedakan adalah, mau menikmati prosesnya atau tidak. Tidak ada yang instan di dunia ini.

Siapa yang mau menjalani proses kesuksesannya sudah pasti akan meraih sukses. Yang menarik dari kesuksesan seseorang adalah kisah pilunya meraih sukses. Bagaimana ia bertahan dengan tantangan-tantangan yang sudah pasti sangat menyakitkan hati. Strategi-strategi apa yang ia jalankan dalam menghadapi tantangan tersebut. Inilah yang mampu memotivasi semangat hidup orang lain. Tegar penyanyi cilik yang mengawali karir musiknya dengan jalan mengamen, pasti sangat menginpirasi sekali bagi siapapun yang mendengarnya.

Nah, kabar gembira bagi Anda para pembaca Berita Indonesia, Anda bisa mendengar secara langsung kisah suksesnya Tegar di sebuah event yang akan digelar oleh Dompet Dhuafa Hong Kong, 19 Januari 2014 di Just Dance Caffe Fotress Hill exit A/B.
Acara digelar dua sesi, siang jam 10.00 am - 13.00 pm dan siang jam 14.00-17.00 pm.
Informasi lengkap bisa menghubungi nomor kontak 67401869, 95192693.



BIODATA :    
-----------------
►Nama: Tegar Septian
►Tgl Lahir : 18 Sept 2001
►Lahir : Pemalang,
►Akte Keluarga : Indramayu
►Rumah : Ds. Krangkeng. Rt/rw
   04/02. Kec. Krangkeng
   Indramayu. JABAR
►Sekolah : Yayasan/ Pon pes
   As Salafi. Ds. Krangkeng. Kec.
   Krangkeng Indramayu & sekarang Home Schooling
   di Jakarta.
►Kelas : 3 SD.
►Ukuran baju : no. 9 / 10
►Ukuran Clana : no.14 / 15
►Sepatu : no 35
►Berat Badan : 30kg
►Makanan kesukaan : Tempe Oreg & Ayam
    Penyet.
►Minuman kesukaan : Juice Wortel & Air
    Putih.
►twitter : @TEGAR_OFFICIAL
►Fanspage : http://www.facebook.com
   /StfcSahabatTegarFansClub
►FACEBOOK : http://www.facebook.com
   /Sahabat.tegar.
►Booking Contact :                    
   @wa2n_juniarso (081386280978).

Senin, 25 November 2013

Terjerat Taktik Bisnis



“Ini jumlah tagihan tiap bulan yang harus dibayar karena sudah tidak pakai kontrak. Jadi ini adalah tagihan aslinya. Kalau pakai kontrak hanya HK$ 191 kalau tidak pakai kontrak jadi HK$ 414 tiap bulannya…..”

Menjamurnya jaringan seluler di Hong Kong memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain baik via telepon,sms atau internet. Selain murah, pelayanan cepat dan signal lancar tentu kita sebagai pengguna sangat diuntungkan. Saat aplikasi cukup menyerahkan ID HK dan alamat rumah dimana kita tinggal. Mau berselancar di internet selama 24 jam, okay-okay saja. Benarkah ini menguntungkan kita?
Tunggu dulu! Sepintas terkesan mudah dan menguntungkan, tetapi setelah mengetahui banyak kasus terjadi menimpa pengguna jaringan seluler yang nota bene orang Indonesia, berubah menjadi momok yang menakutkan. Bagaimana tidak,, mereka terpaksa membayar puluhan bahkan ribuan dolar kepada salah satu jaringan seluler tersebut hanya karena masalah sepele. Misalnya : tidak memberitahukan perpanjangan pemakaian setelah kontrak yang disepakati ketika aplikasi berakhir.
Tidak ada kata ampun dan cela untuk menghindar dari kejaran jaringan seluler tersebut dengan mengirim tagihan-tagihan tiap bulan ke alamat dimana kita tinggal. Mungkin sebagian dari kita bisa mengelak dengan membiarkan tagihan-tagihan itu dating dengan bermacam akal, terlepas dia salah atau tidak. Namun faktanya, banyak juga yang terpaksa membayar entah karena takut diketahui majikannya bahwa ia sedang berkasus atau karena rasa tanggungjawab.
Seperti contoh kasus di atas, seorang pemakai sebuah jaringan seluler harus membayar denda padahal ia tidak melakukan kesalahan apapun dengan jaringan seluler tersebut. Setiap bulan ia tertib membayar tagihan pemakaian lalu mengumpulkan tanda bukti pembayaran karena ia sadar, segala sesuatu yang berhubungan dengan intansi dan biodata orang lain harus hati-hati. Bila ada masalah, bukti yang ada bisa menjadi tameng pembelaan diri. Inilah senjata melawan aturan di Hong Kong.
Sayangnya, bukti-bukti yang ia kumpulkan tak ada gunanya karena kasus yang ia hadapi tidak membutuhkannya. Kasusnya bukan berasal darinya tetapi dari temannya yang mendaftarkan diri sebagai pemakai dari jaringan seluler tersebut lalu ia terlupa memberitahukan masa berakhir kontraknya karena kesibukan yang menyita. Sedang si pemakai tidak mengerti perihal itu.
Memakai jaringan seluler telepon yang menggunakan kontrak kerja ada batasan waktu. Sama seperti kontrak kerja dengan majikan. Kalau mau tambah kontrak harus laporan dan bila tidak laporan, maka status legal menjadi illegal yang lebih dikenal dengan sebutan overstay.
Dalam dunia jaringan seluler tidak ada istilah overstay yang ada adalah penagihan denda memakai tanpa pemberitahuan lalu membayar tagihan bulanan yang nilainya melangit dipakai ataupun tidak. Mengerikan bukan? Kita sudah capek bekerja bahkan mungkin berhemat untuk menabung, terpaksa harus mengeluarkan uang juga.
Kawan, hikmah dari kejadian ini adalah, kita harus berhati-hati dalam urusan yang memakai biodata seperti IDHK, alamat kerja baik milik pribadi apalagi milik orang lain. Kita juga harus tahu seluk beluk peraturannya dengan detail sehingga bila ada masalah, kita bisa segera menyelesaikannya. Kita harus teliti dan mengingat kapan masa berakhirnya kontrak kita. Jangan mudah terhanyut promo-promo yang menggiurkan karena itu hanya taktik berbisnis. Dan yang paling penting, pakailah biodata pribadi untuk memudahkan kita mengecek jangka waktu pemakaian. Jangan memakai biodata orang lain walau teman akrab sekalipun. Karena yang namanya lupa, tidak bisa dihindarkan. Permasalahannya, bukan masalah kita bisa dipercaya tidaknya, kita orang yang bertanggungjawab tidaknya, tetapi lebih pada menjaga keuangan, kehati-hatian, kedisiplinan dan hubungan pertemanan. Tidak semua orang mau merugi bukan?


Dimuat Koran Berita Indonesia. Edisi. November 2013




Sabtu, 19 Oktober 2013

Cara BMI Memecahkan Masalah


“Menemani sidang temen di pengadilan Kwung Tong. Karena sering dimarahi dan dipukul

majikan, maka ia disarankan oleh seseorang agar majikan jadi baik dengan mencampuri minuman dengan air kencing. Hasilnya sangat mujarab, karena langsung dilaporkan ke polisi dan lanjut ke persidangan. Menjadi pelajaran bagi kita semua, untuk selalu mencari saran dari orang yang benar, sehingga solusinya adalah kepada Allah bukan ajaran dukun yang merugikan secara aqidah Islam karena syirik dan sekaligus rugi dunia….”

Sebuah status yang saya baca di fesbuk, sangat menggelitik hati sekaligus juga prihatin. Dijaman canggih dan hidup dalam kota metropiltan seperti Hong Kong masih saja mempercayai hal-hal seperti itu.  Bagaimana mereka bisa melakukan tindakan yang justru mencemarkan citra diri ? 

Saya yakin, tidak ada satu agamapun yang mengajarkan ummatnya untuk melakukan perbuatan tercela meskipun dalam keadaan terjepit. Semua agama pasti mengarahkan pengikutnya untuk melakukan tindakan positif dalam keadaan terjepit sekalipun. Karena dibalik kesulitan ada kemudahan. Kesulitan datang beserta solusinya. Tugas kita hanya mencarinya dengan cara yang benar baik secara agama maupun tatanan masyarakat.

Hidup di Negara bebas seperti Hong Kong memang rentan dengan pengaruh luar yang kuat. Bila kita tidak bisa menyaring segala informasi yang datang dari sekitar kita, maka tidak menutup kemungkinan akan mudah terpengaruh. Sangat penting memilih teman dan memasuki komunitas yang benar. Bila kita asal-asalan bergaul, lambat laun kita akan terseret pola pergaulan asal-asalan pula. Kita tidak punya filter untuk menyaring mana yang baik dan buruk, mana yang salah dan benar, apalagi ketika jiwa dan pikiran kita masih labil.

Teman dan lingkungan (baca: komunitas) di Hong Kong menjadi tempat kedua setelah rumah majikan buat kita membangun habit karena apapun yang sering kita dengar dan lihat akan tertanam dalam pikiran kita dan bisa menjadi sebuah program. Bukankah sebelum kita melakukan sebuah tindakan kita pasti memikirkannya dulu? Tindakan tidak datang serta merta  selalu didahului dengan memikirkannya.

Kawan, mengakhiri catatan kecil ini, saya ingin menyampaikan bahwa semua masalah yang kita hadapi dalam hidup ada jalan keluarnya. Masalah itu adalah sarana pendewasaan diri dalam memahami arti hidup dalam kehidupan. Tanpa masalah, kita tidak akan tahu apa-apa. Bila kita dapat masalah, yang harus selalu kita ingat adalah bagaimana kita bisa mengelola emosi yang menyertainya. 

Dimuat Koran Berita Indonesia Edisi September 2013

Rabu, 17 Juli 2013

Hutang Oh Hutang

“ Selama 18 tahun bekerja di Hong Kong, baru kali ini saya ditipu orang dan jumlahnya tidak tanggung-tanggung. Saya tidak menyangka, orang yang saya percaya dan sudah saya anggap seperti saudara sendiri tega menipu saya……”
Inilah diskusi saya dengan salah seorang kawan BMI yang baru saja tertimpa musibah.  Walau sering dimuat dalam media tentang hutang piutang, ternyata korban masih berjatuhan juga.
Adakah di antara anda yang bekerja tetapi menerima gaji hanya selintas saja? Harus memendam segala keinginan karena tidak ada uang yang tersisa? Stres karena merasa berdosa tidak bisa kirim uang pada keluarga? Kemana larinya uang itu? Bayar hutang! Ya tidak apa-apa dong, karena hutang harus dibayar.
Kalau kita berhutang untuk kebutuhan sendiri, mungkin ini suatu hal yang” lumrah”. Bila kita merasa tak nyaman dengan hutang, tinggal mengubah pola pikir dan pola hidup. Tetapi bagaimana kalau kita harus membayar hutang orang lain yang tidak ada sangkut paut keluarga dengan kita hanya karena kita merasa “senasib sepenanggungan” di rantau?
Nah! Kawan, seringkali kita mendengar permasalahan hutang piutang yang berakibatnya putusnya sebuah pertemanan/hubungan karena salah satu pihak tidak bertanggungjawab. Seharusnya ini bisa menjadikan kita lebih bijaksana terhadap diri sendiri dalam memaknai sebuah persahabatan.  Kebanyakan dari kita terjebak rasa “ pekewuh” terhadap teman sehingga kita mau saja melakukan apa saja yang diminta. Kita takut dikatakan pelit, tidak sehati, tidak welas asih, tidak setia kawan dan sejenisnya.
Hati-hatilah! Ingat selalu dengan tujuan kita ke rantau ini untuk memperbaiki kehidupan. Baik dari segi finansial, ilmu pengetahuan, pengalaman dan keahlian. Buat diri sendiri dan keluarga.  Bijaklah dalam menyingkapi setiap pergaulan. Pandailah memilih dan memilah karena kita tidak tahu isi hati manusia. 
Bagaimana caranya? Tingkatkan pengetahuan diri, bisa dengan membaca buku positif, ikut pertemuan dll.  Semua dapat kita peroleh dengan mudah di rantau ini. Tinggal kita mau apa tidak melakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan diri. Hidup adalah pilihan!
Lalu buat pembukuan keuangan ( keluar masuknya) uang setiap bulannya dan buat planning ke depan dengan keuangan kita. Dengan perencanaan yang sangat ketat dan kedisiplinan diri, kita bisa mengatur keuangan   kita. Pandai-pandailah dalam memilih teman dan memasuki lingkungan karena teman dan lingkungan mampu mempengaruhi kita. Apalagi kalau pada dasarnya kita belum punya pengalaman sama sekali dengan segala hal yang ada di rantau, akan menjadi sasaran empuk orang-orang  yang memiliki niat buruk.
Uang memang  bukan segala-galanya dalam hidup tetapi segala-galanya butuh uang bukan?  Mau beli makanan, beli baju, pergi liburan, datang ke pertemuan, biaya sekolah anak, ada yang sakit, menelepon dan masih banyak lagi, semua butuh uang. Semua pakai uang. Kitalah yang berkewajiban dengan masuk keluarnya uang kita.

Urusan pinjam meminjam memang tidak bisa dihindari dalam sebuah persahabatan karena kita adalah makhluk sosial yang akan senantiasa berhubungan dengan yang lain. Tugas kita adalah bijak dalam segala urusan apalagi uang. Karena uang yang sudah ada di tangan orang lain, sepenuhnya bukan menjadi milik kita lagi. Masih untung kalau kembali. Lalu, bagaimana kalau tidak kembali? 


* Dimuat Koran Berita Indonesia Hong Kong*

Senin, 01 Juli 2013

Terjebak Persepsi Diri

Ketika kita menginginkan sesuatu kadang kita lupa mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan yang terjadi. Kita begitu semangat untuk meraihnya walau kita tidak tahu itu apa dan siapa. Kita hanya tahu bahwa kita ingin mendapatkannya. Itu saja!

Manusia identik dengan keinginan bahkan bermacam-macam. Baik itu negatif atau positif. Merugikan atau menguntungkan. Lebur dalam gelombang keinginan. Tugas kita untuk memilahnya agar kita dapat memilih mana yang terbaik buat kita.

Keinginan akan membuat kita memiliki semangat dalam hidup. Keinginan mampu menjadi mesin penggerak kita bertindak. Dan untuk meraihnya, kita perlu mempersiapkan diri menghadapi segala sesuatunya. Karena kita tidak tahu di depan ada apa. Bukan berarti kita harus melakukan sesuatu menunggu semuanya sempurna tetapi setidaknya punya persiapan.

Keinginan kita dengan segala kriteria yang ada bukanlah sebuah keputusan mutlak. Kriteria dibuat agar kita bisa lebih memfokuskan pikiran dengan keinginan. Agar kita tidak ceroboh dalam bertindak karena setiap tindakan mengandung resiko yang mau tidak mau ,terpaksa atau rela, suka atau benci, tahu atau tidak tahu  ada pertanggungjawaban.

Oleh sebab itu kita harus bijak menyingkapi diri sendiri, tepatnya menyingkapi keinginan diri. Jangan karena keinginan tadi kita terjebak dengan persepsi diri yang sempit yang membuat kita menderita. Persepsi diri yang sempit sangat merugikan  kemajuan hidup bahkan menjauhkan kita dari sebuah pencapaian. Yang harus kita lakukan agar tidak terjebak persepsi diri yang sempit adalah memperluas persepsi kita. Persepsi terhadap diri sendiri, persepsi terhadap orang lain, persepsi terhadap situasi dan kondisi.

Hidup Penuh Dengan Kejutan

Dalam minggu-minggu ini banyak kejutan yang tak terduga. Kejutan yang membuat hati sedih, merasa kehilangan, keharuan dan sekaligus sebuah peringatan juga pembelajaran bagiku sebagai manusia yang diciptakan Tuhan dengan tujuan. Berpulangnya seorang sahabat, teman dan saudara seiman.
Ada duka yang begitu dalam aku rasakan dan ternyata rasa ini juga dirasakan orang lain. Kenapa?
Bertemupun tidak? Bicarapun seperlunya saja. Setelah aku merenung, ku temukan jawaban : akhlak.

Akhlak yang mampu mempererat hubungan silaturohmi di antara kami. Akhlak yang mengingatkan hati kami dengan sendirinya. Akhlak yang menumbuhkan cinta kasih begitu deras bak air terjun yang akan mengalir airnya terus menerus. Akhlak yang menguatkan ikatan batin yang mampu menguras airmata.

Kejutan berikutnya membuatku geleng kepala tak habis pikir. Ini nyata atau mimpi? Tak pernah menyadari hadirnya sesuatu yang ada di sekeliling dan ketika itu diutarakan, membuatku bengong. Ini nyata atau mimpi?
Ya, begitulah manusia, banyak yang tidak peka terhadap apa yang terjadi di sekelilingnya, meski itu terjadi padanya.

Kejadian-kejadian dalam minggu ini menyadarkannku bahwa hidup ini penuh dengan kejutan. Siapkah kita?