LKP
Ganesha Gelar Pelatihan Untuk TKI
LKP
Ganesha yang terletak di Jl Effendi 68 Kepanjen Malang
dengan kode posnya 65163 adalah sebuah lembaga kursus dan pelatihan yang usianya
sudah mencapai 35 tahun pada 2017 nanti. Dalam
usia yang tidak bisa dibilang muda, tentunya
LKP Ganesha sudah memiliki banyak pengalaman juga punya banyak mitra.
LKP
Ganesha juga memiliki cabang yang terletak di Jl. Prof M. Yamin Gg. 3 No 158
kota Malang (Depan Masjid An-Nur/ belakang Matahari), dekat pasar pesar. LKP
Ganesha bukan hanya menerima siswa yang berasal dari masyarakat umum, tetapi
juga merambah dunia TKI.
Sekitar bulan Pebruari/ Maret 2017 nanti, LKP Ganesha akan memberikan pelatihan menjahit secara gratis. Diperuntukkan bagi kalangan TKI Purna dan keluarga TKI yang masih bekerja di luar negeri, dimana pun tujuan negaranya.
LKP Ganesha yang berdiri pada tahun 1982 ini, menyediakan beberapa macam kursus. Di antaranya menjahit, border, Bahasa Inggris, komputer, hantaran lamaran atau parcel, handmade, pendidikan kesetaraan paket B dan C, pengetikan komputer, jasa menerjemahan Bahasa Inggris-Indonesia. Selain itu juga menyediakan taman baca untuk masyarakat.
Visi dari LKP Ganesha adalah :
Sekitar bulan Pebruari/ Maret 2017 nanti, LKP Ganesha akan memberikan pelatihan menjahit secara gratis. Diperuntukkan bagi kalangan TKI Purna dan keluarga TKI yang masih bekerja di luar negeri, dimana pun tujuan negaranya.
LKP Ganesha yang berdiri pada tahun 1982 ini, menyediakan beberapa macam kursus. Di antaranya menjahit, border, Bahasa Inggris, komputer, hantaran lamaran atau parcel, handmade, pendidikan kesetaraan paket B dan C, pengetikan komputer, jasa menerjemahan Bahasa Inggris-Indonesia. Selain itu juga menyediakan taman baca untuk masyarakat.
Visi dari LKP Ganesha adalah :
- · Menyiapkan lembaga lembaga yang berkualitas dengan mengikuti perkembangan
- · Meningkatkan kerjasama dengan semua unsure, baik dunia usaha dunia industri, serta seluruh lembaga dan industri.
- · Membangkitkan dan menggerakkan seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan SDM berketrampilan hidup, guna meraih masa depan yang lebih baik.
- · Memotivasi masyarakat untuk berwawasan luas, berpikir bebas serta profesional diri.
Beberapa
produk yang telah dihasilkan LKP
Ganesha, di antaranya baju batik, kebaya modern, mukenah, hantaran lamaran,
korden, sarung bantal, taplak meja, tas dll.
Dalam salah satu misinya untuk membangkitkan dan menggerakkan seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan SDM inilah, LKP Ganesha menggandeng sebuah komunitas TKI yang bernama Zona TKI Kreatif .
Zona
TKI Kreatif berdiri pada 2013 di Hong Kong. Pendiri dan pengurusnya adalah peserta dan penyelenggara pelatihan berbasis
self development yang sedang bekerja sebagai TKI. Visinya merentas panjangnya masa kerja di luar negeri
dan menciptakan kemandirian, sedangkan misinya adalah mengadakan studi magang/
pelatihan kewirausahaan langsung kepada para pelaku UKM di Tanah Air.
Fenomena
yang terjadi dalam banyak pelatihan yang digelar untuk TKI, adalah dibagikannya
bermacam materi,kiat-kiat, strategi menjadi wirausaha. Pelatihan itu sendiri
bermacam bentuknya, dari yang gratis sampai diharuskan membeli tiket masuk
untuk biaya pengadaan pelatihan.
Namun sayangnya, pelatihan itu belum memberikan hasil yang optimal karena masih banyak TKI yang masih takut, ragu untuk melangkah mengaplikasikan ilmu yang didapatnya. Mengubah paradigma/mindset itu sangat penting, namun fakta di lapangan telah membuktikan tidak cukup dengan itu saja. Masih banyak hal lain yang dibutuhkan oleh mereka, seperti: pendampingan dan bimbingan ketika mereka ingin menerjuni sebuah usaha. Pendampingan dan bimbingan dibutuhkan bagi para TKI yang hendak memulai usahanya. Sehingga usaha tersebut bisa terarah.
Lalu, bagaimana dengan yang belum punya usaha? Dengan studi magang tersebut, mereka akan mendapatkan bermacam ide bisnis. Karena dalam studi itu ada sesi pencarian ide bisnis, pemetaan daerah, managemen keuangan, marketing, dll.
Jadi, tidak lagi
sekedar teori dalam ruang pelatihan, tetapi terjun langsung ke lapangan. Ketika
menemukan kendala, saat itu juga mereka mendapat bimbingan/pengarahan dari
pelaku bisnis/UKM yang menjadi mentornya. Ini adalah pembelajaran yang lebih
efisien daripada sekedar pelatihan yang
diadakan dalam ruangan, tapi tidak praktek langsung tentang teori-teori yang
diajarkan. Kenapa? Karena daya tangkap/tanggap setiap peserta tidak sama. Ada
yang bisa cepat paham, tapi tak jarang pula ada yang tidak paham-paham dengan materi yang
disampaikan oleh narasumber. Dan bahkan, materi/teori yang diajarkan tidak
cocok dengan daerah asal peserta.
Gayung
bersambut! LKP Ganesha adalah salah satu lembaga pelatihan yang lebih menyukai
pembelajaran/pelatihan berbasis praktek di lapangan. Hal ini juga akan
diterapkan dalam pelatihan yang akan digelar sekitar bulan Pebruari/ Maret 2017
nanti.
Meskipun pelatihan belum digelar, saat ini LKP Ganesha sudah merangkul beberapa TKI Purna untuk diberdayakan. Baik dari produksi maupun studi magang. Ini menjadi bukti, bahwa LKP Ganesha memang peduli dengan kemajuan TKI Purna.
Meskipun pelatihan belum digelar, saat ini LKP Ganesha sudah merangkul beberapa TKI Purna untuk diberdayakan. Baik dari produksi maupun studi magang. Ini menjadi bukti, bahwa LKP Ganesha memang peduli dengan kemajuan TKI Purna.
Apa saja keuntungan
ikut dalam pelatihan ini?
·
Peserta akan mendapat pelatihan secara
gratis selama 10 kali pertemuan. Dimulai pada pukul 09.00- 16.00.
·
Peserta bisa konsultasi secara online
meskipun pelatihan sudah selesai.
· Peserta yang telah menguasai materi, baik
berupa teori maupun praktek, bisa mengambil bahan mentah jahitan untuk dijahit
di rumah.
·
Peserta bisa menjadi guru/instruktur
setelah lulus ujian.
· Meskipun pelatihan usai, LKP Ganesha akan terus memonitor perkembangan peserta yang
ikut dalam pelatihan tersebut.
Apa saja syarat-syarat
agar bisa ikut pelatihan di LKP Ganesha? Berikut yang harus disiapkan :
Photo copy KTP dan identitas yang menunjukkan pernah bekerja ke luar negeri, masing-masing
2 lembar.
Photo berwarna ukuran 3 x 4 ( 3 lembar )
Photo copy KK 1 lembar
Bawa kain
Bawa alat tulis, penggaris segitiga, penggaris panjang, pensil, bolpoin, spidol merah , gunting, meteran, buku folio tipis ( bisa beli di LKP Ganesha)
Photo copy KTP dan identitas yang menunjukkan pernah bekerja ke luar negeri, masing-masing
2 lembar.
Photo berwarna ukuran 3 x 4 ( 3 lembar )
Photo copy KK 1 lembar
Bawa kain
Bawa alat tulis, penggaris segitiga, penggaris panjang, pensil, bolpoin, spidol merah , gunting, meteran, buku folio tipis ( bisa beli di LKP Ganesha)
Karena pelatihan ini
sifatnya mandiri, maka pihak penyelenggara tidak menyediakan konsumi dan uang
transportasi, tetapi peserta yang rumahnya jauh, bisa menginap di tempat
penyelenggara.
Pelatihan mandiri? Apa
maksudnya?
Maksudnya adalah,
pelatihan ini tidak menyediakan banyak fasilitas. Peserta memang harus siap dan
rela untuk mengeluarkan biaya untuk memenuhi kebutuhan yang tidak disediakan
penyelenggara. Artinya, peserta harus mengeluarkan uang! Ya, uang! Dengan
adanya uang yang dikeluarkan, peserta akan bersungguh-sungguh belajar. Akan memanfaatkan moment tersebut
dengan serius. Mereka tidak mau rugi. Tidak mau mengeluarkan uang dengan
sia-sia.
Di
Tanah Air, banyak pelatihan yang diadakan oleh dinas, instansi, lembaga,
yayasan dan komunitas yang memberikan banyak fasilitas, seperti uang
transportasi, makan enak, gedung megah,
ruang inap,dll. Kadang fasilitas yang diberikan ini dijadikan alasan peserta
mengikutinya. Banyak yang ogah-ogahan belajar. Kenapa? Karena mereka berpikir
pelatihan ini gratis!
Dan
kebanyakan, setelah pelatihan, tidak ada tindakan konkrit di lapangan.
Akhirnya, kegiatan peserta hanya mengikuti pelatihan demi pelatihan tak ubahnya
seperti yang pernah mereka ikuti ketika masih di luar negeri. Kesannya,
pelatihan itu digelar hanya untuk sekedar bahan laporan pada atasan, bahwa
program A-Z telah dijalankan yang diikuti sekian peserta dengan memakan biaya
yang tertera di buku anggaran.
Semua
kembali kepada pribadi masing-masing. Mau selalu yang serba gratisan tapi tidak
ada tindak kelanjutannya, atau siap selalu mengeluarkan biaya untuk ilmu yang
akan didapatkan plus dengan tindakan nyatanya di lapangan ^--^

















