Rabu, 21 Januari 2015

Dialog Sukses

BMI HK : " Saya tahu banyak n petualangan mbak Anna. Jujur, saya salut mbak. Kalau boleh,bagi-bagi donk ilmunya biar saya juga ketularan suksesnya...".

Annir      : " Masih belajar mbak. Ada yang bisa saya bantu?"
                                         


Percakapan singkat yang membuat saya tertegun dan bertanya-tanya. Saya tidak tahu ia dapat no saya dari mana. Ah, mungkin dapat dari koran yang mencantumkan nama dan no phone saya. . Atau mungkin dapat dari facebook ketika saya  cantumin di facebook. (hehe...).

Pertanyaan dan pernyataan dari sahabat BMIHK tadi, menurut saya terlalu berlebihan, sebab saya belum sukses. Saya belum apa-apa . Saya baru menapaki proses untuk sukses dengan segala tingkat kerumitannya. Ya! Rumit karena untuk sukses bukan hal mudah. Banyak kendala yang harus dicarikan solusinya. Itulah nikmatnya. Berproses untuk sukses! Berselancar di lembah kendala dengan segala kesakitannya hanya untuk mengumpulkan ribuan solusi! Sekali lagi : Solusi!

Dan ketika kita telah temukan solusi,  ada banyak nilai tambah yang kita dapatkan. Di antaranya, wawasan, ilmu, pengalaman, relasi, finansial dll. Dari yang awalnya tidak tahu, jadi tahu. Dari yang mulanya takut, jadi berani dan masih banyak lagi.

Banyak makna sukses yang disharingkan para pembicara/motivator/guru, baik lewat buku, koran, majalah, website, facebook, twitter dll. Saking banyaknya, kadang kita malah pusing memahaminya (hehehe..)

Itu artinya, hanya diri kitalah yang lebih paham makna sukses yang kita inginkan. Sebab,nilai kesuksesan tiap orang berbeda-beda. Ada yang merasa sukses ketika berani tampil di depan umum, bisa menulis, bisa masak, lulus sekolah, diterima kerja dll. Lalu sukses buat kita apa? (PR nich ceritanya buat yang belum menemukannya. hehehe..).

Sukses sangat luas cakupannya kawan! Jadi, perluaslah wawasan agar kita bisa terus berkembang. Untuk sukses banyak elemen yang dibutuhkan dan itu bisa dipelajari. Sekali lagi,bisa dipelajari lho! Jadi terus optimis ya!

"Dari tadi, ngomong sukses melulu ( hihi..). Lalu, bagi Annir sendiri, makna sukses itu apa?", celetuk bagian diri saya tiba-tiba.

"Aha! Iya juga ya. Dari tadi si Annir bicara sukses melulu", timpal bagian diri saya yang lain.

"Makna sukses buatku, so simple. Ketika aku bisa mewujudkan apa yang aku inginkan, sekecil apapun itu, aku sudah merasa sukses! Aku bisa berbagi sesuatu lewat tulisan, aku bisa membuka paradigma orang, aku bisa mengajak orang bergabung dalam program pemberdayaan, aku bisa membantu menjualkan produk orang, aku bisa dan bisa..... Ah, banyak dech pokoknya. Dan itu bisa kita ciptakan. Dan itu ada dalam kehidupan kita", sahut bagian diri saya yang mendapat pertanyaan makna sukses.

Kalau tadi saya katakan sukses itu so simple, ya memang iya. Karena diri kitalah yang merasakan kepuasannya. Setinggi apapun nilai sukses di mata orang, kalau kita tidak merasakan kenyamanannya (baca: kepuasannya), berarti kita belum bisa dikatakan sukses. Kita hanya mengikuti jejak sukses orang lain.

Oleh sebab itu, untuk bisa merasakan sukses, temukan  tujuan hidup Anda dulu. Dengan tujuan ini, kita akan terarah menapaki hidup. Ada panggilan hati untuk kita terus bergerak maju.Dari situ pula, jalan kita menuju sukses yang diinginkan semakin maju dan berkembang. Karena kita sudah menariknya hadir dalam kehidupan kita, lalu kita merealisasikannya dalam nyata.Sukses sudah ada dalam diri kita.



* Kepanjen, Kamis 22 Januari 2015






Selasa, 20 Januari 2015

Janda Inspiratif, Taklukkan Masalah



“ Saya sangat down ketika itu, karena bercerai dengan suami. Saya seperti kehilangan segalanya. Saya sakit hati banget. Lalu saya dibawa ke Aceh, dimana saat itu terjadi konflik yang menyebabkan banyak wanita terpaksa jadi janda. Saya melihat penderitaan mereka lebih parah dari saya. Sejak itulah saya mulai sadar diri. Saya sangat terpukul dan merasa tertampar. Ternyata penderitaan saya tidak ada apa-apanya bila dibanding penderitaan mereka. Namun mereka tidak pernah mengeluh, urai Nina, salah satu wanita inspiratif yang dipilih tabloid Nova.


 Itulah jawaban seorang wanita yang usianya sudah tidak muda lagi, namun semangatnya tetap membara. Di kamar hotel Majapahit, Surabaya No 65. Tanpa malu dan ragu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan. Saya kagum dengan semangatnya menaklukkan masalah. Disinilah saya bisa melihat perbedaan orang sukses dan orang gagal: dari sikap!

Saya merenung dan bertanya pada diri sendiri, apakah saya sudah termasuk di dalamnya. Faktanya, banyak wanita yang akhirnya tenggelam dalam kebencian, dendam, putus asa dan kehilangan jati diri karena kecewa ketika cintanya kandas! Nalarnya sudah tidak difungsikan secara normal, tertutup oleh emosi tak terkendali.

 Saya melihat begitu banyak wanita yang menjadi janda, hidup dalam kebimbangan. Keadaan mereka tak jauh dari anggapan masyarakat kebanyakan, bahwa janda itu kesepian, butuh kehangatan, butuh perhatian dll. Anggapan masyarakat yang mampu mensugesti banyak janda. Menjadikan mereka benar-benar lemah. Mudah mengeluh, putus asa, cengeng dan ada kecenderungan gampang terbujuk rayuan lelaki. Dan parahnya, keadaan ini ditambah dengan kecurigaan para wanita yang takut suaminya direbut bila ada wanita berstatus janda di lingkungannya.

 Merasa kesepian, butuh teman bicara, butuh tempat mengadu dll. Keadaan ini seringkali dimanfaatkan lelaki yang punya niat tidak baik. Dan banyak dari janda yang tidak menyadarinya. Akhirnya, terjadilah peristiwa seperti istilah keluar dari mulut buaya masuk mulut singa. Artinya, si janda berada dalam lingkaran penderitaan. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh wanita berstatus janda?

 Menata diri agar tidak terlarut dalam masalah. Sepahit apapun, bersegeralah untuk bangkit. Caranya dengan tetap berbaik sangka pada Tuhan. Seperti kata bijak, bahwa Tuhan datang sesuai prasangka hambanya. Isilah waktu yang ada dengan kegiatan positif dan produktif, misal: baca buku positif, membuka usaha, masuk ke komunitas dll. Tidak perlu memperdulikan anggapan/kecurigaan orang dengan aktivitas yang dilakukan. Ini bisa dilakukan pula oleh teman-teman BMI yang rumah tangganya kandas. Terlepas dari salah benarnya di antara kedua belah pihak, karena orang berumah tangga pasti ada masalah.