Sabtu, 19 Oktober 2013

Cara BMI Memecahkan Masalah


“Menemani sidang temen di pengadilan Kwung Tong. Karena sering dimarahi dan dipukul

majikan, maka ia disarankan oleh seseorang agar majikan jadi baik dengan mencampuri minuman dengan air kencing. Hasilnya sangat mujarab, karena langsung dilaporkan ke polisi dan lanjut ke persidangan. Menjadi pelajaran bagi kita semua, untuk selalu mencari saran dari orang yang benar, sehingga solusinya adalah kepada Allah bukan ajaran dukun yang merugikan secara aqidah Islam karena syirik dan sekaligus rugi dunia….”

Sebuah status yang saya baca di fesbuk, sangat menggelitik hati sekaligus juga prihatin. Dijaman canggih dan hidup dalam kota metropiltan seperti Hong Kong masih saja mempercayai hal-hal seperti itu.  Bagaimana mereka bisa melakukan tindakan yang justru mencemarkan citra diri ? 

Saya yakin, tidak ada satu agamapun yang mengajarkan ummatnya untuk melakukan perbuatan tercela meskipun dalam keadaan terjepit. Semua agama pasti mengarahkan pengikutnya untuk melakukan tindakan positif dalam keadaan terjepit sekalipun. Karena dibalik kesulitan ada kemudahan. Kesulitan datang beserta solusinya. Tugas kita hanya mencarinya dengan cara yang benar baik secara agama maupun tatanan masyarakat.

Hidup di Negara bebas seperti Hong Kong memang rentan dengan pengaruh luar yang kuat. Bila kita tidak bisa menyaring segala informasi yang datang dari sekitar kita, maka tidak menutup kemungkinan akan mudah terpengaruh. Sangat penting memilih teman dan memasuki komunitas yang benar. Bila kita asal-asalan bergaul, lambat laun kita akan terseret pola pergaulan asal-asalan pula. Kita tidak punya filter untuk menyaring mana yang baik dan buruk, mana yang salah dan benar, apalagi ketika jiwa dan pikiran kita masih labil.

Teman dan lingkungan (baca: komunitas) di Hong Kong menjadi tempat kedua setelah rumah majikan buat kita membangun habit karena apapun yang sering kita dengar dan lihat akan tertanam dalam pikiran kita dan bisa menjadi sebuah program. Bukankah sebelum kita melakukan sebuah tindakan kita pasti memikirkannya dulu? Tindakan tidak datang serta merta  selalu didahului dengan memikirkannya.

Kawan, mengakhiri catatan kecil ini, saya ingin menyampaikan bahwa semua masalah yang kita hadapi dalam hidup ada jalan keluarnya. Masalah itu adalah sarana pendewasaan diri dalam memahami arti hidup dalam kehidupan. Tanpa masalah, kita tidak akan tahu apa-apa. Bila kita dapat masalah, yang harus selalu kita ingat adalah bagaimana kita bisa mengelola emosi yang menyertainya. 

Dimuat Koran Berita Indonesia Edisi September 2013