“ Selama 18 tahun bekerja di Hong
Kong, baru kali ini saya ditipu orang dan jumlahnya tidak tanggung-tanggung.
Saya tidak menyangka, orang yang saya percaya dan sudah saya anggap seperti
saudara sendiri tega menipu saya……”
Inilah
diskusi saya dengan salah seorang kawan BMI yang baru saja tertimpa
musibah. Walau sering dimuat dalam media
tentang hutang piutang, ternyata korban masih berjatuhan juga.
Adakah
di antara anda yang bekerja tetapi menerima gaji hanya selintas saja? Harus
memendam segala keinginan karena tidak ada uang yang tersisa? Stres karena
merasa berdosa tidak bisa kirim uang pada keluarga? Kemana larinya uang itu?
Bayar hutang! Ya tidak apa-apa dong, karena hutang harus dibayar.
Kalau
kita berhutang untuk kebutuhan sendiri, mungkin ini suatu hal yang” lumrah”.
Bila kita merasa tak nyaman dengan hutang, tinggal mengubah pola pikir dan pola
hidup. Tetapi bagaimana kalau kita harus membayar hutang orang lain yang tidak
ada sangkut paut keluarga dengan kita hanya karena kita merasa “senasib
sepenanggungan” di rantau?
Nah!
Kawan, seringkali kita mendengar permasalahan hutang piutang yang berakibatnya
putusnya sebuah pertemanan/hubungan karena salah satu pihak tidak
bertanggungjawab. Seharusnya ini bisa menjadikan kita lebih bijaksana terhadap
diri sendiri dalam memaknai sebuah persahabatan. Kebanyakan dari kita terjebak rasa “ pekewuh”
terhadap teman sehingga kita mau saja melakukan apa saja yang diminta. Kita
takut dikatakan pelit, tidak sehati, tidak welas asih, tidak setia kawan dan
sejenisnya.
Hati-hatilah!
Ingat selalu dengan tujuan kita ke rantau ini untuk memperbaiki kehidupan. Baik
dari segi finansial, ilmu pengetahuan, pengalaman dan keahlian. Buat diri
sendiri dan keluarga. Bijaklah dalam
menyingkapi setiap pergaulan. Pandailah memilih dan memilah karena kita tidak
tahu isi hati manusia.
Bagaimana
caranya? Tingkatkan pengetahuan diri, bisa dengan membaca buku positif, ikut
pertemuan dll. Semua dapat kita peroleh
dengan mudah di rantau ini. Tinggal kita mau apa tidak melakukan upaya untuk
meningkatkan pengetahuan diri. Hidup adalah pilihan!
Lalu
buat pembukuan keuangan ( keluar masuknya) uang setiap bulannya dan buat
planning ke depan dengan keuangan kita. Dengan perencanaan yang sangat ketat dan
kedisiplinan diri, kita bisa mengatur keuangan
kita. Pandai-pandailah dalam memilih teman dan memasuki lingkungan
karena teman dan lingkungan mampu mempengaruhi kita. Apalagi kalau pada
dasarnya kita belum punya pengalaman sama sekali dengan segala hal yang ada di
rantau, akan menjadi sasaran empuk orang-orang
yang memiliki niat buruk.
Uang
memang bukan segala-galanya dalam hidup
tetapi segala-galanya butuh uang bukan?
Mau beli makanan, beli baju, pergi liburan, datang ke pertemuan, biaya
sekolah anak, ada yang sakit, menelepon dan masih banyak lagi, semua butuh
uang. Semua pakai uang. Kitalah yang berkewajiban dengan masuk keluarnya uang
kita.
Urusan
pinjam meminjam memang tidak bisa dihindari dalam sebuah persahabatan karena
kita adalah makhluk sosial yang akan senantiasa berhubungan dengan yang lain. Tugas
kita adalah bijak dalam segala urusan apalagi uang. Karena uang yang sudah ada
di tangan orang lain, sepenuhnya bukan menjadi milik kita lagi. Masih untung
kalau kembali. Lalu, bagaimana kalau tidak kembali?
* Dimuat Koran Berita Indonesia Hong Kong*